Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Pergi ke Surabaya


__ADS_3

Selesai makan vian pamitan ke gazebo, vian menelepon pak dede supaya ke bandara pakai minibus saja supaya enggak ribet. Vian juga berpesan supaya besok maximal berangkat jam 7.30 karena pesawat jam 10.00. Vian juga menelepon pak wahyudi supaya sudah standby di bandara jam 11.30. Vian meminum kopi yang tadi dia buat lalu menyalakan rokoknya. setelah menghabiskan rokok beberapa batang, vian masuk ke rumah untuk istirahat dan malam itu semuanya istirahat lebih awal karena mau pergi ke surabaya dan karena baru pulang dari liburan serta dari kampung.


Pagi hari setelah sholat shubuh vian pamit olahraga seperti biasa, setelah melakukan 4 keliling joging dia pun kembail ke rumah, duduk di teras depan, meminum air putih lalu pergi membuat susu panas dan kembali ke teras setelah membuat susu panas. Jam 6.17 menit dia masuk ke rumah untuk mandi dan siap siap pergi ke surabaya.


" sayang bener kamu enggak ikut ke surabaya." kata vian


" iya pah, aku kan udah bilang, kalau ada apa apa aku akan menghubungi papah atau enggak mbak nanti." kata shinta


" iya sudah kalau begitu, kamu hati hati ya sayang." kata vian lalu mencium kening dan bibir shinta


" ih papah gitu deh masa shinta aja yang di ciumnya." kata lily. Vian pun akhirnya mencium lily, astrid dan dilla juga, setelah itu mereka pergi untuk sarapan. Selesai sarapan mereka yang akan berangkat pun pamitan ke bu anita dan shinta lalu baik ke minibus. Jam 7.47 menit mereka pergi ke bandara. Jam 8.37 menit mereka sampai di bandara lalu melakukan check in pesawat, karena masih ada waktu vian mengajak mereka untuk pergi ke cafe untuk minum teh atau kopi dan sarapan lainnya karena tadi di rumah merasa terburu buru. jam 9.17 menit mereka pun pergi ke tempat boarding pass. 20 menit menunggu mereka dipersilahkan naik ke pesawat dengan penumpang lainnya.


Jam 10.00 pesawat pun lepas landas, vian duduk sama lily dan devan. Jam 11.30 peswat landing di surabaya, karena membawa cukup banyak barang bawaan mereka pun menunggu bagasi terlebih dahulu, di perjalan menuju lobby bandara vian menelepon pak wahyudi supaya menjemput mereka. Febby pun sama menelepon ibu nurul. Di lobby bu nurul sudah menunggu kedatangan anaknya itu dan bertemu vian dan keluarganya.


" pak vian, ibu lily, ibu astrid, ibu dilla, ibu ningsih, ibu retno, ibu asti, ibu sri, pak wanto selamat datang di surabaya, alhamdulillah kita bisa ketemu lagi. Oh iya pak ibu saya sudah memesan restoran untuk makan siang, saya harap bapak dan ibu semuanya tidak keberatan ya." kata ibu nurul


" aduh bu kok jadi repot repot begini, saya jadinya enak nih." kata lily


" enggak kok bu, saya senang kok malahan bisa ketemu bapak dan ibu, apalagi selama ini febby juga merepotkan bapak dan ibu." kata bu nurul. Bu nurul menyuruh rombongan vian untuk mengikuti mobilnya. jam 12.27 menit mereka sampai di restoran yang telah bu nurul pesan. Sambil menunggu pesanan vian pergi ke tempat terbuka untuk merokok.


" asyiik nih ya bu jalan jalan terus," kata bu nurul


" alhamdulillah bu, sekalian kemarin suami ada acara makanya kita ke kampung vian udah lama juga kita enggak kesana. Terus ke pabrik LA dan 2 malam kita menginap disana." kata lily


" habis dari sini mau kemana bu." kata bu nurul


" kita sepertinya ke rumah dulu baru sorean kita ke rumah dilla, terus besok pagi ke makam ayahnya astrid lalu ke rumah bu asti, besok sorenya kalau masih keburu kita ke pabrik LCI bu." kata lily

__ADS_1


" padat banget jadwalnya, nanti saya usahakan ke rumah bu dilla dan besok.ke rumah bu astrid saya juga ingin tau kalau diperbolehkan." kata bu nurul


" silahkan saja bu, malahan kita senang bisa kedatangan ibu gubernur." kata dilla dan astrid.


" kalau begitu kasih tau saya alamatnya saja." kata bu nurul


" baik bu nanti saya kirimkan alamat dan mapnya sekalian." kata astrid


" om terimakasih banyak ya sudah mau menerima dan membimbing kita, sehingga kita bisa menyelesaikan kuliah kita." kata febby


" iya om terimakasih atas semuanya, tapi kalau kami tetus bekerja di SPI dan tinggal di rumah om apa boleh." kata fenny


" sama sama, kalian bisa menyelesaikan kuliah karena ada kemauan dari kalian, silahkan aja kalau kalian kerasan tinggal di rumah dan bekerja di SPI, kalian koordinasikan saja sama kak ika ya." kata vian


" udah sih om waktu kemarin di pabrik SPI, kata kak ika suruh tanya om." kata febby


" iya sudah kamu bilang saja ke kak ika, bahwa kamu sudah koordimasi sama saya, saya takut lupa soalnya." kata vian


" kalau memang disini sudah tidak ada kerjaan dan kalian sudah santai langsung aja datang kesana ya, atau kalian bisa telepon saya supaya nanti ada tim yang menjemput." kata vian


" baik om, terimakasih banyak." kata mereka


selesai makan, vian dan keluarga pamitan ke bu nurul, mereka langsung ke rumah mereka. Di perjalanan vian menanyakan persiapan untuk di rumah dilla, dilla bilang sudah siap semuanya termasuk makanan, dia sudah memesan makanan dari catering.


" oh iya untuk acara di rumah jam berapa bu." kata vian menanyakan ke bu sri


" supaya bisa kumpul semua saudara ibu dan bapak rencana jam 4 sore nak." kata bu sri

__ADS_1


" iya sudah kita berangkat kesana maximal jam 3an aja ya, kita istirahat sebentar lalu pergi kesana." kata vian


" atau gini aja a, supaya kita bisa lebih santai, kita langsung ke rumah bu sri, jadi istirahatnya disana aja." kata bu ningsih


" itu ide cemerlang vian, jadi kita enggak cape 2 kali." kata bu retno


" iya udah kalau begitu, kita langsung kesana aja." kata vian, lalu menyuruh pak wahyudi ke rumah dilla.


" asyiiik ke rumah mamah dilla, aa mau ice cream kaya waktu itu loh mah, boleh kan mah." kata devan


" boleh dong aa sayang, nanti kita beli ya, kok aa masih inget ke rumah mamah dilla kan udah lama sayang." kata dilla


" inget dong mah, waktu itu aa belinya sama nenek, sama kaya di rumah astrid juga." kata devan


" pinter banget cucu nenek ini." kata bu retno


" sekarang makan ice creamnya di rumah mamah dilla, besok di rumah mamah astrid... Iya kan." kata devan


" iya aa sayang boleh." kata astrid


" memangnya aa punya uang buat beli ice creamnya." kata lily


" ada dong di papah, papah kan is the best,enggak kaya mamah pelit." kata devan. Yang ada di mobil pun tertawa mendengar kelucuan devan


" papahnya aja enggak ada uang, kan habis beli tanah buat sekolahan." kata lily


" aa enggak percaya, kalau enggak aa kan bisa minta sama nenek dan kakek, mamah dilla sama mamah astrid pasti ada uang juga dan mau kasih uang ke aa, iya kan mah." kata devan

__ADS_1


" iya sayang nanti mamah belikan ya." kata dilla. Devan pun bangkit dari duduknya lalu mencium dilla


" makasih ya mah." kata devan. Mobil pun melaju menuju kediaman bu sri dan pak wanto.


__ADS_2