
Nenek dan kakek braja sampai menangis mendengar apa yang disampaikan kepada mereka, ternyata masih ada yang peduli akan kehidupan mereka.
" nak terimakasih banyak atas kepeduliannya.. masih ada yang baik kepada kita." kata nenek
" iya nek, akhirnya kita bisa merasakan kehidupan lebih baik." kata kakek
" kek nek saya mungkin gak bisa ngasih rumah bagus, tapi setidaknya akan lebih baik dari sini." jawab vian
" o iya nak gimana kabar keluarga mu, istri dan anak mu." kata nenek
" alhamdulillah nek, berkat doa kakek dan nenek sehat, nanti kakek dan nenek bisa sering ketemu dengan keluarga kalo sudah pindah karena biasanya kita datang ke tempat yang akan kakek dan nenek tinggal setiap akhir pekan." jawab vian
" pasti anak kamu shock ya dengan kejadian kemarin." kata kakek
" iya kek, dia merasa bersalah. tapi sekarang dia sudah melupakannya." jawab vian, sambil bingung kok kakek bisa mengetahuinya sedetail itu
" kakek bangga dan tenyata kakek gak salah milih orang, kamu benar benar tulus. jaga itu terus nak." kata kakek
" terimakasih atas nasehatnya kek," jawab vian
" nenek lihat walau baru sekali kalian pasangan luar biasa, saling dukung dan tidak sombong walau memiliki kemampuan." kata nenek
" saya hanya orang biasa, lahir dari keluarga sederhana, harta hanya titipan saja nek." jawab vian
" nek tolong buat kopi buat kakek sama cucu kakek ini." kata kakek
" tumben kakek mau ngopi jam segini, sama ngajak cucu kita. oh iya nak vian maaf kami manggil kamu cucu ya.." jawab nenek gak enak sudah memanggil cucu sebelum ada persetujuan. nenek pun pergi ke dapur membuatkan kopi
" gak apa apa nek, saya senang di anggap cucu sama kalian berdua." jawab vian
" kalo mau ngerokok ngerokok aja bebas kalo disini." kata kakek.
vian mengeluarkan sebungkus rokok, dan menawarkan kepada kakek. kakek pun mengambilnya dan menyalakan sebatang rokok
" wah nikmat rokoknya, terimakasih." kata kakek
" sama sama kek." jawab vian dan vian pun menyalakan rokoknya.
si nenek telah menghidangkan kopi di hadapan kakek dan vian, nenek melihat sang kakek begitu bahagia dan baru kali ini nenek melihat sang kakek begitu akrab dengan orang lain.
__ADS_1
" nak, nenek baru lihat kakek bisa se akrab ini dan sesantai ini." kata nenek
" oh memang kenapa nek, kalo boleh tau." jawab vian
" dia selalu tertutup terhadap orang, mungkin kalian cocok." jawab nenek
" kakek bukan orang pintar dan berpendidikan tapi kamu harus hati hati nak, walau kamu baik pada semua orang tapi ingat pasti ada saja orang yang iri akan keberhasilan kamu." kata kakek, didalam hatinya kakek berkata "untung kamu kuat nak, masih aja ada orang yang gak suka padahal kamu orang baik".
" terimakasih kek, o iya kek kalo kakek ada keperluan apa apa datang saja ke ruko perumahan S, bilang saja nama saya dan nanti saya juga akan kasih tau ke mereka." kata vian
" terimakasih nak, kamu anak baik, jaga diri kamu dan keluarga kamu." jawab kakek braja
setelah itu vian pamit, dan langsung pergi pulang karena dia merasakan kurang enak badan. sampai di rumah vian langsung masuk kamar. di dalam kamar ada lily yang sedang istirahat
" sudah pulang pah, papah kenapa?" tanya lily, dan bangun memeriksa vian yang kelihatan pucat.
" papah ngerasa kurang enak badan." jawab vian
" memang papah dari mana aja, udah makan belum.?" tanya lily
" papah dari rumah kakek braja yang waktu itu, pas pulang di mobil badan papah gak enak. belum." jawab vian
di ruang makan sudah berkumpul, bi retno yang melihat lily menyiapkan makan bertanya :
" kenapa makannya di kamar ly, kamu gak enak badan.?"
" gak bu, itu vian katanya gak enak badan dan kelihatan pucat." jawab lily
" kamu udah panggil dokter." kata bu retno
" sudah bu, sebentar lagi dia akan datang." jawab lily
lily kembali lagi ke kamar, di ikuti evi yang membawa makanan. lily menyuapi vian supaya mau makan, selesai makan vian tiduran kembali. tak lama dokter pun datang memeriksan kondisi vian.
" bagaimana dok, kondisi suami saya." tanya lily
" kalo dari hasil pemeriksaan pak vian tidak kenapa kenapa, beliau hanya kecapean saja." jawab dokter, dokter pun memberikan obat demam dan antibiotik. orang tua mereka datang ingin melihat kondisi anak dan menantunya itu. setelah memberikan obat dokter izin pamit pulang.
vian merasakan perutnya seperti di aduk aduk, kepalanya seperti di tusuk. melihat gelagat ini pak adi pun mencoba menditeksi apa yang terjadi jangan jangan vian ada yang ingin mencelakakannya melaui hal mistis. seperti dugaan pak adi vian ada seseorang yang ingin mencelakakannya, kiriman ini lebih kuat dari yang sebelumnya pernah terjadi.
__ADS_1
vian pun mengigau memanggil manggil kakek braja.
" panggilkan kakek braja kesini." kata vian
orang orang yang hadir disana bengong karena tidak tau siapa kakek braja.
" ly, kamu tau kakek braja itu siapa.?" tanya pak bowo
" gak pak, apa mungkin kakek yang tadi vian temui." kata lily, lily menyuruh lilis memanggil putra. tak lama putra datang
" iya bu, ada yang bisa saya bantu.?" tanya putra
" kamu tau siapa kakek braja, apa mungkin yang tadi bapak temui." kata lily
" iya bu, kakek yang waktu itu kita kesana namanya kakek braja, memang kenapa bu." tanya putra
" tolong panggilkan dia kesini, bawa juga nenek supaya bisa menginap disini
" baik bu." jawab putra, putra pun langsung pergi ke kediaman kakek braja
vian pun mengigau terus, dia sedikit berteriak, " sakiiit, sakiiit..... sakiiiiit." desiran hangat di tubuhnya pun mulai tetasa. membuat vian sedikit tenang.
" aa kamu kuat, lawan sama kamu." kata pak adi,.
1 jam kemudian putra datang bersama kakek braja dan nenek. lily langsung menyalami mereka, " kek, nek terimakasih mau datang kesini, suami saya tadi manggil manggil nama kakek." kata lily.
" cu, kamu kenapa, baru tadi kakek peringatkan kamu. ini orang bangsat banget mau nyelakain cucu saya." kata kakek braja. sang kakek menyuruh membawa vian ke tempat yang tenang dan leluasa, dan supaya menjauhkan dari lily karena dia lagi hamil.
putra dan pak adi membopong vian ke kamar di dekat musholla. lily pun membawa nenek dan kakek ke ruang makan supaya nenek dan kakek makan terlebih dahulu. karena kondisi vian saat ini tidak membahayakan kakek dan nenek pun bersedia.
" terimakasih nak, kalian baik banget ke kakek dan nenek." kata kakek
" iya cu, terimakasih banyak ya... kami jadi merepotkan kalian." kata nenek
" gak nek, malahan kami yang merepotkan nenek dan kakek." jawab lily.
" iya minta tolong siapkan kelapa muda yang masih utuh, kopi hitam, dan kemenyan." kata kakek braja
lily menyuruh putra untuk mencari kelapa muda yang di perintahkan kakek braja, dan minta bantuan ke pak dede L-Trans.
__ADS_1