
Vian dan yang lainnya pun sarapan bersama, bella dan shinta terlihat makannya dengan lahap mungkin mereka lapar setelah melakukan permainan. Selesai sarapan vian minum teh hangat lalu menyalakan rokoknya. Mereka pun mengobrol dari masalah kerjaan sampai candaan diantara mereka.
" pak barang yang bapak minta kemarin sudah di masukan ke mobil ya." kata opik
" iya pik, terimakasih, nanti kalau pasport kamu dan istri jadi kirim langsung ya. Koordinasi sama pak dede aja." kata vian
" baik pak nanti saya koordinasikan." kata opik
" sama kalau ada perkembangan pembangunan pabrik kabari saya, kirim photo dan video." kata vian
" baik pak, nanti saya akan kirimkan kalau ada perubahan." kata opik.
Setelah selesai sarapan dan mengobrol vian pamit ke opik untuk kembali ke jakarta, vian, bella dan shinta kembali ke villa lalu mengecek barang bawaan mereka, setelah dianggap selesai mereka pergi ke mobil. Jam 9an vian dan yang lainnya pergi dari pabrik LA kembali ke jakarta. Di perjalanan vian meminta pak dede untuk ke toko perhiasan dulu sebelum pulang ke rumah.
Jam 12an mereka sampai di jakarta, vian meminta pak dede mencari tempat makan terlebih dahulu sebelum ke toko perhiasan. setelah menemukan tempat makan mereka pun makan siang disana, selesai makan mereka melanjutkan perjalanan ke toko perhiasan.
Sampai di toko perhiasan vian melihat pesanannya.
" mas bagus banget, kok beli 3 sih. Buat siapa aja itu, buat aku ya." kata bella
" itu buat lily, astrid dan dilla, kaya kamu enggak tau aja mereka, kalau mas beli satu nanti astrid dan dilla ngambek. Kalau kalian mau pilih aja ya." kata vian
" beneran boleh mas, aku mau kalung, cincin kan udah." kata bella, shinta hanya melihat dengan bengong
" iya udah pilih, shin kamu pilih aja kamu mau apa." kata vian
" enggak usah aa." kata shinta
" kalau kamu enggak pilih, saya marah nih." kata vian, akhirnya bella dan shinta memilih kalung, vian menyuruh shinta untuk beli cincin juga sekalian.
" enggak usah kalung aja aa, ini sudah cukup buat aku." kata shinta
" biar kamu memakai cincin ini sebagai ucapan terimakasih kasih saya ke kamu dan ini sebagai bentuk tanggung jawab saya." kata vian, shinta pun melihat lihat cincin lalu menunjuk salah satu cincin yang menurut dia bagus.
" ini bagus enggak a, aku akan pakai terus sebagai yanda bahwa aku milik aa." kata shinta
Setelah bella dan shinta memilih, vian membayarnya.
" pakaikan dong mas." kata bella, vian pun memakaikannya ke leher bella.
__ADS_1
" aku juga a. Biar resmi gitu." kata shinta. Vian pun memakaikan kalung dan cincin di leher dan jari manis shinta. Setelah membeli perhiasan vian menyuruh pak dede untuk mengantar shinta pulang terlebih dahulu. Hanya 30 menit mereka sudah sampai di rumah shinta.
" saya enggak turun ya, salam sama ibu kamu aja." kata vian
" iya pak, terimakasih atas segalanya." kata shinta. Shinta pun turun dari mobil, pak dede pun sama turun mengambil oleh oleh dan mengantarkannya sampai ke rumah shinta.
Mereka pun melanjutkan perjalanan pulang ke rumah, 47 menit kemudian vian sampai di rumah, vian langsung mengecek pembangunan mess dan kamar tamu, lalu mengecek persiapan kejutan untuk lily nanti malam, taman sudah di dekor sedemikian rupa sehingga vian juga takjub atas kinerja tukang dekor, memang segala sesuatu kalau dikerjakan sama ahlinya akan berbeda hasilnya. Vian mengirim pesan ke astrid bahwa dia sudah sampai rumah, dan menyuruh mereka supaya menahan lily agar tidak kemana mana.
Setelah selesai meninjau taman, vian kembali ke taman dan menemui pak daryat.
" bagimana pak ada kendala." kata vian sambil menyalakan rokoknya
" alhamdulillah enggak pak, kemarin aja waktu mau pembangunan kita kekurangan, akan tetapi sudah bisa diatasi karena ada tambahan tenaga kerja dari penghuni rusun." kata pak daryat
" oh iya pak lusa kita ke kantor imigrasi biar sekalian membuat pasportnya." kata vian
" iya pak terimakasih." kata pak daryat
" oh iya pak, karena saya khawatir akan ada tambahan lagi pembangunan ke depannya saya buat pondasi untuk 3 lantai, jadi kalau bapak berencana nambah tingkat sudah bisa langsung aja." kata pak daryat menjelaskan perubahan struktur bangunan
" oke pak terimakasih. Lagian kalau enggak naik juga bangunan jadi tambah kokoh kan." kata vian
" bagus, gimana baiknya aja menurut pak daryat." kata vian
" apa perlu masang solar cell pak, untuk cadangan listrik biar nanti sekalian dipasang dan kita buatkan strukturnya." kata pak daryat
" boleh pak, di atas mess saja ya, sama pasang untuk pemanas air kamar mandi." kata vian
" baik pak, nanti saya instruksikan ke tukang supaya membuat jalur jaringannya." kata pak daryat
" kapan kira kira selesai pak pembangunan ini." kata vian
" mudah mudahan 5 bulanan sudah jadi karena ini kan tidak banyak ruangan juga, palingan yang akan lama di finishingnya aja untuk interior." kata pak daryat
" oke kalau begitu. Kalau ada apa apa langsung saja beritahu ke saya." kata vian
" baik pak. Itu sudah pasti." kata pak daryat. Selesai mengobrol sama pak daryat, vian pamit mau ke rumah untuk bersih bersih dan beganti pakaian.
setelah berganti pakaian vian pun pergi ke ruko diantar pak dede.
__ADS_1
" mas udah datang. Kok enggak ngabarin kita sih." kata astrid lalu dia mencium tangan vian, vian pun mengecup keningnya lalu disusul dilla, vian pun melakukan hal sama kepada dilla.
" aku kangen mas." kata dilla sambil memeluk vian
" sama mas juga kangen kalian. Lily kemana" kata vian
" mbak ke butik mas, ada yang pesan pakaian." kata dilla. Tak lama lily datang kesana.
" papah udah enggak kangen sama mamah ya, kok cuma mereka sih yang di peluk." kata lily, lily pun menyalami vian, vian pun memberikan kecupan di kening lily lalu memeluknya.
" papah mau ngajak mamah makan dimana malam ini." kata lily
" papah cape mah, di rumah aja ya." kata vian
" ih papah gitu, papah benar benar lupa sama mamah." kata lily cemberut
" iya udah mamah mau makan malam dimana, dan dalam rangka apa." kata vian berlaga lupa
" papah benar lupa ya. Aku sebel deh sama papah." kata lily
" lagian tadi rumah papah lihat bi narsih sama mirna udah masak untuk makan malam, mubazir dong kalau kita makan diluar, besok aja ya." kata vian
" terserah papah aja." kata lily lalu pergi
" mas ih, bikin mbak bete." kata astrid
" iya nih pak vian bisa aja." kata ibu sisil
" biar kejutannya luar biasa." kata vian, mereka pun tertawa
" kalian ini ngetawain aku ya.. Aku juga sebel sama kalian jadinya." kata lily
" iya udah kita pulang aja yu, kita tinggalin." kata vian
" papah ini iya, orang lagi kesel bukannya di sayang sayang, dibujuk gitu malah mau ditinggalin." kata lily
" habisnya mamah kaya anak kecil, ngambekan." kata vian
" habisnya papah juga kaya gitu, udah enggak sayang sama mamah lagi." kata lily
__ADS_1
" papahkan enggak tau mamah ujug ujug ngajak makan di luar, lagian kan sayang makanan di rumah udah di masak." kata vian. Lalu vian pamit ke cafe, di cafe vian memesan kopi lalu menyalakan rokoknya. Vian mengobrol sama pak dede.