
Vian pun menjawab semua pertanyaan tersebut, vian pun memberikan motivasi " jalan kehidupan yang akan kalian alami kedepannya terletak dan yang menentukan kalian sendiri, kalian beruntung memiliki orang tua yang mampu untuk menyekolahkan kalian walaupun mungkin orang tua kalian menjadikan kepala menjadi kaki, dan kaki menjadi kepala, menahan lapar, menahan sakit supaya kalian bisa seperti ini. apakah kalian tau apa yang dikerjakan orang tua kalian saat ini, dia bisa terlihat senang tapi dibalik itu ada juga yang gundah, bingung. untuk itu tolong jangan kecewakan mereka. jangan sampai menyesal dikemudian hari. saya bisa seperti ini karena cacian, cemoohan, hinaan orang, saya hanya anak petani, makanya saya mendirikan perusahaan di bidang pertanian karena saya ingin merubah mindset orang kepada petani, saya ingin merubah kehidupan mereka, keluarga mereka, jangan sampai apa yang pernah saya rasakan terulang di anak anak petani itu. orang tua kalian bukan butuh uang kalian, dengan melihat kalian sukses mereka senang, jalan kehidupan kalian yang pilih sendiri. terimakasih mohon maaf. kalo ada yanh mau sharing silahkan hubungi saya." kata vian melanjutkan penjelasannya.
setelah selesai acara vian diberikan piagam penghargaan dan plakat sebagai pembicara. setelah pamitan vian pergi ke kampus lain. diperjalanan vian mencari tempat makan. disana vian ngopi dan merokok sebelum makanan datang, " kenapa pak bapak mau ngisi acara seperti ini." kata pak dede
" nambah ilmu aja pak de, dan mudah mudahan apa yang sampaikan berguna buat mereka dan itu akan menjadi ladang amal saya." jawab vian
setelah makan dan sholat disana mereka melanjutkan perjalanan ke kampus lain. seperti tadi vian disambut panitia penyelenggara. setelah rangkaian acara kini giliran vian memberikan motivasi kepada peserta seminar sekarang tentang pertanian.
" selamat siang, terimakasih atas waktu yang diberikan kepada saya, terimakasih kepada semuanya yang gak bisa saya sebutkan satu persatu. saya malu sebenarnya duduk disini ditengah tengah para ahli pertanian, mungkin saya disini karena bidang usaha salah satunya di bidang pertanian. perkenalkan nama saya vian permana, saya lahir di daerah pelosok KBB, orang tua saya petani, karena status petani lah saya di cemooh, dihina, dikucilkan, sampai saya pindah ke kota pun masih dapat cemoohan dan hinaan itu karena anak kampung, saya cerita ini karena dari sana salah satu alasan saya mendirikan usaha PT. Livi Agronesia di bidang pertanian, alhamdulillah sekarang memiliki lahan kurang lebih 7 hektar, selain itu juga kemarin kita kerjasama sama kelompok tani di desa tersebut, dan mohon doanya sebentar lagi akan mengembangkan ke bidang peternakan dan perikanan, dan sekarang lagi proses pembangunan pabrik pengolahan daging dan sayuran, jadi untuk sekarang hak usah takut untuk menjadi seorang petani karena itu menghasilkan cuan. saya tidak tau motivasi teman teman ini masuk kelingkungan pertanian apa. yang seperti saya katakan tadi bahwa dunia pertanian itu sudah bekembang, biarlah orang mencemooh dan menghina kalian, kalian hanya buktikan saja jangan lawan mereka, jalan hidup seseorang bukan orang lain yang menentukan, tetapi kalian sendiri, kalian beruntung bisa mengenal dunia pertanian, jadikan kesempatan ini menjadi sebuah peluang, saya suka seorang yang pekerja keras, selalu optimis, rubah mindset kalian dari pencari kerja menjadi pembuka lapangan pekerjaan. jalan hidup kita tidak ada yang tau mungkin saja teman teman yanh ada disini akan menjadi tenaga profesional di perusahaan saya nantinya, atau partner, bahkan mungkin saingan. seriuslah kalian menuntut ilmu, jangan kecewakan orang tua kalian, penyesalan selalu datang di akhir. saya disini hanya bisa menyampaikan itu, jika dari kampua ini memiliki kebutuhan lahan untuk mengembangkan parietas baru saya bisa menyiapkan lahannya nanti bisa kita bicarakan. kalian juga bisa PKL disana. demikian terimakasih." kata vian
sesi tanya jawab pun dimulai
" di lahan bapak saat ini di tanam apa saja, dan bagaimana pemasarannya." kata Dodi
" saat ini seperti cabai, tomat, kol, dll, pemasarannya ke supermarket supermarket dan pasar tradisional." jawab vian
" kesulitan yang dihadapi bapak saat ini apa, bagaimana pula cara mengatasinya." kata santi
" supply sayur mayur itu, karena alhamdulillah pasar menerima produk kami, sekarang ada beberapa toko modern dan pasar tradisioanl yang belum bisa kami penuhi apalagi sebentar lagi pabrik akan dimulai. solusinya kami bekerjasama dengan kelompok kelompok tani, sebelumnya di kampung saya, kemarin di desa C KBB dan saya juga kerjasama dengan kelompok tani di yogya. jadi peluang masih sangat besar. untuk itu barangkali di daerah kalian berasal
bisa kerjasama, silahkan kami sangat terbuka bagi siapa pun" jawab vian.
__ADS_1
" apa saja yang perusahaan bapak bisa bantu kepada para petani." tanya santi lagi
" saya memberikan bibit, pupuk, pendampingan, dan menerima hasilnya." jawab vian
" mungkin cukup sekian kalo ada yang ingin sharing atau kerjasama silahkan hubungi PT. LA, atau bisa ke saya langsung." kata vian menjelaskan
acara pun selesai dan vian menerima piagam penghargaan dan plakat sebagai pembicara. setelah itu vian pamitan dan pergi pulang ke rumah, seperti biasa diperjalanan vian beristirahat dulu di rest area hanya sekedar ngopi dan ngerokok dan sholat ashar. setelah itu melanjutkan perjalanan
jam 5 sore vian sampai di rumah, vian langsung pergi ke kamar membawa piagam dan plakat tadi, setelah mandi dan berpakaian, vian mengobrol dengan lily.
" gimana pah acaranya." tanya lily
" terus papah jawab apa, pasti itu cewek yang tanya." kata lily
" iya mahasiswi cantik lagi, papah bilang 27 tahun belum punya pacar." jawab vian menggoda lily
" tuh kan papah jahat ih ke mamah." jawab lily cemberut
" iya iya papah memang gak punya pacar, papah punyanya istri." jawab vian sambil terkekeh
" papah godain aku aja ya, mamah bilangin ke devan." kata lily
__ADS_1
tak lama devan masuk kamar. " papah udah pulang." tanya devan
" iya aa sayank papah baru sampai." jawab vian
" aa, papah godain mamah terus, katanya papah dia gak punya mamah." kata lily mengadu
" papah gak boleh gitu dosa." jawab devan
" papah becanda sayank." jawab vian
" mamah udah makan belum." tanya vian
" tadu siang udah, sekarang belum.: jawab lily
" terus mau makan apa." kata vian
" beli di restoran biasa aja, mamah pengen pepes ikan." jawab lily.
" oke, papah nyuruh edi untuk beli, papah juga mau tanya ke ibu sama bapak dan nenek mau makan apa." jawab vian
vian pun pergi ke bawah menemui orangtua dan mertuanya, menanyakan yang pengen dimakan karena lily pengen pepes ikan. vian menyuruh evi untuk panggil edi, vian menyerahkan uang dan pesanan mereka, vian juga bilang ke pak edi untuk beli buat di rumah pak edi.
__ADS_1