
Setelah makan, vian dan lily kembali ke ruko, vian duduk di cafe sedangkan lily masuk ke butik, vian telepon pak daryat di lokasi pembangunan.
" siang pak, bagaimana pembangunan sudah sampai tahap apa." kata vian
" siang juga pak, untuk pembangunan perumahan type 36 sudah 80% pak, yang type lain masih di 60%, sedangkan untuk fasilitas umumnya sudah 90%, mesjid tinggal finishing." jawab pak daryat
" bagus kalo begitu pak. kalo ada apa apa kabari secepatnya, dan besok saya akan melakukan rapat koordinasi di rumah saya, saya harap bapak bisa hadir ker umah saya terlebih dahulu, nanti kita sama sama ke proyek" kata vian
" baik pak," jawab pak daryat
dari hasil obrolan tersebut vian berencana untuk mengadakan rapat konsolidasi antara LNI, BLS, dan L-Pro, vian telepon shinta dan murti, nyuruh mereka besok hadir bersama pak manopo dari BLS, pak Abe dari LNI, pak Abe diangkat vian sebagai direktur utama dan jabatan direktur marketing diganti sama ibu cindy.
vian pergi ke ruangan lily yang ada di butik, " yank gimana kerjaannya." tanya vian
" baik pah, o iya pah mini bus itu bisa disewakan gak." jawab lily
" kan waktu itu papah sudah bilang gimana pemiliknya, kalo pemiliknya mengijinkan untuk disewakan ya pasti bisa." jawab vian
" makanya mamah tanya ke papah pemiliknya." kata lily
" kata siapa papah pemiliknya. di L-Trans itu cuma titip aja." jawab vian
" terus siapa dong pemiliknya kalo bukan papah, udah gitu kemarin kan kita pakai buat liburan." kata lily
" kita pakai karena pemiliknya mengizinkan, mamah mengizinkan gak kalo mini bus itu disewakan." kata vian
" kenapa tanya mamah." jawab lily
" mah, mini bus itu kan milik mamah, ya terserah saja." jawab vian
" iya gitu." kata lily sambil bingung.
" ini papah telepon pak dede ya." jawab vian, vian pun telepon pak dede dan menyalakan speaker handphonenya
" pak de maaf, si ibu pengen tau kepemilikan mini bus itu. pak dede kasih tau istri saya ini ada di sebelah saya." kata vian
__ADS_1
" oh itu pak. bu minibus itu milik ibu, di L-Trans hanya parkir saja," jawab pak dede
" ya udah pak de, nanti saya koordinasikan lagi, besok datangnke rumah ya pagi, ada hal yang mau di konsolidasikan." kata vian
" baik pak, saya akan ke rumah bapak." jawab pak dede
setelah telepkn di tutup vian pun melanjutkan nhobrol dengan lily
" tuh kan yank, kamu usah denger sendiri. terus mamah mau menyewakannya?" kata vian
" iya pah, mah udah dengar, iya udah mamah akan sewakan, karena sama kita juga jarang dipakai kan lumayan buat biaya operasional, maintenance." kata lily
" iya. memang kapan mau di pakenya." kata vian
" minggu depan pah, 1 hari dari rumah pengantin ke tempat acara pulang pergi." jawab lily.
" ya sudah, mamah nanti koordinasikan aja sama pak dede, o iya besok pagi papah mau ngadain rapat koordinasi perusahaan perusahaan karena pembangunan perumahan sudah mau selesai di rumah." kata vian
" iya pah, memang sudah selesai gitu." tanya lily
lily pun merapikan kerjaannya dan mereka pulang ke rumah, sampai di rumah devan sudah menunggu dan lagi main sama kakek dan neneknya
" mah, pah sudah pulang." tanya devan
" iya aa, aa sudah mandi belum." kata lily
" udah mah, aa udah wangi gini." jawab devan
" mamah sama papah mandi dulu ya. nanti main sama aa." kata lily. vian dan lily pergi ke kamar untuk mandi setelah selesai mandi mereka turun lagi ke bawah dan main sama devan
Habis sholat magrib mereka makan malam bersama. seperti biasa mereka mengobrol.
" besok setelah rapat disini, kita akan lanjut ke lokasi proyek perumahan, ada yang mau ikut.?" tanya vian
" bapak ikut, mau lihat kuda aa," jawab pak bowo
__ADS_1
" iya ibu juga mau ikut ah, gak lama kan disananya." kata bu retno
" iya gak lama kok bu, kita bisa sama sama kesana, kalo perlu nenek juga dibawa saja biar sekalian jalan jalan biar gak bosen. " kata vian
" iya boleh kalo begitu." jawab bu retno lagi
" iya ibu juga ikut." kata bu ningsih
" bapak juga ikut, sekalian kita cari burung buat di kandang yang baru." kat pak adi
seleaai makan mereka pun pergi ke kamar masing masing untuk istirahat.
keesokan harinya seperti aktivitas biasa, vian dan lily mengajak devan jalan ke taman dan melihat kandang burung yang sudah jadi.
" pah aa pengen beli burung ya, sama aa juga mau naik kuda." kata devan
" iya aa, nanti habis rapat kita ke perumahan, aa boleh naik si thunder sama nanti kita carikan burung buat disini, mamah ikut gak kesana." kata vian
" iya ikut, mamah jhga pengen lihat kuda aa." jawab lily. setelah cape bermain lily dan vian pergi mandi dan sarapan. setelah sarapan vian pergi ke taman lagi, membuat kopi dan merokok sambil nunggu orang orang dari BLS, L-Pro, dan LNI.
jam 10an mereka sudah tiba di rumah vian, vian menyuruh mereka ke paviliun yang dipergunakan untuk ruang rapat.
" selamat pagi semuanya, mohon maaf mengganggu aktivitasnya. saya mengundang bapak ibu kesini untuk melakukan koordinasi dan konsolidasi perusahaan. kerena pembangunan proyek perumahaan untuk karyawan yang dikerjakan oleh L-Pro sebentar lagi selesai, jadi bapak bapak dari LNI dan BLS harus bisa menyampaikan kabar ini ke karyawannya. dan kedepannya melakukan proses transaksi jual beli." kata vian
" untuk pembangunan rumah sekarang sudah di 90% pengerjaannya." kata pak daryat menambahkan
" sebenarnya di LNI waktu bapak memberikan intruksi untuk mendata karyawan yang ingin memiliki rumah, untuk keseriusan mereka kami telah menentukan uang sebesar 500 ribu untuk tanda jadi keseriusan, sekarang dananya ada di kas Perusahaan. nanti kita masukan ke rekening L-Pro" kata abe
" sama kalo begitu pak abe, di BLS juga kita telah mengumpulkan dana tanda jadi keserius karyawan yang ingin memiliki rumah sebesar 500 ribu." kata manopo
" itu bagus, jadi saya harap nanti uang tersebut segera dimasukan saja ke rekening L- Pro yang ada di BLS, jadi nanti juga BLS bisa melakukan pendebetan untuk pembayaran cicilan dana yang dipinjam L-Pro." kata vian
"ya sudah kalo begitu kita langsung saja ke proyek pembangunan biar bapak bapak juga bisa mengetahuinya." lanjut vian
mereka pun pergi ke proyek perumahan dengan menggunakan mobil masing masing. sedangkan vian dan keluarga menggunakan minibus. vian menyuruh mereka untuk istirahat dan makan siang terlebih dahulu di rumah makan didekat lokasi proyek. setelah makan siang mereka pergi melanjutkan ke lokasi perumahan, sampai di lokasi perumahan pak daryat membawa tim dari BLS dan LNi untuk melihat lihat, vian menyuruh lily dan keluarganya ke villa mereka untuk mengajak devan naik kuda.
__ADS_1