
Jam 1.27 menit mereka sampai di rumah, pak wahyudi memberikan kunci rumah kepada vian. Vian, lily dan shinta pun masuk ke rumah, tak lupa mengajak pak wahyudi juga untuk istirahat. Vian membuat kopi lalu petgi ke gazebo, disana vian meminum kopi lalu menyalakan rokoknya.
" pak yudi, nanti tanya tanya ke pak opik yang di perusahaan LA ya, saya serahkan tanggung jawab pengelolaan Dilas ke pak yudi." kata vian
" baik pak, saya akan minta arahan pak opik, terimakasih atas kepercayaan bapak kepada saya." kata pak wahyudi
" tunjukan kemampuan bapak, pak dede aja bisa mengelola L-Trans." kata vian
" iya pak, saya akan berusaha semaksimalnya untuk bisa mengembangkan Dilas, mudah mudahan tidak mengecewakan bapak." kata pak wahyudi
" pokoknya jangan bilang sulit dulu sebelum pak yudi mencoba melakukannya, yang membuat sulit itu dari fikiran kita sendiri sehingga tidak mau untuk mencobanya." kata vian sambil menghisap rokoknya.
" iya pak, mohon bimbingan dari bapak juga." kata pak wahyudi
Setelah ngopi dan merokok, vian pamitan ke pak wahyudi untuk masuk ke rumah, lily dan shinta sedang istirahat di kamar habis merapihkan dan beres beres kamar.
" pah sore ini mau kemana." kata lily
" palingan ke dilas cafe dan makan malam aja." kata vian
" nanti beli makanan ya pah buat disini, takut malam lapar kan mau bertempur, mumpung aku belum datang bulan, atau enggak sekarang kita melakukan pemanasan." kata lily, dia langsung menyerbu vian. Pertempuran di sore hari pun terjadi, mereka melepaskan hasrat bersama. Setelah istirahat vian, lily dan shinta mandi lalu siap siap pergi ke dillas cafe. Setelah siap meteka pun pergi ke dilas cafe
Sampai di dilas cafe vian menemui mas pram dan mas bram serta dea penanggung jawab dilas cafe, vian menanyakan inovasi apa yang sedang dilakukan dan perkembangan usaha dilas cafe.
" kami membuat menu menyesuaikan budget para mahasiswa pak, karena pengunjung yang datang kesini kebanyakan para mahasiswa, dan alhamdulillah setiap hari pasti penuh apalagi habis isya di tambah kalau akhir pekan kita suka kekurangan meja, makanya kita membeli meja portable." kata dea
" kita berdua jadinya tertantang, jadi setiap 2 minggu sekali kita ganti menu baru atau nambah menu, alhamdulillah respon pengunjung sangat positif, yang masih banyak peminat itu di jagung bakar jadi kita kolaborasikan dengan minuman dan kopi." kata pram.
" ngomong soal kopi boleh dong dibuatkan dan jagung bakar ya, mamah mau makan apa." kata vian
" aku steak aja pah. Minumnya jus strowbery" kata lily
" sama aku juga pah." kata shinta
" mbak astrid dan mbak dilla enggak kesini pak." kata dea
__ADS_1
" enggak, mereka kan udah mau lahiran, lumayan ribet kalau pergi pergi." kata vian.
" laporan saya selalu kirimkan ke dilla ya pak." kata dea
" iya, saya juga auka dapat lapirannya kok, terimakasih ya kamu sudah kelola cafe ini dengan baik." kata vian
" sama sama pak, lagian itu sudah kewajiban saya." kata dea.
" oh iya kalau toko buah buahan itu gimana." kata vian
" jalan pak, tapi kebanyakan di beli sama cafe ini soalnya yang datang membeli buahnya saja sedikit," kata dea
vian pun pergi ke kursi di depan, vian menyalakan rokoknya sambil menunggu minuman datang. Vian mengobrol bersama pak wahyudi, vian juga menyuruh pak wahyudi untuk memesan makanan dan minuman.
" oh iya pak, ibu selalu tanya bapak, katanya mau ketemu." kata pak wahyudi
" iya sudah kalau begitu kamu jemput sana, eh nanti saja deh sekalian ke rumah kamu sama isteri biar mereka juga tau rumah pak wahyudi." kata vian
" baik kalau begitu, saya hubungi isteri dulu." kata pak wahyudi
" besok pagi jam 8an jemput saya ya, saya mau mengecek perkembangan L-Pro sudah sejauh mana pembangunan disana." kata vian
" baik pak, besok pagi saya standbye di rumah bapak." kata pak wahyudi.
vian pun pergi menemui lily dan shinta, vian bilang ibunya pak wahyudi ingin ketemu jadi sebelum makan malam ke rumah pak wahyudi dulu menemui ibu dan keluarganya, lily pun pergi membeli buah buahan untuk oleh oleh ke keluarganya pak wahyudi.
Setelah selesai makan dan minum kopinya vian pamitan ke dea, mas pram dan mas pram lalu pergi ke rumah pak wahyudi. 17 menit perjalanan mereka sudah sampai di rumah pak wahyudi.
" assalamualaikum, bu coba lihat siapa yang datang." kata pak wahyudi. Tak lama pintu rumah pun terbuka,
" aduh ada bapak sama ibu, selamat datang pak bu di rumah kami ini, maaf rumahnya seperti ini. Silahkan pak bu masuk." kata isterinya pak wahyudi
" enggak apa apa bu, sama saja di rumah juga selalu berantakan." kata lily
" ibu kemana bu." kata pak wahyudi
__ADS_1
" ibu baru selesai mandi kayanya." kata isterinya pak wahyudi, tak lama ibunya datang
" assalamualaikum bu, gimana kabarnya." kata vian
" waalaikumsalam, alhamdulillah nak baik, ini isterinya kan ya, maaf ibu suka lupa. Kamu gimana nak dan keluarga sehat." kata ibunya pak wahyudi
" alhamdulillah bu, iya ini isteri saya." kata vian
" kalau dia bukan bu, dia ini pembantu di rumah." kata lily
" ih mbak gitu deh, oh jadi mbak anggap aku pembantu toh." kata shinta
" gitu aja di maaulin ke hati, becanda." kata lily
" iya pak, bu, ibu selalu tanya tentang bapak dan ibu kok enggak pernah datang kesini, apalagi waktu itu mendapat kabar pak vian kecelakaan pesawat, ibu menangis habis sholat mendoakan bapak sampai mas yudi bilang bapak enggak kenapa kenapa baru ibu tenang." kata isterinya pak wahyudi
" maaf bu, bukannya saya enggak mau bertemu ibu, tanya saja sama pak yudi, saya sudah beberapa bulan enggak kesini, terimakasih banyak atas doa doanya ya bu, maaf membuat ibu khawatir." kata vian
" ibu sampai bilang kenapa sih kalau orang baik itu cepat dipanggil Allah, kalau ibu bisa gantiin ibu mau menjadi penggantinya karena pak vian orang baik yang sudah mengangkat derajat keluarga kami." kata isterinya pak wahyudi
" saya bukan orang baik bu, tapi saya berusaha menjadi baik." kata vian
" terimakasih banyak ya bu udah mendoakan suami saya ini, saya aja kalang kabut waktu itu, eh si aa yang ngasih tau dan menunjukan bahwa vian selamat. Kita sekeluarga pun tadinya menganggap si aa berhalusinasi. Pas dia telepon vian mengangkatnya yang selama itu kita susah telepon dia ini." kata lily
" itu lah perasaan anak kepada bapaknya, darah lebih kental dibandingkan air. Saya pun menelepon mas yudi susah waktu itu, jangan jangan berita di tv itu benar, mas yudi sedang ikut mencari fikir saya." kata isterinya pak wahyudi
" iya waktu itu handphone bapak habis batre setelah menerima telepon dari pak daryat terus bapak pun pergi ke lokasi pembangunan sedang ada keributan, bapak juga enggak tau pak vian ada, bapak baru di kasih kabar pak vian di rumah sakit." kata pak wahyudi
" syukur nak kalau kamu baik baik aja, ibu enggak bisa membalas budi baik kamu, ibu hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kamu dan keluarga kamu aja." kata ibunya pak wahyudi
" itu sudah dari cukup bu, terimakasih atas doa doa baik ibu kepada saya dan keluarga." kata vian
" iya bu, doa ibu lebih dari segalanya, terimakasih telah mendoakan kami." kata lily
mereka pun terus mengobrol, karena sudah magrib vian dan pak wahyudi pergi ke mesjid
__ADS_1