
30 menit vian menunggu Sebastian pengacara LIVI Group pun datang. vian menawarkan mau pesan apa dan membawa sebastian ke ruangan meeting yang ada di cafe itu. vian menjelaskan rencana pembangunan rusun itu dan akan kolaborasi dengan pemerintahan untjk menyediakan lahannya, vian meminta sarannya supaya dikemudian hari tidak terjadi hal hal yang tidak di inginkan dan rencana ini berjalan sesuai dengan hukum yang ada. vian juga meminta sebastian membantu rendi supaya bisa sekolah lagi.
" iya pak kita harus hati hati dalam berurusan dengan pihak pemerintahan terutama masalah legalnya. untuk sekolah rendi ini besok saya akan mendatangi sekolah asal dia." kata sebastian
" ya sudah besok kamu datang lagi kesini." jawab vian
" siap pak, kalo begitu saya permisi dulu." kata sebastian
setelah sebastian pergi vian pergi ke butik menemui lily.
" eh papah.. udah selesai ketemu sama sebastiannya." kata lily karena tadi vian memberikan kabar bahwa dia mau ketemu sebastian dalam perencanaan Rusun dan sekolah rendi
" sudah yank.. mamah masih sibuk ya." jawab vian sambil memeluk istrinya yang sedang duduk di kursi dan menxium keningnya
" ih papah malu nanti dilihatin orang, ini sudah kok pah, ini lagi beres beres biar kita bisa pulang." jawab lily
lily sudah siap untuk pulang, lalu dia mengajak vian untuk pulang ke rumah. 15 menit perjalanan mereka sudah sampai di rumah. mereka pun langsung masuk ke kamar untuk mandi dan berganti pakaian lalu sholat ashar berjamaah. vian pun mencari devan, dia mencari di kamarnya dan ruangan bermain gak ada. vian pun turun ke bawah dan pergi ke taman mencari devan.
orang yang dicari lagi asyik bermain sama kakeknya pak bowo ditemani lilis. devan melihat sang ayah datang " papah udah pulang, main sama aa ya." kata devan
" iya aa, tadi papah cariin aa, eh disini lagi main sama kakek." jawab vian, lalu mereka main kejar kejaran, ayun ayunan. " pah, aa udah bisa berenang lho. kita berenang yu." kata devan
" iya ayo, siapa takut." jawab vian, walaupun tadi sudah mandi ia gak mau bikin anaknya kecewa
devan pun berlari menuju kolam renang sambil membuka bajunya, vian pun mengejar anaknya itu khawatir kenapa kenapa.
" ayo pah lompat, aa sudah bisa berenangkan." kata devan. vian pun mebuka bajunya lalu melompat ke kolam renang. sudah hampir 30 menit devan dan vian berenang, lily pun datang kesana
__ADS_1
" papahkan udah mandi kenapa berenang, terus kenapa berenang pake celana gitu." tanya lily
" tadi papah di dorong sama aa mah. jadi papah berenang." jawab vian
" gak mah, papah bohong, papah sendiri yang nyebur." kata devan, vian pun menghampiri devan supaya menjahili ibunya. vian dan devan menyiramkan air ke lily.
" ini anak sama bapak aama sama jahil ya." gerutu lily sambil menghindari air siraman dari suami dan anaknya. devan tertawa bahagia.
setelah itu vian mengajak devan untuk menyudahi berenangnya karena sudah lama dan sore. vian pun mandi lagi, sedangkan devan dibawa lilis untuk dimandikan. lily menyusul vian ke kamar disana vian sudah mandi dan berganti baju.
" papah kan cape, udah gitu tadi sudah mandi ngapain lagi sih berenang." kata lily
" iya mah, tapi papah gak mau kehilangan moment aa kecil, kita kan gak selamanya ada di rumah dan bisa nemenin dia." jawab vian, mendengar penjelasan dari vian, lily sangat bahagia dan bangga memiliki suami yang perhatian sama keluarga.
lily pun memeluk suaminya itu, moment itu tidak disiasiakan vian, vian ******* bibir lily, lily pun mengimbangi dengan membalas ******* bibir vian. lagi asyik asyiknya terdengar suara pintu kebuka, mereka berdua segera melepaskan bibir dan pelukannya. " mah, pah lagi apa, kok bengong gitu lihat aa." kata devan
" emang papah gak bisa pake baju sendiri." jawab devan
" aa kita sholat magrib yu di mushola." kata vian mengajak devan dan mencairkan suasana, mereka pun pergi ke musholla. setelah sholat mereka menuju runag makan, di ruang makan terasa sepi karena ibu asih, pak adi, dan kakek nenek vian pulang ke kampung. karena kecapean bermain setelah makan devan tidur. lily dan vian pun berajak ke kamar untuk istirahat. vian menggoda lily untuk melanjutkan permainan yang terhenti akibat devan masuk.
vian ******* bibir tipis nan manis, karena aktivitas lily tidak leluasa akibat ada baby di dalam perutnya hanya bisa membalas ******* vian, ******* nikmat lily pun terdengar sehingga menambah gairah vian. satu persatu pakaian mereka pun terbuka dan terjadilah pergulatan suami istri dengan cucuran keringat, setelah mereka mencapai puncaknya bersama sama, vian mengecup kening lily, " papah sangat sayank mamah, makasih." kata vian, " sama sama pah, mamah juga sayank papah." jawab lily mereka berpelukan dibawah selimut.
keesokan paginya setelah mandi dan berpakaian santai vian pergi ke balkon, duduk di sofa dan membuka laptop untuk memeriksa laporan keuangan, perencanaan perusahaan perusahaan di bawah livi group, vian memang meminta daily report ke para direkturnya. lily menyerahkan air teh manis panas. setelah itu dia pergi lagi masuk ke kamar untuk rebahan dikasur. sambil menikmati air teh vian.
jam 6 pagi dia beranjak pergi ke kamar,melihat lily tidur dia pun pergi ke taman sambil berolah raga ringan, dirasa cukup dia duduk di gazebo membuat kopi dan merokok karena tadi di balkon dia tidak bisa merokok. dan memikirkan rencana usaha atau pengembangan usahanya.
vian duduk di gazebo hampir 2 jam, vian masuk ke rumah dan pergi ke kamar untuk berganti pakaian karena mau ke temu sama orangtua rendi dan sebastian. lily juga bangun dan dia langsung ke kamar mandi dan berganti pakaian untuk pergi ke butik.
__ADS_1
setelah sarapan vian dan lily pergi ke ruko. lily ke butik sedangkan vian mengontrol toko dan cafe, disana vian menanyakan kondisi toko dan cafe, hambatannya, apa yang akan dikembangkan kedepannya. di toko sudah ada produk olahan dari pabrik LA, vian pun menanyakan respon konsumen dan penjualannya.
vian duduk di cafe menunggu kedatangan orangtua rendi dan sbastian. vian mendapatkan telepon dari pak daryat bahwa Dinas pemukiman mau ketemu untuk membicarakan lahan. vian menyuruh pak daryat supaya ketemu dengan kepala dinas itu di cafe saja karena dia ada kepentiangan lain.
jam 10an rendi dan orangtuanya datang vian menyurh keduanya duduk dan memesankan minuman dan makanan. " bagaimana pak sehat." kata vian
" alhamdulillah pak sehat, berkat bantuan bapak saya dan istri bisa berobat. o iya pak kata rendi bapak mau ketemu saya ada hal apa ya." kata Ujang orang tua rendi
" mungkin bapak sudah mendengar dari rendi. bahwa saya berencana untuk mempekerjakan bapak di Ruko ini meliputi butik, toko, cafe. ini sebagai tenaga kebersihan dan tidak menutup kemungkinan bisa naik ke level lebih tinggi kalo kinerja, kedisiplinan, terutama kejujuran bapak bagus. kalo boleh tau pendidikan napak terakhir apa ya?, dan apa tawaran ini bapak terima.?" kata vian
" saya lulusan SMK otomotif pak, atas tawaran bapak saya mengucapkan terima kasih, saya sangat bersedia." jawab ujang
" syukur kalo begitu, seperti yang saya bilang tadi kalo kinerja dan kejujuran bapak itu minta saya, sesuai pendidikan bapak bisa saja nanti kerja di bengkel saya. karena permasalah yang satu sudah selesai sekarang saya akan menanyakan lagi ke rendi apakah rendi mau sekolah lagi." tanya vian
" saya mau pak, tapi apakah saya bisa karena saya sudah lama tidak sekolah." jawab rendi
" untuk urusan itu saya sudah meminta teman saya untuk mengaturnya sebentar lagi dia datang untuk menanyakan rendi dulu sekolah dimana." kata vian, tak lama sebastian datang dan langsung mengobrol dengan rendi dan orang tuanya. setelah tau sekolah rendi dan data dirinya, sebastian langsung izin pamit untuk pergi ke sekolah rendi dulu.
" sekarang apa bapak mau langsung kerja atau besok." kata vian
" sekarang aja pak, lagian audah siang kalo saya keliling cari rongsokan juga." jawab ujang
" setelah bapak bekerja disini saya harap bapak tidak keliling lagi cari rongsokan, tapi jika disini ada barang yang sudah tidak terpakai dan bisa bapa jual itu silahkan." kata vian
" baik pak, sekali lagi saya mengucapkan terimakasih." jawab ujang
vian pun memanggil riki dan mengenalkan rendi dan pak ujang bahwa dia akan belerja di ruko sebagai tenaga kebersihan. riki pun membawa pak ujang untuk diperkenalkan kepada karyawan lain dan memberitahukan apa saja yang harus dikerjakan.
__ADS_1
jam 11an pak daryat datang, setelah basa basi pak daryat menyerahkan site plan, Perencanaan Pembangunan Rusun sambil menunggu dari dinas.