Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Menjelaskan apa yang dipermasalahkan


__ADS_3

Vian menyalakan rokoknya lagi, dia ingin meredam emosinya.


" sudah saya suruh mereka datang ke pabrik PBN pak, mereka bilang 30 menitan sampai." kata pak bupati


" saya hanya ingin menjelaskan saja apa yang mereka permasalahkan, terlepas itu mereka enggak kebagian jatah atau pemasukan ke mereka, supaya mereka juga tau kita membuka usaha tidak hanya sekedar buka." kata vian


" papah jangan terbawa emosi ya..." kata lily sambil memeluk vian. Terdengar suara sirene mobil polisi menuju ke pabrik PBN tak lama datang di depan pabrik LA datang mobil tentara. Karyawan LA yang mendengar terjadi keributan di pabrik PBN pun sudah berkumpul di depan.


" pak anggota pak endris sudah ada di depan, tapi itu pak karyawan LA mau pergi kesana juga." kata opik


" iya sudah saya kesana." kata vian


" benarkan kata saya, solidaritas karyawan Livi group otu luar biasa." kata pak Bambang


" kami ikut kesana pak." kata pak gubernur, pak bupati dan pak menteri


" papah pergi dulu ya, kalian disini aja." kata vian


" iya pah hati hati ya." kata mereka. Sampai di depan vian melihat karyawan LA sudah berkumpul.


" kalian mau pada kemana ini." kata vian


" ke pabrik PBN pak," teriak mereka


" udah kalian kerja lagi, biar saya yang kesana. Terimakasih atas aolidaritas kalian. Tapi ini masih bisa saya atasi dengan pihak kepolisisan dan pak endris." kata vian

__ADS_1


" baik pak. Tapi kalau butuh bantuan kita, kita akan selalu siap pak." kata karyawan


" baik, kalian konsentrasi ke kerjaan kalian saja. Udah sekarang bubar." teriak vian... para karyawan pun membubarkan diri mereka pun kembali ke posisi mereka masing masing.


Vian pun bersama pak menteri, pak bambang, pak gubernur dan pak bupati pergi dengan naik mobil pak bupati sama pak gubernur. Endris bersama vian, pak bambang dan pak menteri UMKM naik mobil endris.. Mereka pun pergi menuju ke pabrik PBN, mereka melaju tanpa hambatan karena di depan ada 2 truk tentara. Hanya 5 menit mereka telah sampai, di depan pabrik sudah banyak orang yang melihat dan di area pabrik karyawan telah mengepung para pembuat onar dan sudah pada babak belur kalau tidak dihentikan polisi mungkin akan ada yang tewas. Vian dan endris pun turun terlebih dahulu mereka diberbantu oleh anggota endris membuka jalan, vian meminta pak bambang, pak gubernur, pak menteri dan pak bupati jangan dulu keluar karena takut akan terjadi kehebohan lain. Yang menonton pun menjadi heboh karena kedatangan mobil tentara itu. Dan bertanya tanya siapa pemilik perusahaan sehingga bisa mendatangkan tentara.


" siang pak vian, pak endris. Maaf akan terjadi hal seperti ini di lingkungan, kami akan bawa mereka ke polsek pak." kata pak heri


" siang juga, jangan dulu, saya akan menanyakan terlebih dahulu kenapa mereka melakukan hal ini, apa permasalahannya, saya akan menjelaskan apa yang dipermasalahan mereka supaya tidak terjadi kesalahpaham untuk yang lain juga. Saya minta untuk karyawan PBN tolong mundur dulu, dan silahkan kalian bekerja seperti biasa, disini sudah ada tim dari polsek dan anggota tentara. Silahkan kalian bubar dengan tertib." kata vian


" baik pak." kata mereka, mereka pun mundur dan kembali ke tempat mereka bekerja.


" tadi susah banget mereka disuruh masuk, eh sama pak vian mereka nurut." kata pak heri


" siapa yang merasa bisa mewakili dari kalian untuk menjelaskan apa yang menjadi masalah, sehingga kalian membuat onar di perusahaan saya." kata vian, vian pun menyuruh pak andi untuk mengeluarkan pengeras suara. Tak lama pak bambang, pak menteri, pak gubernur dan pak bupati pun turun dan langsung ke area pabrik PBN dengan di kawal dari polsek. Orang orang yang menonton pun lebih heboh lagi dengan kehadiran mereka mereka ini.


" ayo jawab, kalian punya telinga kan, kalian sok jadi jagoan." kata endris membentak mereka


" ayo jawab, punya mulut kan kalian ini." kata anggota endris, tak lama ada yang mengangkat tangannya, lalu diauruh berdiri sama anggota endris.


" silahkan kamu bicara, biar orang yang melihat ini pun menjadi tau masalahnya. siapa nama kamu dan berasal darimana." kata vian


" saya cecep pak, saya dari desa CH, kami datang kesini karena limbah dari pabrik ini mencemari lingkungan, jadi kami warga ingin meminta konpensasi atas pencemaran itu." kata cecep


" kamu itu bukan mau minta konpensasi tapi kamu itu mau memeras kalau dilihat dari perkataan kamu, ini desa SA, dan desa CH itu jauhnya puluhan kilometer, dan kalaupun mau minta konpensasi masalah limbah pertama warga lingkungan sini, terus dari sisi lokasi pun lokasi CH adanya sebelah kiri sungai itu, masuk akal enggak limbah sampai ke daerah kamu." kata pak heri

__ADS_1


" kami mewakili warga desa ini pak, karena mereka takut terintimidasi kedepannya." kata cecep


" oke biar jelas semuanya, pak.heri saya minta tolong panggilkan warga sekitar sini sama kepala desanya." kata vian


" siap pak saya akan suruh anggota untuk memanggil mereka." kata pak heri


" untuk warga sekitar sini pak, ada karayawan yang bekerja disini." kata pak andi


" iya udah panggil, jadi pak panggil kepala desa saja dulu." kata vian. Tak lama datang dari dinas lingkungan hidup, mereka pun langsung memberikan salam ke pak bambang, pak menteri, pak gubernur, dan pak bupati lalu kepada vian dan pak andi.


" maaf pak kami telat, tadi sedikit macet dijalan." kata kepala dinas lingkungan hidup


" enggak apa apa pak, maaf membuat bapak repot, ini ada warga yang protes katanya limbah pabrik PBN mencemari lingkungan, disini ada warga yang melihat dan ada juga wartawan, supaya tidak terjadi masalah kedepannya dan dipermasalahkan maka saya mengundang bapak supaya bisa memberikan penjelasan permasalahan ini. Saya juga enggak mau kedepannya menjadi polemik, disini saya juga akan membuka data dan fakta bagi wartawan dan warga yang ingin mengetahuinya jangan sampai hal ini terulang lagi." kata vian


" pak ini karyawan dari warga sini." kata pak andi


" terimaksih pak, sebutkan nama kamu, asal dan saya minta tunjukan kartu identitas kamu, kata pak cecep ini, warga disini takut meminta konpensasi masalah pencemaran lingkungan jadi mereka datang kesini mewakili warga disini." kata vian


" baik pak, terimakasih, nama saya Burhan warga desa SA ke etulan rumah saya tidak jauh dari lokasi pabrik ini pak. Ini kartu identitas saya." kata burhan, dia membuka dompetnya dan mengelyarkan kartu identitas miliknya


" silahkan wartawan atau warga yang ingin melihat keabsahan kartu identitas pak burhan jangan jangan orang luar daerah ini, saya disini akan menjelaskan dengan data dan fakta yang ada ya." kata vian. Menyerahkan kartu identitas ke wartawan, warga, polisi dan tentara. Pak gubernur dan pak bupati serta kepala dinas LH pun melihatnya. Mereka pun mengakui keabsahan kartu identitas tersebut


" disini kamu bicara bukan sebagai karyawan PBN tapi sebagai warga, jangan takut kamu akan dipecat bicara saja sesuai dengan fakta, apakah ada warga di sekitar sini yang keberatan adanya pabrik PBN dan apakah limbah dari PBN menyebabkan pencemaran ke lingkungan pak burhan." kata vian


" saya belum mendengar ada keluhan dari warga lain masalah pencemaran dari PBN ini pak, baik pencemaran tanah ataupun air minum, dan bicara masalah keberadaan pabrik PBN warga malahan bersyukur pak, karena setidaknya warga dari lingkungan sekitar bisa bekerja baik di perusahaan ini ataupun mereka bertani yang hasilnya mereka jual ke PBN dan ke pabrik LA, jadi apa yang dibilang tadi saya rasa itu mengada ada saja, jujur saja pak saya dulu enggak punya pekerjaan mungkin saya bisa dibilang lebih parah dari mereka, saya sampai dianggap sampah masyarakat pak dikucilkan sama mereka, tapi setelah saya mendapatkan pencerahan dari bapak dan bapak pun mau menerima saya walaupun disini saya karyawan bawah lah, tapi saya bangga, keluarga bangga saya mau berubah dan memiliki pekerjaan tetap yang halal, dan dulu sebagai sampah saya alhamdulillah sekarang saya dihargai, jujur disini saya katakan, saya belum berterimakasih kepada bapak atas bantuan bapak mau menerima saya bekerja disini." kata burhan

__ADS_1


__ADS_2