Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Kelucuan Devan


__ADS_3

Mereka pun mendatangi ibu ibu mereka,


" mah, aa lapar, aa belum makan." kata devan


" kenapa enggak minta sama lilis makannya." kata lily


" aa mau makan sama apa sayang." kata astrid


" sama daging, sama sosis aja." kata devan


" sama sayur sop ya supaya aa kuat." kata astrid


" iya boleh mah." kata devan, pada saat itu shinta datang ke area minuman.


" tante shinta, suapin aa ya, aa mau makan. Sama mamah lily enggak dikasih." kata devan


" itu kan sama mamah astrid mau diambil makanannya." kata lily


" kasian mah, mamah astrid lagi hamil adik aa, mamah tega." kata devan, yang ada disitu ketawa melihat aksi devan


" memang enak dibilang begitu sama anaknya." kata bu retno


" terus aa mau sama siapa jadinya makannya." kata lily


" tante shinta aja," kata devan


" iya udah sini sama tante, aa mau makan apa." kata shinta sambil mengambil makanan


" aa hebat, aa tau aja yang cantik." kata pak bambang


" iya nih saya bakalan punya anak kembar lagi kalau begini pak." kata bu retno


" saya sama pak gubernur siap jadi saksi deh." kata pak bambang, vian dan shinta hanya terdiam mendengar omongan tersebut


" jadi kapan bu lily mau diresmikan." kata pak bambang


" iya harus ada izin dari yang pertama, kedua dan ketiga biar resmi." kata pak gubernur


" kartu keluarga pak vian bakalan berubah lagi dong pak, ada kan blangkonya, pasti untuk pak vian harus 2 lembar, lembar pertama untuk isteri, lembar kedua untuk anak." kata pak bambang


" perlu di uji kelayakannya dulu pak, sama atur jadwal kalau begitu." kata lily


" itu gara gara kamu minta kamar di perbesar" kata bu retno


" tuh bu masa pak vian aja mau nambah bapak belum." kata pak bambang


" itu masih banyak nasi nambah aja." kata ibu sisil sambil cemberut


" saya mau buat toko jamu kuat ah di ruko." kata pak bambang


suasana makan itu menjadi hangat tidak terlihat ada perbedaan antara pejabat dan warga. Gara gara devan yang membuat suasana seperti itu.


" oh iya bu di cafe coba jual jagung bakar setiap akhir pekan. Sama toko yang di depan sudah fungsikan sebagai toko swalayan saja." kata vian mengubah topik pembicaraan


" ide bagus tuh, nanti ibu telepon hilda kalau begitu." kata ibu retno


" sama minta tolong kesiapa ya, cari bebek bebekan untuk di danau buatan itu untuk menarik pengunjung juga." kata vian


" itu bapak ada temen yang membuat permainan air dan perlengkapan wisata, nanti bapak telepon perlu berapa." kata pak bowo


" 7 aja pak." kata vian

__ADS_1


" terus siapa yang akan menjalankannya." kata pak bowo


" bisa menyuruh pak agus pak." kata vian


" oke nanti bapak telepon teman." kata pak bowo


" jadi masuk ke omzet restoran ya vian." kata bu retno


" enak aja, masuk ke dompet isterinya lah, kecuali ibu yang ngemodalin terus ibu sewa danaunya ke lily." kata lily


" kamu perhitungan banget sih anak ilang ibu ini." kata bu retno


" mulai deh kumat tom and jerrynya." kata pak bowo


" iya pak aku mau test DNA sama ibu." kata lily


" ih mamah sama nenek ribut aja kaya anak kecil." kata devan


" aa sama aja bukannya belain mamahnya." kata lily memasang wajah sedih


" mamah kata ibu guru, enggak boleh melawan orang tua, dosa." kata devan


" anaknya aja tau." kata ibu retno


" emangnya apa dosa itu, aa tau enggak." kata lily


" tau, biar papah yang jelasin kalau mamah enggak tau." kata devan cuek. Orang yang ada disana ketawa melihat tingkah devan


" gayanya, bos kecil ini." kata pak adi


" luar biasa ini cucu kakek." kata pak bowo


" mamah kalau sudah tau, mamah harus minta maaf sama nenek, kalau nenek enggak maafin mamah, mamah kasih hadiah." kata devan


" minta uangnya dong aa, mamah enggak punya soalnya." kata lily


" tenang mah aa kasih, aa minta dulu sama papah ya." kata devan. Mereka pun tertawa atas kelucuan devan ini.


" jiwa jadi pemimpinnya sudah ada tuh, tinggal di asah dan diarahkan aja." kata pak gubernur


" enggak tau dia belajar dari mana," kata vian geleng geleng


" itu diturunkan dari sifat papah." kata lily


" mamah, enggak boleh marah sama papah dosa tau." kata devan


" terus mamah harus gimana dong." kata lily


" masa gitu aja mamah enggak tau, minta maaf ke papah." kata devan, lily pun menghampiri vian menyalaminya lalu mencium pipinya.


" mamah sama papah pergi ya a, boleh." kata lily


" boleh, kan ada mamah astrid sama mamah dilla." kata devan


" mamah astrid sama mamah dilla juga sama pergi." kata lily


" iya udah pergi aja, kan masih ada tante shinta sama nenek dan kakek." kata devan


" papah sama mamah mau pergi beli mainan, aa enggak dibeliin." kata lily


" enggak boleh jahat sama anaknya mah dosa." kata devan, mereka yang hadir diaana pun ketawa melihat tingkah lucu devan

__ADS_1


"terus mamah harus gimana." kata lily


" mamah harus beliin aa mainan supaya aa maafin mamah." kata devan


" aa sayang enggak sama mamah." kata lily


" sayang semuanya." kata devan


Setelah mengobrol, teman teman vian pun pamitan pulang, vian pun menyalakan rokoknya, lily bilang kalau mau belanja kosmetik di LCI bilang saja teman teman pak vian manti dikasih discount deh.


" pak bambang, pak gubernur, vian kita pamit ya, mau ke rumah mertua nih." kata endris


" iya bro makasih ya, besok kit ketemu di kantor imigrasi jam 9an." kata vian


" iya bro makasih ya." kata endris, mereka pun bersalaman lalu pergi pulang.


" kalau begitu saya juga pamit pulang, terimakasih atas jamuannya dan segalanya." kaya pak gubernur


" iya pak bu, jangan kapok saja ya kalau kita sering kesini."kata ibu zahra


" enggak kok bu, kami.malahan seneng apalagi devan tuh dia jadi ada teman main." kata lily, mereka pun mengantar pak gubernur pulang, vian, isteri, orang tua dan mertuanya serta pak bambang melihat pembangunan mess dan kamar tamu.


" benar benar cepat pembangunannya ya, kualitas bangunan dan designnya bagus." kata pak bambang


" iya pak, saya juga enggak nyangka secepat ini." kata vian


" ini yang mengerjakan tim L-Pro pak sama interiornya juga." kata pak bambang


" betul pak, alhamdulillah L-Pro memiliki tim design interior sendiri." jawab vian


" bagus ini pak, saya suka." kata pak bambang


" 1 buat kita ya bu disisakan khusus." kata ibu sisil


" siap bu, nanti tagihannya menyusul ya." kata lily sambil tersenyum


" siap, atur saja." kata ibu sisil


" pak maaf ini pintunya pakai kunci biasa atau pakai kartu kaya di hotel." kata lily


" bagusnya pakai kartu aja pah, supaya kelihatan exclusive." lanjut lily


" kami ikut permintaan bapak sama ibu aja." kata pekerja disana


" iya pakai kunci kartu saja pak, tolong bilang sama pak daryat ya." kata vian


" baik pak, nanti saya sampaikan." jawab pekerja tersebut.


Setelah itu mereka pun masuk ke dalam rumah, pak bambang dan ibu sisil pamit pulang. vian pergi ke gazebo dan membuat kopi lalu menyalakan rokoknya. Sambil menikmati waktu sore hari. Tak lama lily datang bersama shinta


" pah, mamah ijin ya sama dilla mau mencari tempat untuk ulang tahun astrid akhir pekan depan, sekalian anterin shinta juga." kata lily


" iya udah, papah dirumah aja ya, papah cape soalnya." kata vian


" iya enggak apa apa pah, papah kan mau ke surabaya juga dan jagain astrid ya, bilang aja kita berdua ke kantor." kata lily


" iya udah, sama pak edi dan haris kan." kata vian


" iya pah." kata lily


Shinta pun pamitan, mereka pun pergi, vian meminum kopinya dan merokok. Tak lama astrid datang menanyakan lily dan dilla.

__ADS_1


__ADS_2