
Pak menteri, pak Gubernur dan pak Bupati sudah berlomba melempar kail pancingan ke kolam ikan.
" saya dapat. Saya dapat..." teriak pak menteri semangat sambil menarik kailnya.
" hebat benar pak menteri ini." kata pak gubernur
" ayo pak, bapak pasti bisa..." kata ibu zahra dan bu siska menyemangati suami mereka
mendengar teriakan bapak bapak, devan, akbar dan azka pun datang kesana melihat yang sedang mancing
" papah aa juga mau mancing." kata devan
" sini aa, sama kakek." kata pak adi, devan pun pergi kesana, devan memegang joran pak adi yang belum dapat dari tadi.
" kakek... Kita dapat ikan..." kata devan
" hebat benar kamu a, kakek dari tadi belum dapat, kamu baru megang udah dapat." kata pak adi, lalu membantu depan menarik kailnya.
" aa hebat banget..." ujar lily
" wah kita kalah sama devan nih." kata pak bupati
" saya juga dapat nih.." kata pak gubernur B sambil menarik kailnya bersama azka.
" nanti bisa dibakar untuk makan malam." kata pak bambang
" ini membuat saya rirex." kata pak menteri
Kegiatan para pejabat di sore itu memancing, sambil mengombrol, becanda, para ibu pun ada yang bakar jagung, nyoba naik kuda dan memerah susu sapi.
" ini liburan yang sederhana tapi bermakna ya." kata pak gubernur D
" betul pak gub, ini luar biasa bisa merasakan alam. Pak vian tolong jangan di ganggu alam disini ya, saya sangat suka." kata pak menteri
" insyaAllah pak, makanya saya menyuruh opik membeli lahan disekitaran sini bukan untuk gaya gayaan semata, tapi setidaknya saya bisa mempertahankannya, kalau lahan itu masih milik orang lain saya enggak akan bisa berbuat apa apa. Makanya saya juga minta tolong ke pihak pemerintahan supaya biaa membatasi peralihan fungsi terutama disini, kami tim LA bekerjasama dengan pencinta alam dalam melestarikan lingkungan disini." kata vian
" saya setuju pak, saya percaya ke pak vian untuk hal itu, kalau bisa blok disini dibeli semua pak, saya dukung, kalau ada yang mau jual dan LA belum bisa beli, nanti hubungi saya saja siapa tau saya ada rezeki." kata pak menteri
" iya pak ibu setuju tuh, nanti kalau anak anak kembali dari luar ajak kesini pak." kata ibu Nurlaela
__ADS_1
" pak vian di karawang aja beli lahan pesawahan 15 hektar pak untuk supply ke PBN." kata pak gubernur D
" oh iya minggu depan saya mau ke daerah C pak, barangkali pak vian mau ikut." lanjut pak gubernur D
" oh iya pak, mau ikut enggak ke kampung asal saya. Saya mau antar kakek dan nenek mumpung masih sorean, nanti malaman kembali lagi kesini." kata vian
" boleh tuh pak, saya jadi ingin tau kampung halaman pak vian." kata pak menteri
" iya nih mumpung disini." kata pak gubernur B
" iya sudah kalau begitu kita siap siap." kata vian, mereka pun pergi ke kamar masing masing untuk siap siap. Setelah siap semua mereka pun pergi dengan menggunakan minibus dengan patwal di depan. Mereka semua pun ikut ke kampung halaman vian
" nanti malam mau makan dimana pak." kata vian
" di tempat makan waktu itu aja pak, coba pak bupati kalau malam bisa enggak disana." kata pak gubernur D
" siap pak gub, saya suruh ajudan untuk menanyakannya." kata pak bupati. Di perjalanan vian menunjukan lokasi perumahan livi regency dan sekolah yang dibangun livi group.
jam 4.47 menit mereka sampai di kampung halaman vian, mereka istirahat dulu di villa, karena kakek dan nenek vian mau langsung ke rumahnya, vian meminta pak dede mengantarkannya kesana, orang tua dan mertua vian serta shinta kesana, lily, astrid dan dilla menemani di villa
" ini benar benar saya disuguhkan dengan suasa alam luar biasa, masih bisa mendengar suara burung di alam bebas. tenang benar hati ini." kata pak menteri
" pah kita enggak menginapkan disini, soalnya kalau menginap nanti shinta hamil lagi." kata lily
" repot bu, astrid dan dilla 2 bulanan lagi melahirkan, nanti saya masa disuruh ngurus bayi enak aja." kata lily
" jadi gitu nih mbak." kata astrid dan dilla
" iya, kalau papah ke luar kota siapa yang menemani, masa cari sekretaris baru lagi bisa gawat." kata lily
" terus hubungan dengan tempat ini apa dengan kehamilan." kata ibu nurlaela
" saya dulu pulang dari sini langsung hamil devan dan de qinar juga sama, astrid dan dilla pun hamil setelah pulang dari sini bu." kata lily
" iya sudah sekap aja pak viannya pisahkan dari ibu shinta." kata pak menteri
" iya kita pulang ke villa LA, disini kan enggak nyaman juga." kata vian
vian menyuruh marni untuk membuat kopi dan susu panas, dia pun pergi ke gazebo di belakang. Pak bambang dan yang lainnya juga ikut kesana. Vian duduk terpisah, dia pun menyalakan rokoknya, ibu nurlaela melakukan video call dengan anak anaknya yanh sedang sekolah di luar. mereka pun para ibu asyik berphoto.
__ADS_1
Di rumah kakeknya vian banyak tetangga yang datang mengunjungi, ibu ningsih pun memperkenalkan menantu barunya kepada tetangga.
" beneran si vian punya isteri 4." kata tetangga disana
" iya masa bohongan, yang 3 kan sudah pernah di bawa kesini jga sekarang di rumah sana sedang menemani para isteri pejabat." kata ibu ningsih
" pejabat apa bu." kata tetangga kepo
" isteri ketua dewan, isteri menteri, isteri gubernur dan isteri paka bupati." kata bu ningsih
" enggak nyangka si vian bisa punya isteri 4 dan berteman sama para pejabat." kata tetangga
" iya ya isterinya vian cantik cantik lagi." kata tetangga lainnya, neneknya vian pun membagikan kenang kenangan yang dibeli waktu umroh kepada para tetangga
" suruh kesini dong bu, biar kita juga bisa bertemu sama pejabat." kata tetangga. Ibu ningsih pun telepon vian menyuruh datang ke rumah kakeknya. Vian pun menyuruh pak dede menjemput mereka di villa.
" maaf ya nak shinta dan ibu, rumah kami seperti ini." kata kakek hardian
" enggak apa apa kek, rumah saya aja jelak kok." kata shinta
" iya kek, nek, rumah kami saja jelek." kata bu anita. Tak lama minibus datang, vian membawa para pejabat turun. Para warga disana menjadi heboh mereka pun meminta berphoto bersama.
" maaf ya merepotkan bapak bapak." kata vian
" enggak masalah pak, seperti sama siapa saja." kata pak menteri
" habisnya mereka katanya mau bertemu pak, mumpung bapak bapak berkunjung kesini, selama ini mereka hanya melihat di televisi." kata bu ningsih, dia merasa bangga karena bisa menunjukan kepada tetangganya dulu dan membuktikan bahwa anaknya bisa sukses.
" sama sama ibu, enggak masalah sama sekali, malahan kami senang bisa bertatap muka dan bersilaturahmi seperti ini apalagi dengan tetangga seorang yang hebat dan sukses." kata pak menteri
" ini isterinya vian kan." kata salah satu ibu tetangga disana
" iya bu saya isterinya vian." kata lily
" saya juga bu." kata astrid dan dilla memperkenalkan diri
" terus anaknya mana bu." kata tetangga lainnya
" itu bu anak pertama dan yang di gedong." kata lily
__ADS_1
" wah cakep dan cantik ya anaknya vian." kata para tetangga
para pejabat pun menerima ajakan berphoto warga satu persatu.