Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Proyek Viastri Cafe


__ADS_3

setelah memfixkan design dan anggaran, vian langsung mengirimkan uang ke rekening astrid. vian juga memberitahukan ke astrid bahwa dia sudah memfixkan design dan anggarannya. vian juga sudah mentranfer uang ke rekeningnya dengan memberikan bukti transfer.


vian melakukan ini bukan hanya sekedar ingin menikahi astrid tapi dia melihat seberapa peluang usaha yang ada disana


selesai merokok vian pamitan kepada shinta karena dia mau pergi. dia menyuruh pak edi untuk pergi ke ruko. diperjalanan dia menghubungi lily


" mah mau makan siang dimana, papah ini jalan kesana ya." kata vian


" aku pengen makan di restoran yang biasa pah. mamah tunggu disini ya." jawab lily


" iya sayank ini papah udah di jalan." kata vian


47 menit perjalanan dari kantor LNI menju ruko, akhirnya vian sampe dan langsung telepon lily


" sayank papah udah sampai nih." kata vian


" iya udah , mamah turun ya." jawab lily dan mematikan telepon. setibanya dibawah lily langsung menuju mobil dan masuk. setelah itu menyuruh pak edi untuk pergi ke restoran biasa lily kunjungi. setelah menempuh 30 menit perjalanan mereka sampai di restoran.


...****************...


Astrid sudah mendarat di bandara, karena membawa barang bawaan jadi dia menunggu bagasi terlebih dahulu. setelah mendapatkan barang barangnya, astrid keluar bandara dan menelepon dilla bahwa dia sudah ada di pintu kedatangan. astrid dan dilla bertemu di tempat tunggu penumpang, astrid memasukan barang bawaan ke mobil dilla lalu mereka pergi ke rumah astrid.


astrid melihat handphonenya ada pesan masuk dari vian. lalu mengecek saldo rekeningnya


" dill, mas vian udah memfixkan design sama pengajuan anggaran pembangunannya. dua juga udah transfer ke aku uangnya." kata astrid


" wah jadi besok udah mulai pengerjaannya dong." jawab dilla


" iya kamu tanya mas bayu aja, berapa yang harus dibayarkan terlebih dahulu, nanti aku transfer ke dia." kata astrid


" mas vian benar benar serius ya trid, aku jadi kagum sama dia." kata dilla


" iya, makanya aku suka, pemikirannya, perencanaannya, analisa bisnisnya luar biasa." jawab astrid


" trid beneran kamu mau nikah sama mas vian." kata dilla


" insyaAllah, tapi kayanya kita nikah siri dulu dil, tapi gak apa buat aku nikah siri juga. aku yakin mas vian gak cuma main mainin aku aja, buktinya dia mau investasi buat usaha ini." jawab astrid


" tapi kamu udah mikirin konsekuensinya, kaya waktu dan lain lain." kata dilla


" udah dil, dan itu selalu mas vian bilang jangan sampai aku menyesal." jawab astrid


" o iya ini mas bayu udah kirim berapa yang harus dibayar terlebih dahulu sama no rekeningnya." kata dilla sambil melihatkan pesan dari bayu. astrid langsung transfer dan menyuruh dilla untuk mengirim bukti transfernya ke bayu


tak lama mereka pun sampai di rumah, astrid menurunkan barang barangnya disana sudah di sambut sama ibunya.


" kamu sudah selesai urusan di balinya nak." kata ibu asti


" udah bu, besok renovasi buat usaha sudah dimulai bu, jadi aku sama dilla harus mantau juga." kata astrid

__ADS_1


" memang uangnya ada nak." kata ibu asti


" sudah ada bu, tadi mas vian kirim." jawab astrid


" iya bu tenang aja, ke yang mau mengerjakannya juga sudah di bayar bu." kata dilla


" syukur kalau sudah beres. ibu tenang kalau begitu." jawab ibu asti


" ibu tenang aja mas vian sudah ngurus semuanya. doakan semoga lancar segalanya ya bu." kata astrid


" itu pasti nak, jadi semuanya dari nak vian." jawab ibu asti


" iya bu, mas vian nyuruh aku dan dilla untuk ngelola usaha itu." kata astrid


" hebat kan mas vian itu bu, baru melihat lokasinya aja dia udah langsung exsekusi, benar benar pengusaha. dilla juga jadi mau jadi istrinya." kata dilla sambil becanda tapi serius


" nak vian itu bukannya sudah berkeluarga." kata ibu asti


" iya bu sudah." jawab astrid


" iya gak apa apa kan kalau udah jodoh dan mas viannya bertanggungjawab. aku beneran mau kok bu, susah cari cowok ganteng, mapan kaya mas vian" kata dilla


" wuush kamu ya dil, main nyosor aja, kamu baru kenal sehari aja udah kaya gitu." kata astrid


" iya baru satu hari aja udah gini ya, apalagi kalau kenal lama, klepek klepek kayanya." jawab dilla


" ibu juga lihat walau cuma sebentar nak vian orangnya ramah, bertanggung jawab dan pengertian." kata ibu asti


" iya kalau astridnya mau dan nak viannya mau ibu gak bisa melarang yang penting mereka bahagia." jawab ibu asti


" wah udah dapat lampu hijau tuh trid, tinggal aku nih ngomong sama orang tua aku." kata dilla


" kalian tuh ya. ingat pernikahan bukan untuk dipermainkan." kata ibu asti


" aku serius kok bu beneran." jawab dilla


" kamu nginap disini aja ya dil, nanti sore kan kita ke lokasi buat cafe dan besok kita kesana juga. lagian kita udah lama gak ketemu." kata astrid


" siap nyonya bos, eh istri ke 2. jadi nanti kita harus sowan ke istri pertama." jawab dilla ibu asti dan astrid cuma tersenyum


sore harinya astrid dan dilla pamitan mau ke lokasi cafe karena janjian sama bayu. disana bayu dan timnya sudah menunggu.


" maaf mas bayu kita telat." kata dilla


" gak apa apa mbak, kita juga baru datang kok. makasih ya transferannya sudah masuk, hari ini kita mau masukin barang barang matrial jadi besok pagi kita sudah bisa kerjakan." kata mas bayu


" semakin cepat semakin bagus mas, nanti saya kasih kuncinya ke mas ya." jawab dilla


" iya kalau begitu." kata mas bayu

__ADS_1


" ingatkan kita juga kalau untuk pembayaran termin selanjutnya sudah harus dibayar ya mas." kata astrid


" siap mba, tenang saja, lihat dulu saja pengerjaannya." jawab mas bayu


" ya sudah kalau begitu kami permisi duluan ya mas, besok kami kesini lagi." kata astrid, lalu mengajak dilla untuk pergi cari tempat makan.


astrid dan dilla tiba di tempat makan seafood, disana mereka mengobrol melepas kangen.


" udah lama ya kita gak kaya gini." kata astrid


" iya semenjak kamu kerja di bali, aku juga jarang ke luar rumah semenjak berhenti kerja." jawab dilla


" nanti kita kan akan bersama terus semoga aja proyek Viastri Cafe ini berjalan lancar ya." kata astrid


" aamiin. kamu sama mas vian udaha ngelakuin itu ya." tanya dilla menyelidiki


" belum, kita kemarin cuma sebatas ciuman aja." jawab astrid


" jadi kamu kemarin nginep sama mas vian." kata dilla


" iya, tapi kita gak ngelakuin sejauh itu kok." jawab astrid


" beneran gak, kesempatan kan ada." kata dilla


" mas vian gak mau melakukan itu sebelum ada ijab qobul. walau kemarin aku juga bilang ke mas vian kalau mas vian mau aku ikhlas memberikannya." kata astrid


" beneran kamu mau menyerahkan itu dan mas vian gak mau." kata dilla


" iya, aku serius, jangan bilang kesiapa siapa ya, aku cuma ke kamu aja nih." kata astrid


" rasia di jamin aman bos, sungguh aku jadi tambah suka trid. jarang jarang cowok kaya gitu. apa jangan jangan anunya mas vian gak bisa..." kata dilla


" kamu ya.. punyanya mas vian kuat kok." jawab astrid


" kok kamu tau, katanya cuma ciuman doang." kata dilla


" iya kan kita ciumannya sambil tiduran jadi kerasa lah itunya." jawab astrid malu malu


" coba aja cowok lain ya.. pasti udah dihajar." kata dilla


" iya dil, makanya aku tambah sayang ke dia." jawab astrid


" kamu bakalan ngizinin gak kalau aku jadi istri mas vian." tanya dilla


" iya kalau aku sih ngizinin aja, tapi mas vian mau gak sama kamu." kata astrid sambil tertawa


" pasti mau lah, aku kan lebih cantik dari kamu, terus itu cincin dari siapa." tanya dilla


" ini dari mas vian lah, masa dari cowok lain. kemarin aku jalan ngelihat ini, mas vian beliin ini." kata astrid

__ADS_1


selesai makan mereka pun pulang ke rumah astrid. sesampainya di rumah astrid mandi dan berganti pakaian begitu pula dilla, dia meminjam bajunya astrid karena dia gak bawa pakaian ganti.


__ADS_2