
setelah sholat magrib vian dan keluarga yang lainnya makan malam bersama, pada saat itu HPnya berbunyi, vian mengangkatnya.
" hallo, selamat malam pak." kata pak daryat
" malam juga pak, iya pak ada apa?" jawab vian
" apakah besok bapak bisa hadir ke lokasi proyek untuk melihat pembangunan villa dan kandang kuda barangkali ada yang mau di tambah." kata pak daryat
" emang sudah selesai pak." jawab vian
" sudah 95% pak." kata pak daryat
" InsyaAllah saya usahakan." jawab vian
" aa besok mau ikut papah gak." kata vian
" kemana pah." jawab devan
" ke proyek." jawab vian
" emang sudah selesai vian, kalo sudah besok kudanya dikirim." kata pak bowo
" sudah pak, tinggal beres beres aja. harus disiapkan tenaga perawatnya juga dong pak." jawab vian
" iya nanti bapak akan minta ke orang yang jualnya. biar besok sekalian dilihat apa yang kurang." jawab pak bowo
" ya sudah kalo begitu, besok kita cek." kata vian
__ADS_1
makan malam pun selesai, mereka pergi ke kamar masing masing untuk istirahat
jam 8an vian, devan, lilis, pak adi, dan pak bowo pergi ke proyek L-Pro, jam setengah 10 mereka sudah sampai dilokasi. vian melihat progres pembangunan yang terbilang cepat karena dikerjakan dengan jumlah orang banyak. vian mengejar akhir tahun pembangunan rumah selesai biar karyawannya bisa menempati rumah tanpa harus memperpanjang biaya kontrakan lagi. walaupun proses pembangunan cepat, tapi kualitasnya oke punya. vian melihat pembangunan danau atau kolam juga sudah beres, sedangkan mesjid masih tahap pemasangan keramik. sedangkan villa lagi pengerjaan luar,. vian melihat kandang kuda, track latihan sudah jadi, pak bowo pas datang ke sana sudah melihat kandang kuda terlebih dahulu dan dia telepon orang yang mau mengantarkan kuda dan mencarikan tenaga yang mau ngurusnya juga.
jam 11 an orang yang mengantar kuda datang, pak bowo ngobrol dengan mereka, setelah itu pak bowo membawa mereka ke kandang kuda. devan yang melihat kuda girang, " papah itu kuda siapa." kata devan
" kuda kakek kayanya." jawab vian
" oo.. kirain kuda aa." jawab devan lemas
pak bowo yang mendengar suara cucunya tidak segembira tadi, langsung bicara
" iya itu kuda kakek aa, tapi kakek kan janji sama aa, jadi kuda itu milik aa sekarang." kata pak bowo
" bener kek, itu buat aa, aa seneng, makasih kek." jawab devan, dia pun ceria kembali
" siapa yaaa.... .thunder. bagus kek" jawab devan
" iya aa bagus...." jawab pak bowo
di kandang, thunder kudanya itu seperti sudah dekat dengan devan. penjaga kuda pun memberikan makan, dan memberi tahu bahwa dia bisa merasakan orang yang menaikinya, misal takut, kuda pun akan membuat orang yang naik menjadi takut, devan tanpa rasa takut menghampiri thunder, mengelusnya dan berbicara " thunder kamu istirahat dulu aja ya, kamu habis perjalanan, nanti aa mau nunggangin kamu." kata devan.
" gimana a, aa happy." tanya vian
" happy banget pah. nanti sering sering kesini ya" jawab devan
" iya aa. boleh." jawab vian
__ADS_1
vian pun mengobrol dengan pak asep penjaga kuda, memberitahukan dimana dia tinggal sementara, dan memberikan uang buat sehari hari. vian dan yang lainnya pamit untuk makan siang. devan kelihatan enggan pergi, tapi setelah diberitahukan vian kalo thunder sudah gak cape boleh kesana lagi dan menunggangi kuda tersebut. mereka pun sampai di tempat makan, mereka pun makan dan devan disuapi lilis. setelah makan dan sholat mereka pergi pulang ke rumah.
sampai di rumah devan menceritakan kepada neneknya bahwa ia punya kuda namanya Thunder. tak lama lily datang ke ruang keluarga
" aa udah pulang, mamah dengar aa punya kuda, benar" tanya lily
" bener mah, aa kasih nama thunder." jawab devan bahagia.
setiba dirumah tadi vian pergi ke taman melihat pengerjaan kandang burung. sambil merokok dan membuat kopi di gazebo, vian merasa bahagia karena dia bisa memberikan kebahagiaan pada keluarganya, setidaknya vian melihat anaknya tidak akan merasakan apa yang dahulu ia rasakan. vian melamun sambil minum kopi dan menyalakan kembali rokok. tak terasa waktu sudah sore vian pergi ke musholla, setelah sholat ashar ia pergi ke kamar. lily sedang tiduran, dengan kehamilan kali ini lily kelihat lebih cepat cape dan lelah. vian pergi ke balkon sambil melihat lihat laporan dan perencanaan usaha kedepannya. pribadi vian sendiri sudah merasa puas, akan tetapi vian melihat bahwa masih banyak orang yang membutuhkan pekerjaan dan masih banyak yang perlu dibantu, jadi vian terus memutar otak dan fikirannya. bagaimana cara untuk mengembangkan usahanya dan membuka usaha baru. tak lama ada suara telepon. vian mengangkat telepon itu
" sore pak, maaf ganggu waktunya." kata opik
" iya pik gak apa apa, ada informasi apa pik?" jawab vian
" alhamdulillah pembangunan kandang dan yang lainnya sebentar lagi jadi, pabrik pun sudah 40% maxi.al 2 bulan jadi juga, perizinan juga sudah selesai semua pak, sama mesin mesin produksi diperkirakan sampe pas selesai pabrik. mungkin saya minta arahan dari bapak untuk masalah tenaga kerjanya saja." kata opik
" alhamdulillah kalo seperti itu, karena ini mengenai bahan olahan, kamu dahulukan cari dokter gizi, tenaga ahli lainnya. untuk karyawan level operator itu 2 minggu sebelum mau operasional saja. sama ini pik biar sekalian kamu juga pelajari untuk masalah susu olahan seperti keju, minuman, dan kamu juga buat perencanaan pabriknya kalo bisa biar sekalian saja bangunnya " jawab vian.
" baik pak, dan perlu saya laporkan juga ada beberapa kelompok mengatasnamakan LSM biasa minta jatah. tetapi saya sudah koordinasikan dengan polsek dan desa setempat untuk menindaklanjutinya." kata opik
" itu hal biasa pik. kamu atur aja, kalo mereka cari ribut nanti saya yang hadapi kalo perlu saya bilang ke bupati. o iya pik kamu nanti ke polsek sana ketemu sama kapolseknya tanya saja apa yang bisa kita bantu untuk mendukung kegiatan mereka, ini bukan masalah suap menyuap toh kita juga melakukan usaha disana tidak melanggar hukum. ini bentuk terimakasih kita dan dukungan buat aparat sana, saya belum bisa kesana karena istri masih belum fit bener, yapi kalo memang perlu saya kesana, saya akan usahakan termasuk nanti saya juga akan ke kantor polsek, tapi setelah saya dapat informasi dari kamu pik" kata vian
" ini juga ada dari beberap dinas mau ketemu sama bapak kata mereka ketemu waktu makan siang sama bupati itu. mereka mau menjalin kerjasama dengan perusahaan kita dalam hal program program mereka, misalnya dari dinas perdagangan mereka siap memfasiltasi kita untuk mengikuti pameran produk dan pengadaan mesin mesin produksi. terus dari dinas kesehatan, lingkungan hidup, pertanian." kata opik menjelaskan
" insyaAllh minggu depan saya kesana coba aja kamu atur waktunya minggu depan, itu bagus menurut saya untuk menhembangkan usaha, selagi mereka gak mibta macam macam tapi kalo cuma buat operasinal kasih saja." jawab vian.
" baik pak akan saya sampaikan ke mereka."
__ADS_1
setelah telepon di tutup vian masuk ke dalam untuk mandi sore. lily sedang duduk menonton televisi