
Kesokan paginya seperti biasa vian dan lily berjalan jalan di taman menemani devan, setelah puas bermain vian mengajak devan untuk mandi dan ia ingin dimandikan sama ayahnya. vian pun menuruti keinginan anaknya itu. setelah memandikan devan vian juga bergegas mandi dan berpakaian rapi karena mau bertemu gubernur.
waktu sarapan pak adi bilang bahwa kakek dan nenek vian mau pulang, dan orang tuanya itu mau mengantarkan ke kampung. vian juga tidak bisa memaksa kakek neneknya untuk tinggal di rumahnya. vian menitipkan uang kepada pak adi untuk diberikan kepada kakeknya.
vian pun pamit kepada keluarganya karena mau bertemu dengan gubernur. setelah memberikan kecupan kepada lily vian beranjak pergi dengan di antar edi dan putra. jam 10an vian sampai di kantor gubernur, setelah melati pemeriksaan vian masuk ke ruang rapat gubernur. 10 menit kemudian pak gubernur masuk ke ruangan rapat dwngan di temani staf dan dari kepala dinas yangnkemarin vian temui.
" terimakasih atas kehadirannya, saya telah menerima laporan dari kepala dinas bahwa pak vian berencana membangun rusun untuk warga kota ini dalam rangka menata dan menertibkan bangunan liar, kami memang berencana untuk membangun rumah susun sebelum menggusur mereka, terima kasih saya aampaikan atas niat baik bapak untuk membantu pemerintah dalam mengatasi masalah ini. ini baru solusi dan saya bangga akan niat bapak ini karena masih ada yang peduli terhadap kota ini. saya juga ingin mengetahui rencana bapak seperti apa." kata pak gubernur
" terimakasih pak atas waktu yang diberikan kepada saya dan tim. saya tergerak karena kemarin saya melihat langsung kondisi orangnorang yang menempati bangunan bangun itu. kami disini hanya ingin membantu sesuai dengan kemampuan kami, saya sanhay senang jika pihak pemerintahan bersedia mewujudkan niat saya itu dengan cara pihak pemerintahan menyediakan lahan untuk kami bangun rusun. setelah jadi silahkan pemerintah yang mengelola rusun tersebut." kata vian sambil memperlihatkan design rusun, kebutuhan lahannya. dan vian juga menyampaikan bahwa akan melaporkan sumber dana dan pemakaiannya supaya tidak menjadi fitnah.
" saya setuju dan ini luar biasa bapak juga sudah membuat perencanaannya. saya akan segera intruksikan dinas terkait dan nantinya bekerjasama dengan pihak bapak. kami berterimakasih atas kontribusi bapak kepada kota ini." kata pak gubernur.
" sama sama pak, ini juga tanggung jawab kita bersama." jawab vian.
vian dan pak gubernur pun mengobrol tidak formal tentang usaha uang sedang dijalani vian, latar belakang vian sehingga mau berkontribusi. setelah mendengarkan pemaparan vian, vian pun bertukar nomor telepon. pak gubernur melihat bahwa kerjasama ini tidak ada unsur politik dan kepentingan maka beliau menyetujui rencana tersebut dan akan membuat kontrak kesepahaman supaya tidak ada kerugian negara dan tentunya fitnah dibelakang rencana ini.
vian menyadari bahwa untuk memiliki lahan di kota ini sangatlah sulit apalagi dengan kebutuhan lahan sesuai design pak daryat. makanya vian menyuruh pak daryat berkoordinasi dengan pihak pemerintahan.
pertemuan itu sekitar 1 jam dan vian pamitan karena vian tau kesibukan pak gubernur juga. setelah selesai vian pergi pulang menuju ke ruko. diperjalanan vian telepon lily menanyakan keberadaannya. dan mau makan siang dimana. lily memberitahukan bahwa ia ada di butik
1 jam perjalanan vian sampai di ruko, seperti biasa vian duduk di cafe memesan kopi dan merokok. vian melihat anak kemarin sedang memungut botol botol plastik dan kardus. vian menyuruh putra untuk memanggil dia.
" siang om, ada yang bisa saya bantu, terimaksih ya om udah bantuin keluarga saya." kata rendi
" siang nak, ayah kamu mana.?" tanya vian
" ayah disuruh istirahat sama dokter, kemarin uanh yang dari om saya pakai untuk bawa ayah dan ibu ke klinik untuk berobat. untung ada om yang mau bantu kami ini, kalo tidak.... mungkin sakit ayah dan ibu semakin parah." jawab rendi menjelaskan aambil meneteskan air mata.
__ADS_1
" sakit apa memangnya ayah kamu?" tanya vian
" asma, asam lambung, dan batuk aja sih om, tapi karena tidak di obati jadi parah." jawab rendi
" kamu makan dulu ya, belum makan kan!" kata vian sambil langsung memesan makanan, tak lama lily hadir disana, vian pun mejelaskan tetang rendi dan memperkenalkan lily ke rendi.
" om gak usah terimakasih, tadi pagi aku udah makan dirumah." kata rendi
" itukan tadi, sekarangkan belum, nanti kamu bawa juga buat orang tua kamu dan adik kamu ya." jawab vian
melihat itu lily menyampaikan bahwa untuk makan kali ini di cafe aja gak perlu keluar. vian pun menyetujuinya dan nereka pun memesan disana tak lupa menyuruh edi dan putra untuk pesan juga.
" nak, kamu gak sekolah." tanya lily
" gak tante, saya berhenti sekolah karena biaya, saya gak tega lihat ayah, untuk makan aja sulit apalagi ditambah biaya saya sekolah." jawab rendi
" saya sekarang 10 tahun tante, saya berhenti sekolah di kelas 4, sekarang adik saya sekolah kelas 2 tante, mudah mudahan adik saya bisa merubah nasib kami. makanya saya bantu bapak." jawab rendi.
makanan datang vian dan lily menyuruh rendi untuk makan, lily terenyuh dengan perkataan anak umur 10 tahun tapi sikap, cara bicara seperti orang dewasa
" kamu masih mau sekolah?" tanya lily
" sekolah pasti mau tante, tapi gimana saya harus bantu bapak. saya gak ada biayanya." jawab rendi
" kamu dan bapak kamu besok datang kesini, saya ingin bicara sama bapak kamu, apakah dia mau bekerja disini, kebetulan disini lagi butuh karyawan untuk bersih bersih." kata vian
" iya nak, kalo bapak kamu setuju, kamu kan bisa melanjutkan sekolah." kata lily membantu menjelaskan.
__ADS_1
" terimakasih banyak om dan tante atas kebaikannya. bapak insyaAllah setuju." jawab rendi sambil memakan makanan yang sudah ada dimeja.
" om sama tante perlu persetujuan dari bapak kamu dulu, kalo beliau setuju biar sekolah kamu besok di urus sama teman om, untuk biaya sekolah kamu dan adik kamu nanti om dan tante yang bayar." kata vian
" terimakasih om...tante.. semoga kebaikan om dan tante Allah membalasnya." jawab rendi sambil meneteskan air mata
" ya sudah habisin makanannya, habis itu kamu langsung pulang kasih tau ke orang tua kamu. besok kamu dan bapak kamu di tunggu disini jam 10an ya.. nanti kamu kalo udah sekolah, harus yang serius ya." kata vian
" iya om, itu pasti... terimakasih." jawab rendi
ya sudah om dan tante saya pamit dulu. lily menyerahkan makanan yang sudah di bungkus dan menyerahkan uang 5 lembar berwarna merah ke rendi. walaupun rendi menolak karena gak enak, lily memaksa untuk mengambilnya. lily beralasan supaya rendi beli buah buahan atau susu buat kesembuhan orangtuanya.
setelah rendi pulang vian dan lily makan dan mengobrol bagaimana hasil pertemuan dengan gubernur
" gimana pah hasil pertemuannya." kata lily
" alhamdulillah yank, pak gubernur menyambut baik rencana dan niat kita." jawab vian
" InsyaAllah Rencana Baik, Niat baik, Pasti ada Jalannya ya pah." kata lily
" iya mudah mudahan Allah permudah rencana ini." jawab vian
" papah mau kemana habis ini, mamah masih ada kerjaan soalnya." kata lily
" papah disini aja, mau telepon tim pengacara kita supaya bantuin papah untuk mengurus sekolah rendi dan yang lainnya
selepas makan siang, lily pamitan ke butik, vian menelepon pengacara perusahaan untuk datang ke cafe.
__ADS_1