
sampai di rumah vian dan lily langsung pergi ke kamar untuk mandi dan berganti pakaian, barang barang belanjaan di turunkan pak edi dibantu bi narsih dan yang lainnya.
di dalam kamar lily memeluk vian, seperti gak mau ditinggal.
" pah jangan tinggalin mamah ya, mamah sayang sama papah." kata lily
" iya gak dong sayank masa papah ninggalin kamu." jawab vian
" bener ya gak akan ninggalin mamah." kata lily
" iya sayank, lamu kenapa sih." kata vian lalu mencium kening istrinya, dan ******* bibir lily, mereka pun terbuai suasana romantis itu.
" papah nakal ah... nanti malam aja." kata lily manja
" tapi suka kan, sekarang iya, nanti malam juga ." jawa vian di balas anggukan lily
" nanti aa masuk pah," kata lily
" kunci aja dulu kamarnya." jawab vian lalu mengunci pintu kamar
setelah mengunci vian dan lily berciuman lagi untuk melanjutkan keharmonisan kembali. vian pun membopong lily ke atas kasur, mereka melanjutkan aksinya kembali. vian membuka pakaian lily dan dia pun sama membuka pakaiannya. dirasa pemanasan sudah cukup mereka melanjutkan ke hububgan intim suami istri
" pelan pelan ya pah, udah lama soalnya." kata lily merona
" iya sayank." jawab vian
mereka akhirnya mencapai puncak bersama, keringat pun bercucuran walaupun di kamar ada ACnya.
" makasih ya sayank." kata vian dan ******* bibir dan mengecup kening lily
" sama sama pah, mamah sayang papah." jawab lily.
setelah menyelesaikan aksinya mereka berdua mandi bersama, setelah mandi mereka berganti pakaian. lily pergi menemui baby qinar sedangkan vian pergi ke musholla lalu pergi ke gazebo dia ingin ngopi dan merokok. di taman ada devan yang lagi main sama kakek dan neneknya
" ayo pah ikut main." kata devan
" papah lihat aja ya, besok pagi baru main sama papah." kata vian
" oke pah." jawab devan
vian membuat kopi dan merokok disana. vian mengecek hanphonenya ternyata ada beberapa pesan masuk. salah satunya dari astrid
" aku udah di rumah sakit lagi. tau gak tadi aku mimpi apa." kata astrid di pesannya
" gak tau, emang apa gitu." jawab vian
" kok baru di bales sih mas, emang lagi dimana." kata astrid
__ADS_1
" di rumah, baru sampai." jawab vian
" terus sekarang lagi apa." kata astrid
" ini lagi ngopi di gazebo sambil lihat si aa main sama kakeknya." jawab vian
" tadi aku mimpi mas datang kesini, ngajak aku jalan jalan, ngajak aku ke salon, belanja keperluan rumah, makan berdua, udah itu aku kenalin mas ke ibu." kata astrid
" terus apalagi." kata vian
" mas bilang bahwa mas berencana mau nikahin aku, dan mas juga bilang ke ibu itupun kalau disetujui karena mas sudah berkeluarga." kata astrid
" kata ibu apa." kata vian
" ibu bilang kalo itu pilihan aku, ibu gak keberatan karena yang akan jalanin kan aku, yang penting aku bahagia dan mas gak nyakitin aku." jawab astrid
" itu kan cuma mimpi, belum tentu juga ibu benar benat setuju dikenyataannya." kata vian
" walau mimpi terasa nyata mas, aku bahagia banget." jawab astrid
" terus udah aja mimpinya." kata vian
" eh terus mas, ibu masa nyuruh mas nginep di rumah dan ngijinin mas tidur bareng sama aku coba. dan tau gak pas malam itu kita ngelakuin apa." kata astrid
" iya tidur lah." jawab vian
" memang kamu akan kasih ke aku mahkota kamu itu." kata vian
" iya dong mas, kan aku pernah bilang ke mas." kata astrid
" gak akan nyesel." kata vian
" kenapa nyesel itu kan aku kasih ke mas yang aku sayangin, makanya mas kesini yaa, atau mau ketemu di bali aja." jawab astrid
" iya lihat nanti ya." kata vian
" atau aku ke jakarta aja ya." kata astrid
" mau apa ke jakarta." jawab vian
" ya ketemu kamu mas, aku kangen pengen ketemu sama mas, pengen ngerasain disayang, dimanjain sama mas." kata astrid
" terus kalo kamu udah dijakarta dan ketemu aku, mau apa." kata vian
" iya lihat nanti aja, yang penting ketemu mas dulu." jawab astrid
" udah dulu ya, istri datang kesini." kata vian berbohong karena dia gak mau nerusin chatan, khawatir astrid benar benar datang ke jakarta kan berabe.
__ADS_1
" iya mas, aku sayang mas.. muuuuuaaacch." kata astrid
vian pun langsung menghapus pesan dari astrid. vian juga melihat ada pesan dari shinta.
" maaf pak ganggu waktunya. saya mau menyampaikan pesan dari pak abe, beliau menanyakan bagaimana untuk masalah distributor gathering, apa saya boleh telepon bapak." kata shinta
" boleh, saya kebetulan lagi santai." jawab vian. tak lama teleponnya berbunyi, vian pun mengangkat.
" hallo pak," kata shinta
" iya hallo, gimana shin." kata vian
" bagaimana menurut bapak untuk distributor gathering kapan mau dilaksanakannya." kata shinta
" saya harus tau berapa distributor yang mau di undang, alasan mereka diundung atas dasar apa. kita mau kasih mereka reward apa." kata vian
" iya sudah kalo begitu saya akan tanyakan ke pak abe." kata shinta
" sama disiapkan juga produk apa yang akan kita launching, supaya para distributor itu mau melakulan pemesanan di tempat acara." kata vian
" baik kalo begitu. saya akan langsung tanyakan ke pak abe." kata shinta, setelah itu telepon di tutup
karena sudah sore vian pun pergi ke kamar lagi menemui lily yang sedang main sama baby qinar, vian pun ikut main sama dia
" o iya mah, barusan shinta ngasih kabar bahwa LNI mau ngadain acara Distributor Gathering. kira kira menurut mamah produk apa ya yang kira kira bisa diterima di pasar." kata vian
" kenapa harus ada launching produk pah, bukannya acara itu ngasih reward aja." jawab lily
" iya yang pertama kita kasih reward, program program kerja selanjutnya, dan launching supaya para distributor bisa melakukan pesanan di tempat, jadi acara itu dimodalin sama distributor juga." kata vian
" papah benar benar ya, gak mau melewatkan momentum." jawab lily
" iya dong siapa dulu istrinya, terus menurut mamah apa." kata vian
" coba aja baju anak umur 1-3 tahun pah, selama ini kan LNI hanya fokus di produk perlengkapan bayi aja." kata lily
" ide bagus juga itu, nanti si aa suruh jadi modelnya ya." kata vian
" iya boleh, tapi kalo aa jadi modelnya harus bayar juga dong ke ibunya." jawab lily
" baik ibu manager." kata vian
setelah mengobrol mereka pun sholat magrib berjamaah di kamar, selesai sholat mereka pergi makan malam bersama dengan keluarga lainnya. vian pun meminta pendapat kepada orangvtua dan mertuanya mengenai produk yang kira kira diminati pasar untuk produk bayi dan anak anak.
selasai makan malam vian dan lily kembali ke kamar, vian pergi ke balkon dan meminta dibuatkan teh manis panas. sambil ngerokok vian membuka laptop dan membuka laporan disana. vian juga melihat hanphone khawatir ada pesan masuk dari astrid
dari balkon vian pergi ke kamar mandi untuk gosok gigi, setelah itu menemui lily yang sedang menidurkan baby qinar. habis baby qinar tidur, vian dan lily melakukan aksi seperti tadi sore.
__ADS_1