
Sampai di pabrik LA vian mengajak keluarganya untuk istirahat di villa.
" vian lama gak disini." kata pak bowo
" sampai makan siang aja pak, memang kenapa." kata vian
" biasa bapak pengen mancing dulu." kata pak bowo lalu mengajak pak adi dan pak wanto.
" mamah aku pengen lihat sapi." kata devan
" iya sayang, kesana aja ajak bi ika, tante bella, tante lusi dan tante mitha." kata lily
" ayo bi ika temani aa." kata devan lalu menarik tangan ika, mereka pun pergi ke kandang sapi. bu asti, bu sri, bi narsih, dan mirna pun ikut melihat lihat peternakan bersama bu retno dan bu ningsih. mereka takjub dengan luasnya peternakan disana.
" ini semua peternakannya nak vian." kata bu asti
" iya bu ini perusahaan vian yang bergerak di pertanian dan peternakan, dan itu pabrik pengolahannya." kata bu retno
" berapa luas tanahnya bu." kata bu sri
" kurang lebih 15 hektaran sama lahan pertanian di sebelah." kata bu retno
" nanti juga kita akan lewat perumahan Livi Regency itu juga milik perusahaan vian untuk karyawan pabrik ini dan anggota kepolisian." lanjut bu retno
" waktu itu nak astrid sama nak dilla malahan pernah di ajak ke rumah pak bupati suni bu." kata bu ningsih
" wah sampai kenal sama kepala pemerintahan daerah sini juga." kata bu asti
" alhamdulillah bu, vian dianggap sebagai orang yang mau membangun daerah asalnya dengan membuka lapangan pekerjaan dan membantu petani daerah sini." kata bu ningsih
" waktu itu juga pak bupati main ke rumah di jakarta." kata bu retno
" jadi bapaknya dilla di minta cari hasil pertanian untuk supply kesini ya." kata bu sri
" kemungkinan iya bu, soalnya perusahaan ini masih memerlukan supply bahan baku." kata bu retno
vian dan opik mengobrol masalah pengembangan peternakan untuk memenuhi kebutuhan pabrik. vian juga menyarankan untuk membuat kandang baru di lahan yang baru di beli di belakang pabrik dengan dibatasi kolam ikan antara pabrik dan kandang.
" iya pak kita juga perlu ikan buat di buat nugget, baso dan fillet." kata opik
" kamu atur aja pik, nanti juga akan saya samlaikan ke pak bupati." kata vian
" baik pak." jawab opik
karena sudah siang vian mengajak keluarganya untuk melihat lihat dulu pabrik lalu pergi ke restoran biasa untuk makan siang, vian meminta dibawakan susu untuk di kampung.
selesai melihat lihat pabrik vian dan keluarga melanjutkan perjalanan ke restoran untuk makan siang, vian dan keluarga menikmati hidangan di restoran tersebut. selesai makan vian melanjutkan perjalanan ke kampung halaman.
jam 2 siang mereka sampai di villa, pak dede danbyang lainnya menurunkan barang barang bawaan. vian meminta lilis, evi, bi narsih dan marni tidur di rumah sebelah villa. pak edi, pak wahyudi, pak dede, haris, putra dan anggota fatwal juga istirahat disana atau di gazebo. vian menerima telepon dari pak bupati.
" selamat siang pak, posisi sekarang dimana." tanya pak bupati
" saya baru sampai pak di kampung." jawab vian
" saya minta share lokasi pak vian, saya sama keluarga sedang diperjalan menuju sana." kata pak bupati
__ADS_1
" baik pak, saya kirimkan." kata vian lalu menutup telepon dan mengirimakan lokasinya saat ini. vian menyuruh yang ada disana untuk merapikan barang barang.
" ada apa aa, seperti mau kedatangan pejabat aja harus rapih rapih." kata pak adi
" iya pak, pak bupati lagi di jalan mau kesini." jawab vian
" apa, kampung ini mau dikunjungi pak bupati." kata pak adi
" iya pak." kata vian, setelah merapikan barang barang lily, astrid dan dilla datang.
" ada apa sih pah." kata lily
" pak bupati sekarang lagi di jalan mau kesini." jawab vian
" kita gak ke rumah kakek dulu pah." kata lily
" iya mas, gak enak kan kita datang gak langsung kesana." kata astrid
" iya udah kita kesana aja dulu, kalian gak cape." kata vian
" gak kok lagian kita tadi juga di mobil udah istirahat." jawab lily, astrid dan dilla. vian juga menyampaikan kepada orang tua dan mertuanya. tak lama devan bangun lalu menangis karena pas bangun gak ada siapa siapa di kamar.
" aa jangan nangis, kita ke rumah uyut ya." kata vian
" aa tadi kaget aja pah, pah ke rumah uyutnya naik mobil pak polisi aja ya biar keren." kata devan
" aa sana ngomong sendiri sama pak polisinya." kata vian, dia pun berlari ke pak polisi
" pak aa mau naik mobilnya boleh." kata devan
" kata papah ke rumah uyut." kata devan
vian dan devan naik mobil fatwal, sedangkan keluarganya naik minibus. vian meminta haris dan pak polisi yang satu jaga di villa, vian dan yang lainnya berangkat ke rumah kakek vian.
" pak nyalain dong suaranya." kata devan
" gak boleh aa." kata vian
" biar seru pah." kata devan
" gak apa apa pak, biar saya nyalain biar seru ya aa." kata pak suparman petugas fatwal
hanya 7 menit mereka telah sampai di rumah kakeknya vian. para tetangga menjadi heboh dgngan kedatangan mobil polisi dan minibus. vian dan devan turun dari mobil fatwal dan keluarganya pun turun dari minibus setelah itu vian menuju kediaman kakeknya.
" ternyata kamu vian, kirain bapak siapa." kata pak hardian kakeknya
" iya pak, vian baru sampe." kata vian lalu salaman
" wah ini jagoan uyut udah besar." kata pak hardian
" iya uyut aa udah besar kan." kata devan lalu memberi salam
" wah rame gini kamu sama siapa aja." kata pak hardian
" kakek apa kabarnya, gimana sudah sehat." kata lily lalu mencium tangan kakek dan nenek vian
__ADS_1
" alhamdulillah nak, bapak sudah mendingan apalagi di jenguk kalian bapak pasti sembuh." kata pak hardian
" o iya kek perkenalkan ini astrid dan dilla istrinya vian." kata lily, astrid dan dilla pun bersalaman
" apa, kamu nikah lagi." kata pak hardian
" iya pak vian tuh nikah lagi, 2 sekaligus malahan." kata bu ningsih
" kita aja gak tau kalau lily gak ngasih tau kita." kata pak adi
" iya untung nak lily baik mau menerima mereka, ini jalan hidup kamu, jangan sampai kamu menyakiti mereka." kata pak hardian
" tuh kata kakek juga papah beruntung punya istri mamah." kata lily
" iya sayank." kata vian
" si ika mana kok gak datang." kata pak hardian
" ini ika pak." jawab ika lalu mencium tangan kakek dan neneknya. lalu memperkenalkan bella, lusi dan mitha.
bu ningsih memperkenalkan pak bowo, bu retno, bu asti, bu sri, pak wanto, ari dan bimo.
" kalau pak bowo sama bu retno bapak juga sudah kenal, bapak belum pikun pikun banget." kata pak hardian
" maaf ya rumahnya seperti ini, terimakasih sudah mau berkunjung, maafin atas kelakuan nak saya ini." kata pak hardian sambil memeluk vian. lalu pak hardian mempersilahkan duduk kepada semuanya.
" kami mengucapkan terimakasih sudah diterima di keluarganya nak vian." kata pak wanto
" saya yang berterimakasih pak, bapak sudah mau menerima anak saya jadi mantu bapak walau dia sudah punya istri. kok kalian mau sih ke anak yang jelek kaya gini." kata pak hardian
" mas vian baik kek ganteng lagi." jawab astrid dan dilla
" iya uyut aa aja ganteng, iya kan mah." kata devan
" iya aa ganteng." kata astrid dan dilla
" yang terpenting kalian harus akur, saling menghargai, saling dukung dalam kebaikan." kata pak hardian
" iya kek." jawab lily, astrid dan dilla
" punya ilmu apa kamu bisa dapat istri yang cantik cantik gini." kata pak hardian
sedang asyik ngobrol telepon vian berbunyi, setelah melihat siapa yang telepon vian mengangkatnya
" posisi pak vian dimana saya sebentar lagi sampai nih." kata pak bupati
" saya sedang di rumah kakek saya pak, bapak mau nunggu di villa atau mau kesini." kata vian
" iya sudah saya kesana aja, sekalian saya silaturahmi gak jauhkan dan gak kelewat." kata pak bupati
" gak pak, dari titik tadi maju lagi sekitar 1 kilometer, saya kejalan pak sekarang." kata vian
" baik kalau begitu saya sudah lewat lokasi villa." kata pak bupati
vian pamit mau menjemput pak bupati di jalan. tak lama vian melihat mobil fatwal dan mobil pak bupati
__ADS_1