Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Peresmian Panti Asuhan 4


__ADS_3

Vian mengajak pak ustad untuk berkeliling melihat lihat fasilitas yang ada disana.


" ini sangat nyaman pak, anak anak insyaAllah betah." kata pak ustadz kemat


" mudah mudahan pak, tapi tolong di jaga dan di rawat ya." kata vian


" insyaAllah pak, dengan adanya fasilitas seperti ini anak anak akan gembira." kata ustadz toha. Tak lama rombongan pak menteri sosial datang, vian dan yang lainnya pun menyambutnya.


" pekenalkan pak menteri ini pak vian, sebagai pencetus ide, pelaksana pembangunan dan yang mengajak kita kita untuk membangun, beliau ini selaku pemilik Livi group." kata pak menteri UMKM


" salam kenal pak, terimakasih atas kehadirannya." jawab vian


" beliau juga membangun rusun di wilayah T, memindahkan warga yang tinggal di bangunan bangunan liar di wilayah tersebut." kata pak gubernur


" kalau begitu kita mulai saja peresmian panti asuhan ini." kata vian


" mari pak." kata mereka


" yang terhormat bapak bambang, pak menteri Sosial, pak menteri UMKM, pak gubernur, dan bapak ibu sekalian, assalamualaikum warohmatullohiwabarokatuh, selamat siang semua, alhamdulillah pada kesempatan ini kita bisa berkumpul disini dalam acara peresmian panti asuhan kita bersaudara, panti asuhan ini bisa berdiri berkat kita semua yang peduli kepada sesama, semoga panti ini bisa memberikan keberkahan untuk kita semua, saya memohon pak menteri sosial untuk meresmikan panti asuhan ini. Tanpa berpanjang lebar untuk itu saya serahkan kepada bapak menteri sosial, terimakasih." kata vian


" yang terhormat pak bambang, pak menteri UMKM, pak gubernur, pak vian dan bapak ibu sekalian, Sebagian besar masyarakat mungkin mengetahui panti asuhan sebagai tempat bagi anak-anak yatim-piatu atau anak terlantar yang memang tidak memiliki tempat tinggal. Namun faktanya, kurang lebih 90% anak di panti asuhan masih memiliki orang tua. Faktor utama yang menyebabkan seorang anak dititipkan ke yayasan adalah karena himpitan ekonomi yang tidak memungkinkan untuk membiayai anaknya. Alasan utama dari orang tuanya adalah agar anak dapat melanjutkan pendidikannya. Sehingga panti asuhan lebih berfungsi sebagai lembaga yang menyediakan akses pendidikan kepada anak, ketimbang sebagai lembaga terakhir pengasuhan anak yang tidak didapat oleh keluarga atau orang tuanya. Berlandaskan hal tersebut, agar panti asuhan ada pada posisi yang tepat untuk menjalankan fungsi tersebut, nama Panti Sosial Asuhan Anak dirubah menjadi Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA). Untuk menempatkan posisi sebagai lembaga yang berfungsi pusat pelayanan bagi anak dan keluarganya. Oleh karena itu, dirancanglah standar nasional pengasuhan anak oleh pemerintah, yang akan menjadi salah satu kebijakan untuk memperbaiki kualitas pelayanan panti asuhan. Standar yang dicanangkan ini sebuah langkah tranformasi terhadap peran panti asuhan serta menempatkan panti asuhan sebagai sumber terakhir dalam kontinum pengasuhan anak. 


Standar pengasuh untuk Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) ini bertujuan untuk :

__ADS_1



Meningkatkan pemenuhan hak anak untuk mendapatkan pengasuhan dalam keluarganya.


Memberikan pedoman bagi Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) dalam melaksanakan perannya sebagai alternatif dalam pengasuhan anak.


Mengembangkan pelayanan langsung untuk mendukung keluarga yang menghadapi tangtangan dalam pengasuhan anak


Mendukung pengasuhan alternatif berbasis keluarga melalui orang tua asuh, perwalian dan adopsi lain.


Memfasilitasi instansi yang berwenang untuk mengembangkan dalam pengelolaan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) yang sesuai dengan kebutuhan anak dan keluarganya.



" assalamualaikum, terimakasih kepada bapak bapak semuanya, saya mengucapkan terimakasih atas peran serta bapak bapak terutama pak vian selaku pemilik livi group yang sudah berandil besar kepada pemerintah dalam membantu masyarakat, hal seperti ini yang berlu terus dijalin, karena tidak bisa juga kita mengandalkan keberadaan pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat dan membantu anak anak yang kurang beruntung. Terimakasih." kata pak bambang. Setelah itu pak menteri sosial, pak menteri UMKM, Pak bambang, pak gubernur dan vian menandatangani prasasti di depan bangunan panti asuhan. Vian mengajak mereka untuk berkeliling panti asuhan lagi. Vian menjelaskan apa saja yang berada disana. Pak Menteri sosial pun sangat mengapresiasi bangunan panti asuhan tersebut.


" ini sangat luar biasa bangunannya pak, fasilitasnya pun menurut saya ini sudah lengkap semua, dan anak anak pun bisa sekolah di yayasan pendidikan livi." kata pak menteri sosial


" betul pak, dan anak anak yang sudah dewasa pun sebagian sudah dipekerjakan di perusahaan perusahaan livi group." jawab vian


" nanti dinas sosial daerah B dan daerah F ini bisa koordinasi juga sama panti asuhan ini, karena di tempat tempat penampungan milik dinas sosial sekarang sudah tidak bisa menampung lagi." kata pak menteri Sosial


" kalau memang masih di perlukan kita masih bisa membangunan kamar dan tempat pelatihan disini pak, pak vian sudah membeli lahan seluas 4000 m2, dan sekarang dipakai untuk lahan pertanian untuk panti ini." kata pak gubernur

__ADS_1


" kalau begitu nanti tinggal memikirkan bagaimana caranya untuk membangun dan mengelola tempat ini dengan baik kalau begitu, oh iya panti asuhan ini dibawah yayasan apa ya." kata pak menteri sosial


" ini dibawah yayasan sosial livi pak." kata vian


" kalau yayasan pendidikan livi jenjang sekolahnya apa saja pak." kata pak menteri sosial


" dari sekolah TK sampai perguruan tinggi pak, untuk tingkat SMA ada juga SMK." kata vian


" lengkap pak, fasilitasnya pun menurut saya sangat baik, ada klinik juga dan rujukannya pun langaung ke rumah sakit livi, alumni dari sini pun bisa bekerja di perusahaan perusahaan di bawah livi group," kata pak gubernur


" waktu itu yang meresmikan yayasan pendidikannya pak menteri pendidikan kan ya." kata pak menteri sosial


" betul pak, alhamdulillah kita juga sering kumpul di rumah sambil makan jagung bakar." kata vian


" pantesan saya lihat status pak menteri UMKM dan pak menteri pendidikan suka sedang berkimpul dan makan jagung, ternyata di rumah pak vian." kata pak menteri sosial


" kita sering kumpul disana setiap akhir pekan pak, karena isteri isteri kita suka pengen menginap disana liburan akhir pekannya, anak anak saya saja tinggal di rumah pak vian semenjak pulang dari luar." kata pak menteri UMKM


" bukannya anak anak bapak ingin berkarir di luar kok sekarang disini." kata pak menteri sosial


" awalnya seperti itu pak, tapi setelah bertemu keluarga pak vian mereka ingin berkarir disini bersama adiknya pak vian, di rumah pak vian juga ada anaknya pak bambang, pak gubernur L, anaknya pak gubernur D." kata pak menteri UMKM


" iya pak padahal saya sudah membeli rumah dekat sama rumah pak vian, eh mereka enggak mau pulang ke rumah, mereka malahan ingin tinggal di rumah pak vian sampai sampai pak vian bangun mess karena sudah penuh di rumah." kata pak bambang

__ADS_1


vian mempersilahlan mereka untuk makan siang bersama.


__ADS_2