Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Senang bisa kumpul keluarga


__ADS_3

Dari obrolan itu Vian memberikan tantangan kepada adiknya untuk membuat usaha sendiri.


" nanti pulang dari sini kamu ajak ketemu lusin dan mitha bicarakan hal ini. coba kamu dan teman teman kamu analisa untuk produk busana muslim misalnya pakaian, kerudung dan aksesoris lainnya, sekarang fokus di kerudung dan pakaiannya. ini tadinya mau buat di LNI, tapi aa kasih ke kamu." kata vian


" modal awalnya bagaimana a." tanya ika


" nanti setelah analisa kasih ke aa, terus kamu buat perusahaan namanya silahkan kamu cari untuk merknya pun kamu tentukan yang penting merk tersebut memiliki arti bagus, mudah di ingat orang. aa kasih modal awal 1 milyar, kepemilikannya, kamu 30%, aa 50%, lusi 10%, mitha 10%, aa jadi komisarisnya, kamu direktur utamanya, direk keuangan dan direktur operasional silahkan tentukan lusi atau mitha. yang lainnya silahkan ajak teman kamu lainnya. nanti akan aa kasih ke teman kamu yang lain itu saham aa 10%, misal ada 5 orang berarti mereka dapat 2 % masing masing, kenapa lusi dan mitha 10%, itu bentuk apresiasi aa ke mereka karena sudah bantu BLS, saham yang 10% itu akan diberikan jika perusahaan sudah berjalan 1 tahun dan mengalami keuntungan tentunya." kata vian


" oke aa, makasih sebelumnya." kata ika


" nanti juga kamu bisa ngobrol sama bella adiknya ka astrid, aa gak mau kamu ada dibayang bayang aa, aa percaya kamu juga memiliki potensi bagus." kata vian


" iya a terimakasih, tapi aa akan bantu juga kan." kata ika


" pasti lah, aa bukan kasih kamu modal buat di hambur hamburkan." kata vian


" o iya kalau potensi ari dan bimo gimana? kalau bella mas lihat dia memiliki kemampuan, nanti kalian ajak ngobrol ari dan bimo ya sayang" kata vian ke astrid dan dilla


" kalau sekarang belum kelihatan sih mas untuk ari dan bimo, kalau bella bakat di designnya bagus. iya nanti kita akan ngobrol." jawab astrid


setelah mengobrol serius vian dan yang lainnya mengobrol santai.


" kak astrid dan kak dilla kok kakak mau sih dinikahin sama si aa." kata ika


" karena kakak mu ini ganteng." jawab vian


" kalau ganteng mana mungkin dulu lagi sekolah sama kuliah gak punya pacar." kata ika


" kamunya aja gak tau." kata vian


" karena kakak kamu pengertian, penyayang." jawab astrid


" iya ika, kakak kamu penyayang, bertanggung jawab." kata dilla


" jangan jangan aa melakukan itu sebelum nikah ya." kata ika


" gak kok, makanya itu dia bertanggung jawab. kita sebelum nikah cuma ciuman aja." kata dilla. tak lama lily menghampiri mereka.


" wah ini pasti ngomongin aku, atau merencanakan sesuatu nih." kata lily


" gak kok kak, aa ngasih ika tantangan buat bikin perusahaan." kata ika


" bagus itu, kamu harus terima, kita jalan kemana ya yang enak" kata lily


" ke parangteritis aja kak." jawab ika


" boleh juga sih, tapi ini udah siang." kata lily


" mamah udah booking hotel belum." kata vian

__ADS_1


" astaga mamah lupa, sekarang mamah pesan." kata lily


" mamah cari villa aja di daerah kaliurang, ajak bi rina dan keluarganya sekalian." kata vian


" ini ide bagus. oke mamah cari." kata lily. tak lama devan datang bersama lilis


" mah aa pengen makan ice cream boleh." kata devan


" aa tanya sama mamah siapa nih." kata lily ngegoda


" iya ya pusing juga punya 3 mamah, mamah siapa aja boleh yang penting aa boleh makan ice cream." kata devan, semua yang ada disitu pada ketawa melihat kelucuan devan


" biar aa tambah pusing, papah boleh dong cari mamah baru lagi ya a." kata vian yang langsung dipelototi ketiga istrinya itu


" aa gak ikut ikutan pah. gimana nih aa boleh makan ice cream" kata devan


" boleh aa sayang, minta antar lilis dan putra." jawab lily


" bi ika ikut ya aa, takut disini." kata ika langaung mengikuti devan


" mamah cari villa buat kita nginap." kata vian mengalihkan kemarahan lily


" ini juga mau pah. ini pah ada yang 3 kamar dan 4 kamar" kata lily


" iya udah dua duanya aja di booking kan mau bawa keluarga ibu juga." kata vian


" oh iya sayang kamu suruh bella datang aja ke yogya pakai kereta yang jam 9an, nanti kita jemput di stasiun, biarin cafe suruh dea aja yang urus kan besok kita juga kesana kasian dia, mumpung kita juga disini." kata vian


" iya pah ini sudah mamah booking, mamah kabaru ke ibu sam bi rina ya." kata lily


" nanti bella biar tidur sama ika." kata vian. lily pergi ke dalam memberitahukan kepada ibu dan neneknya


" ibu, nenek, bi rina malam ini kita nginap di villa xxxx ya, kita semua nginap disana." kata lily


" gak usah ly, nenek kan mau tidur dirumah aja." kata bu julaeha


" iya ly, bibi disini aja sama ibu kamu." kata bu rina


" nek, bi, mas vian udah booking, dia bilang mumpung disini kita bisa kumpul disana." kata lily


" iya sudah kalau begitu, gimana kalian saja." kata bu julaeha


" bibi ajak paman dan anak anak bibi juga." kata lily


" iya ly makasih ya jadi kalian yang repot." kata bu rina


" gak kok bi, kita malahan senang bisa kumpul sama keluarga." jawab lily. habis memberitahukan ibu dan neneknya lily kembali keluar


" mas bella mau tuh, dia juga udah langsung pesan tiket. tapi dia yanya apa gak apa apa sama mba" kata astrid

__ADS_1


" iya gak apa apa. nanti kita jemput habis makan siang. sekalian kita jalan jalan." kata vian


" kita boleh belanja kan suami tersayang." kata lily


" iya boleh, apa sih yang gak boleh buat semua kesayangan papah." kata vian


" adik kamu jadi kesini as." kata lily


" jadi mba, gak apa apa kan." kata astrid


" iya gak apa apa biar rame." kata lily


" terimakasih ya mba." kata astrid


" dia juga kan keluarga, lagian dia bisa tidur sama ika." kata lily


" kalau adik kamu dil gimana." lanjut kata lily


" adik aku cowok masih kelas 3 sma mba, sama kaya adiknya astrid yang cowok." kata dilla


" nanti kita kumpul deh disana, aku juga pengen kenalan sama mereka." kata lily


" o iya pah mau bikin kopi gak." kata lily


" boleh mah." jawab vian


" mamah buatkan dulu ya." kata lily, dia pun masuk ke dalam untuk membuat kopi, tak lama dia datang membawa secangkir kopi, vian pun meminum kopi buatan lily lalu menyalakan rokoknya.


Devan datang bersama ika dan lilis sambil memakan ice cream


" mah ini aa beliin juga buat mamah." kata devan


" buat mamah siapa aa." kata lily


" buàt mamah lily, mamah astrid, dan mamah dilla." kata devan


" kalau buat papah." kata vian


" papah kan udah minum kopi," kata devan


" ika nanti kamu tidurnya sama bella adiknya astrid ya." kata lily


" iya kak, akhirnya ika ada teman. oh iya kak astrid umur bella berapa ya." kata ika


" 21 tahun, kalau ika berapa." jawab astrid


" 22 tahun kak." jawab ika


" jadi baru lulus kuliah dong." kata dilla

__ADS_1


" iya kak dilla, terus ika kerja di BLS." jawab ika


mereka pun pergi mandi dan siap siap untuk pergi makan siang.


__ADS_2