
Vian membuat susu panas dan membawa laptop lalu pergi ke gazebo. sambil merokok dia membuka laporan dari perusahaan perusahaannya, dari daily report tersebut vian bisa menentukan pengembangan usaha atau produk apa yang akan diluncurkan bahkan memberhentikan produk supaya tidak diproduksi lagi, tak lama astrid dan dilla datang setelah menidurkan devan.
" mas serius banget sih, lagi apa." kata astrid
" ini lagi baca laporan." jawab vian
" gak pusing apa mas, laporan segitu banyak." kata dilla
" mas lihat point point pentingnya aja, tapi kalau perencanaan pengembangan usaha mas baca analisanya secara keseluruhan." kata vian
" mas aku udah buat konten buat iklan promo di toko, apa iklankan sekarang aja ya." kata astrid
" boleh, supaya konsumen penasaran, jadi promonya bagi yang datang langsung ke toko pas grand opening discount 50%." kata vian
" wah menarik tuh mas." kata dilla
" ini kan produk baru jadi promosi harus benar benar gencar." kata vian
tak lama pak bambang dan ibu sisil datang
" kita ganggu gak nih." kata pak bambang
" gak kok pak, saya biasa santai ini aja lagi bahas LAD's untuk grand opening toko di dekat rumah." kata vian
" mereka seperti itu pak, beda sama bapak selalu serius kalau di rumah juga." kata ibu sisil
" masa sih bu, kirain bapak orangnya romantis." kata astrid
" kalau ada maunya aja, kalau pas ngobrol serius sama anak anak juga." kata ibu sisil
" kan harus berwibawa bu, beda dengan saya, saya cuma kuli bapak pejabat." kata vian
" o iya bu kalau boleh dan tidak akan menimbulkan polemik, ibu bantu kita promokan ke teman teman ibu untuk grand opening toko lusa bu." kata astrid
" menurut saya sih gak apa apa, karena ini atas nama pribadi dan tidak pakai fasilitas negara, gak apa apa ya pak." kata ibu sisil
" tapi ibu harus pilih kata kata pembukanya dulu jangan langsung ke intinya." kata pak bambang
__ADS_1
" salah satu kenapa saya gak ingin masuk ke dunia politik, teman bisa jadi lawan, lawan bisa jadi teman, kita benar saja belum tentu benar di mata orang yang gak suka terhadap kita, kita harus tetap waspada bu." kata vian
" iya benar pak, di dunia politik kita harus memiliki pondasi kuat, tahan mental, jangan mudah terbawa arus, kalau pun nanti kita dituduh melakukan tindak pidana dan dilakukan pemeriksaan, kita harus bisa membuktikan bahwa kita gak salah." kata pak bambang
" saya salut sama pak vian ini, jujur saya buka disini semua lembaga negara waktu pak pak vian membangun rusun itu sudah mencari apakah tindakan livi group dengan membangun rusun itu memakai dana negara atau ada kepentingan lain dari livi group untuk kegiatan usahanya, dari semua laporan bahwa livi group tidak ada kepentingan dari semua bisnisnya yang merugikan negara malahan membantu negara dalam menyelesaikan masalah sosial. dari sisi perizinan perusahaan tidak ada yang melanggar dan semuanya sesuai aturan atau prosedur. pak gubernur pun waktu itu diminta penjelasan dihadapan dewan mengenai pembangunan rusun tersebut, sumber dana, hak kelolanya siapa, keuntungan yang diperoleh livi group seperti apa. kalau gak salah setelah selesai pembangunan itu rusun, pak gubernur menyampaikan laporan keuangan daerah berserta laporan dana yang dikeluarkan livi group dalam pembangunan tersebut. dari situ dengan kemarin kedekatan bapak dengan pak bupati dan desas desus bapak mau maju, banyak partai yang ingin meminang bapa." lanjut pak bambang
" saya dari awal memang menyuruh penanggung jawab pembangunan untuk menyiapkan laporannya jangan sampai niat kita baik bisa menjadikan orang lain kena salah, saya juga beberapa kali di undang pak gubernur setelah selesai pembangunan. tapi saya kebetulan lagi di luar kota jadi gak bisa." kata vian, setelah selesai bicara handphone vian berbunyi setelah dilihat siapa yang telepon, vian batu mengangkatnya.
" selamat malam pak gubernur, apa kabarnya." kata vian
" alhamdulillah baik, bapak bagaimana." kata pak gubernur
" alhamdulillah pak, panjang umur baru saya bicarain bapak sama pak bambang nih." kata vian
" pantesan telinga saya panas, ternyata sedang diomongin, memang bapak sedang dimana." kata pak gubernur
" saya lagi di surabaya pak, kebetulan pak bambang lagi ada tugas disini jadi kita ketemu. gimana pak ada yang bisa saya bantu." kata vian
" saya ingin mengucapkan rasa terimakasih ke bapak secara langsung, kapan bapak ada waktu ya, saya juga ingin main ke rumah bapak." kata pak gubernur
" saya besok sore pulang pak, habis isya sudah di rumah." kata vian
" gak masalah pak, rumah saya bebas." kata vian
" saya gak di ajak nih pak gubernur." kata pak bambang
" hallo pak bambang, apakabarnya nih," kata pak gubernur
" alhamdulillah baik pak, ini kebetulan saya lagi sama pak vian dan saya ada tugas disini, jadi saya ketemuan." kata pak bambang
" kalau bapak ada waktu besok kita ketemuan di rumah pak vian." kata pak gubernur
" tapi bapak jangan kaget kalau ketemu sama pak vian ya, dan jangan iri." kata pak bambang
" memangnya kenapa pak, ada apa nih." kata pak gubernur
" bapak harus bisa memaksa supaya pak vian memiliki single identity, dan memilih mau jadi warga jakarta apa surabaya.." kata pak bambang
__ADS_1
" wah ini masalah apa nih." kata pak gubernur
" ini masalah kependudukan saja pak, tapi membuat pria iri aja, besok deh kita ketemu di rumah pak vian." kata pak bambang
" siap pak salam sama keluarga." kata pak gubernur lalu menutup teleponnya
" besok pak vian naik pesawat jam berapa." kata pak bambang
" pesawat jam 3 sore pak." kata vian
" iya kalau begitu saya juga jam segitu biar bareng. bapa udah pesan tiket belum." kata pak bambang
" belum pak, sekarang saya mau hubungi orang travelnya." kata vian
" kalau begitu sekalian saya juga, sama 2 ajudan saya." kata pak bambang
" iya minta kartu identitasnya saja." kata vian, vian pun langsung mengirim pesan ke pak dede, untuk memesan tiket sama seperti pemberangkatan kemarin di tambah pak bambang dan ajudannya.
" rumah kalau pak vian di jakarta kosong dong ya." kata pak bambang
" iya pak, paling kalau ada adik ipar sama dia, tapi sekarang dia lagi di jakarta lusa mau pembukaan perusahaan dia dan adik saya." kata vian
" usaha apa pak." kata pak bambang
" mereka mau coba di busana muslim." jawab vian
" hebat, terus usaha disini siapa yang kelola." kata pak bambang
" sudah ada penanggung jawab masing masing, di tambah bapak mertua yang kontrol." kata vian
" luar biasa keluarga pak vian ini, semuanya jadi pengusaha." kata pak bambang
" mumpung mereka lagi semangat dan ada kesempatan, saya hanya bisa mendukungnya saja." kata vian
" bagus itu pak, supaya anak muda bisa berkembang dan maju, apalagi kreatifitas mereka sedang masa masanya pasti akan ada inovasi baik di produk ataupun cara penjualannya apalagi sekarang masanya Digital." kata pak bambang
" betul pak, kita tidak bisa melakukan pemasaran hanya dengan cara konvensional saja, tapi kita juga harua bisa memanfaatkan dunia digital ini." kata vian
__ADS_1
mereka mengobrol dengan suasana kekeluargaan, keakraban pun semakin terjalin. karena sudah malam mereka pun kembali ke kamar masing masing.