
Selesai acara di rusun mereka pun kembali pulang ke rumah, sampai di rumah vian meminta dibuatkan kopi lalu duduk di kursi teras depan dan menyalakan rokoknya. Lily datang menghampiri dan membawa kopi.
" pah mau makan siang apa." kata lily
" beli makan di restoran aja." jawab vian
" iya sudah kalau begitu, manah suruh pak edi membeli saja, soalnya bi narsih gak masak." kata lily. Lalu memanggil pak edi untuk membeli makanan di restoran.
Tak lama datang orang dari showroom mengantar mobil. Vian pun mengecek kelengkapan mobil, setelah selesai pihak showroom pergi. Vian menyuruh pak dede mengeceknya kondisi mobil dan memberitahukan pak dede supaya mengantar dia ke kantor LNI.
" wah mobil baru, yang lama ini untuk inventaris ibu ibu ya." kata bu retno
" iya bu, itu udah lily sama vian obrolkan." jawab lily
" wah sampe beli 2 mobilnya." kata pak bowo
" 1 buat vian pak kalau ke KBB, soalnya sekarang harus ke pedesaan katanya ngasih penyuluhan." kata lily
" itu sangat cocok kalau begitu." kata pak bowo
" habis makan siang papah ke LNI ya, mau komfirmasi yang umroh." kata vian
" iya sudah, mamah juga mau ke LCI dan ke butik soalnya ada yang mau pesan baju pengantin." kata lily
" iya sayank." kata vian
" kalau aku di rumah aja ya mas gak apa apa kan." kata astrid
" iya aku juga mas, lelah rasanya." kata dilla
" iya gak apa apa sayang, kalian istirahat aja." kata vian
Pak edi pun datang dengan membawa makanan yang di pesan lily, vian mengajak semuanya makan siang bersama, selesai makan siang vian pamitan, begitu pula yang lainnya.
Setelah menempuh perjalanan 37 menit vian sampai di Kantor LNI, vian masuk ke ruangannya lalu menelepon shinta.
" shin, saya ada di ruangan, tolong kamu kesini." kata vian
" baik pak." jawab shinta. Tak lama pintu ada yang mengetuk " tok..... Tok ...... Tok...."
" masuk." kata vian, shinta pun masuk lalu duduk di kursi depan vian
" gimana pak ada yang bisa saya bantu." kata shinta
" untuk persiapan umroh bersama distributor bagaimana?." kata vian
" sudah siap pak, tinggal menunggu waktu keberangkatan saja." jawab shinta
__ADS_1
" saya minta list yang mau ikutnya ya, baik dari distributor maupun dari LNI dan Livi Group, para direksi sudah membuat pasport semuanya." kata vian
" sudah pak, tinggal saya saja pak, karena kemarin saya harus mengurus ibu. Oh iya pak terimakasih banyak atas bantuannya." kata shinta
" maaf saya baru menanyakannya kondisi ibu kamu, gimana sekarang kondisinya?. Ya sudah kamu bareng sama keluarga saya saja minggu depan membuat pasportnya sekalian aja ajak ibu kamu." kata vian
" alhamdulillah pak, kenapa ibu juga membuat pak." tanya shinta heran
" kalau ibu kamu mau umroh ajak aja sekalian." kata vian
" ibu pasti mau pak, terimakasih banyak sebelumnya." kata shinta
" tapi pak nanti kalau orang kantor gimana, saya jadi gak enak sama yang lain." lanjut shinta
" nanti bilang aja hadiah dari saya, nanti biayanya saya yang akan tanggung." kata vian
" terimakasih banyak pak, kalau ibu tau dia pasti akan senang banget." kata shinta
" buatkan saja surat rekomendasinya dari livi group sama dengan kamu, siapkan saja persyaratannya." kata vian
" baik pak." jawab shinta
" besok kamu ikut saya ke Bandung ya, tolong siapkan presentasi porto folio usaha livi group, dan buat jaga jaga kamu bawa pakaian untuk ganti takut kemalaman dan takut besoknya lanjut ke daerah daerah. Dan saya juga mau sekalian ngecek pembangunan pabrik." kata vian
" baik pak saya akan siapkan, besok jam berapa." kata shinta
" baik pak. Kalau begitu saya permisi." kata shinta, lalu dia pergi
" shin kalau ada apa apa, saya di kantin ya." kata vian
" iya pak." kata shinta
Vian pun pergi ke kantin, ternyata disana sudah ada pak dede sedang ngopi. Vian pun memesan kopi lalu duduk di kursi yang biasa dia tempati dan menyalakan rokoknya.
" pak de, besok pagi kita ke Bandung, saya ada penyuluhan di dinas." kata vian
" siap pak, berangkat jam berapa." kata pak dede
" jam enam, lalu jemput shinta baru ke ke bandung." kata vian. Tak lama handphone vian berbunyi ada yelepon masuk dari pak gubernur D.
" selamat siang pak gub, bagaimana ada yang bisa saya bantu." kata vian
" siang juga pak, bagaimana sudah sembuh pak." kata pak gubernur
" alhamdulillah pak, oh iya pak besok acara jadi." kata vian
" jadi pak, tapi kalau bapak masih kurang fit, nanti saya minta di undur saja." kata pak gubernur
__ADS_1
" insyaAllah bisa pak, besok acaranya jam berapa pak." kata vian
" jam 1 siang setelah makan siang saja." kata pak gubernur
" baik pak kalau begitu, insyaAllah jam 12an saya sudah di lokasi." kata vian
" terimakasih banyak pak, sudah menyempatkan waktu untuk kami." kata pak gubernur
" sama sama pak, saya yang minta maaf karena saya acaranya jadi di undur." kata vian
" itu kan bukan kehendak kita pak. Kalau begitu sampai ketemu besok." kata pak gubernur
" baik pak terimakasih." kata vian lalu menutup teleponnya. Vian pun melanjutkan minum kopi dan merokoknya. Tak lama shinta datang dengan membawa map, lalu menyerahkan map tersebut kepada vian.
" ini pak list yang akan berangkat umroh." kata shinta
" oke, terimakasih." jawab vian sambil menerima map tersebut lalu membukanya. Setelah itu shinta masuk kembali ke kantor mau membuat presentasi yang diminta vian. Tak lama abe dan yang lainnya datang lalu mengobrol.
" pak de hubungi travel bahwa yang akan berangkat sekitar 70 orangan." kata vian
" baik pak nanti saya akan hubungi." kata pak dede
selesai mengobrol vian pamit ke ke pak abe dan yang lainnya karena mau bertemu sama pak daryat membicarakan pembangunan mess dan kamar tamu. 47 menit perjalanan vian sampai di rumah, disana tim dari L-Pro sudah ada sedang melihat lihat lokasi.
" selamat sore pak, bagaimana kondisi kesehatannya." kata pak daryat
" alhamdulillah pak, terimakasih atas doa doanya. Oh iya gimana design untuk pembangunan mess dan kamar tamunya sudah ada dan lokasinya sudah di tentukan." kata vian
" sudah pak." kata pak daryat lalu membuka laptop dan menunjukan design bangunannya. Pak daryat mengajak vian untuk memastikan lokasi pembangunan.
Selesai melihat lokasi vian dan pak daryat kembali.
" oke pak, segera mungkin kerjakan pembanungan mess dan kamar tamu ini." kata vian
" baik pak, besok sudah kita mulai." kata pak daryat
" oh iya pak daryat, minggu depan kita buat pasport, ajak istri bapak karena murti nanti saya yang akan hubungi langsung, sama minta tolong kasih tau pak opik dan pak hendri ya ajak mereka juga sama isterinya kita bulan depan akan umroh." kata vian
" ini serius pak, alhamdulillah terimakasih banyak pak." kata pak daryat sambil menengadahkan kedua tangannya untuk berdoa. Setelah selesai pertemuan tersebut vian menghubungi murti supaya mempersipkan persyaratan pembuatan pasport.
Vian masuk ke kamar mau mandi sore. Astrid dan dilla sedang santai di sofa sambil makan buah buahan. Vian pun menghampiri mereka
" mas sudah pulang, mbak mana mas." kata astrid
" iya sayang, mas tadi gak ke kantor LCI dulu karena ada janjian sama pak daryat disini." jawab vian
astrid menyuapi vian buah anggur, lalu vian pergi ke kamar mandi. Setelah mandi vian berganyi pakaian yang sudah disiapkan dilla.
__ADS_1