Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Memuliakan Tamunya


__ADS_3

Mereka pun selesai makan, vian pergi ke kursi samping dekat gazebo, lalu menyalakan rokoknya setelah itu dia memberitahu pak dede supaya besok pagi jam 8an siap siap di rumah dan akan menginap di Villa LA.


" saya suka suasana disini. Kekeluargaannya sangat kental." kata pak menteri


" iya kita semua kan keluarga pak, jadi enggak ada bedanya satu sama lainnya." kata vian


" saya merasakan itu pak menteri, saya disini udah seperti rumah sendiri, datang kerja langsung makan, kadang sarapan juga disini bahkan menginap disini, pak vian enggak pernah itung itungan, dan yang tau beliau ini sangat disayang sama karyawannya, waktu ada kabar beliau mengalami musibah kecelakaan pesawat, seluruh karyawannya mendoakan supaya beliau selamat, bahkan katanya warga sekitar perumahan livi residence dan yayasan pendidikan livi, selalu mendoakan beliau ini." kata pak bambang


" alhamdulillah pak, tapi saya bukan orang baik masih banyak dosa, Allah menutup kejelekan saya saja." kata vian


" saya dengar pak vian membuat perumahan tersebut untuk karyawan karyawannya ya." kata pak menteri


" betul itu pak, sampai disiapkan bus antar jemput segala." kata pak gubernur B


" yang di KBB itu bahkan untuk anggota polisi." kata pak gubernur D

__ADS_1


" sekarang tuh banyak orang yang menginginkan kerja di perusahaan pak vian." kata pak gubernur B


" sampai yang di surabaya waktu pembukaan lahan perumahan disana, beliau di bantu karyawan untuk menghadang para preman." kata pak bambang


" di surabaya perusahaan apa pak." kata pak menteri


" Dillas bergerak di bidang supply hasil pertanian dan cafe sama pabrik LCI pak." kata vian


" pokoknya semua keluarga pak vian memiliki perusahaan," kata pak bambang


" saya senang sama beliau ini selalu memberikan solusi, dan kami selaku pejabat publik tidak pernah diminta untuk membantu usahanya supaya lancar baik dari perizinan, malahan kita yang diberikan kemudahan, contohnya di KBB itu sudah lama pengajuan perbaikan bendungan untuk mengaliri lahan pesawahan warga, eh pak vian membangunnya sendiri dan besok selasa kita akan mereamikan sekolah SMK negeri di kecamatan C KBB." kata pak gubernur D


" oh rusun yang dekat sini itu yang bangun pak vian." kata pak menteri


" betul pak kita hanya membangun saja, lahan dan pengelolaan saya serahkan ke Pemda." kata vian

__ADS_1


" kenapa pak vian bisa memiliki ide untuk membangun rusun, terlepas dari pak vian punya uang karena orang yang punya uang juga belum tentu melakukan itu." kata pak menteri


" awalnya saya sama isteri lagi mau pergi, pas di jalan saya melihat ada seorang kakek sekarang beliau tinggal di belakang villa di livi residence, pas nanjak di sudah enggak kuat lagi untuk mendorong gerobak yang membawa sampah, lalu saya turun dan menanyakan ke beliau kakek udah makan, dia jawab belum, lalu saya pergi ke supermarket yang kebetulan dekat sana membeli roti dan air minum lalu membeli makanan lainnya, setelah itu saya kasih ke beliau, dia hanya meminum air saja lalu roti dan makanan lainnya dia simpan, saya tanya lagi kenapa enggak dimakan, dia bilang nanti saja di rumah sama isteri karena belum tentu isterinya bisa makan dan sedang sakit, lalu saya suruh pak edi untuk beli bahan makanan dan membawa ke rumahnya gerobak di dorong haris, sampai di rumah dia membuka makanan itu dan memberikannya ke isterinya, yang membuat saya salut isteri beliau hanya mengambil sedikit dari roti dan memberikannya kepada saya dan isteri, dia bilang saya tidak ada memiliki makanan apa apa, mari kita makan sama sama aja, walaupun ini dari bapak tapi sekarang ini milik kami dan kami wajib memuliakan tamu. Saya dan isteri bengong dan menahan tangis, orang yang sedang kelaparan mereka masih memikirkan bagaimana memuliakan tamunya, setelah itu saya tanya ini lahan siapa, mereka bilang ini lahan pemerintah saya lihat juga disana ada beberapa keluarga, dari sana saya menyuruh pak daryat direktur L-Pro untuk menanyakan bagaimana cara kolaborasi dan apakah bisa membangun dilahan pemerintahan untuk pemukiman warga. Dari diskusi dan rencana pemda bahwa memang akan diadakan pembangunan rusun, kita bilang oke kita mau bangun rusun tersebut tapi lahannya dari pemda dan hak pengwlola sepenuhnya tanggung jawab pemda dan kami minta supaya dibangun rusun tersebut di daerah sana. Beberapa kali rapat dan akhirnya terlaksana." kata vian


" saya belajar dari kakek dan nenek braja bagaimana cara untuk bisa memuliakan tamu, dan banyak berkah dari pertemuan tersebut, saya beberapa kali diselamatkan sama beliau, dan kemarin pun pas kami ke rusun mereka sampai mau mengorbankan nyawanya untuk membela saya karena ada preman yang mengganggu cafe saya, menurut kita itu hal sepele tapi efek dari hal yang sepele tersebut mwnurut orang lain itu besar. Dan yang satu lagi saya sedang ngopi di cafe, di pinggir jalan saya melihat bapak dan anak sedang istirahat saya suruh haris manggil mereka untuk makan, pas makanan ada dihadapan mereka mereka diam enggak mau makan, saya tanya kenapa dek enggak mau makan, dia bilang om boleh enggak saya bungkus aja, ibu dan adik saya belum makan soalnya saya sudah kenyang, kamu makan aja ini nanti om belikan lagi buat ibu dan adik kamu, enggak om ini udah cukup dia bilang, saya tau dia itu lapar makanya supaya menyakinkan anak itu saya minta di buatkan lagi untuk dibungkus, setelah itu dia baru mau makan, sekarang bapaknya kerja di cafe dan supermarket dan tinggal di rusun," lanjut vian


" saya baru tau. pantesan pak vian benar benar sayang sama keluarga dan memuliakan tamu tamu yang hadir kesini." kata pak bambang


" saya belum tentu bisa seperti mereka, bagimana rasanya menahan haus sama pernah mengalaminya, waktu itu uang hanya cukup untuk tiket pulang saja, tapi saya benar benar haus, saya lari ke mesjid cari tempat wudhu lalu minum air dari kran, ini anak umurnya 8 tahunan dia bisa menahan itu demi ibu dan adiknya, enggak bisa kebayang sama saya cara membentuk pola fikir anak tersebut." kata vian


" masa sih pak vian sampai segitunya minum air kran." kata pak gubernur B


" betul pak saya pernah mengalami hal itu, kenapa saya membangun sekolah di kecamatan c karena saya merasakan bagaimana jauhnya untuk sekolah, saya harus jalan kaki 1 jam untuk sampai ke sekolah, kalau ingin dapat uang jajan lebih saya bicara sama teman teman cewek pas piket udah sama saya saja kalian kasih uang aja berapa buat saya." kata vian


" semua yang lakukan saat ini atas dasar perjalan hidup saya pak, kenapa saya mau meningkatkan tarap hidup para petani karena saya sebagai anak petani selalu di ejek, dihina pak, pas saya pindah sekolah pun ke kota B saya masih suka di ejek karena saya dari kampung, jadi saya enggak mau anak anak petani itu meradakan apa yang saya pernah alami, dan supaya mereka bangga memiliki orang tua petani dan enggak malu lagi kalau mereka dibilang orang kampung." lanjut vian

__ADS_1


" saya salut pak vian membalas cemoohan orang dengan bukti kesuksesan bukan membalas mereka dengan kebencian lagi." kata pak menteri


Karena sudah malam pak menteri, pak walikota B, pak walikota F, pak Gubernur B dan pak Gubernur D pun pamit karena besok mereka ada acara di pagi hari. Vian mengantarkan mereka ke depan rumah.


__ADS_2