
Pak ustad Ogi pun menyampaikan bahwa besok tidak akan ada acara keluar hanya aktivitas di Masjidil Haram saja, baru hari ke 3 akan melakukan ziarah ke Jabal Rahmah. Jabal Rahmah adalah gunung kecil atau bukit di Arafat yang sangat bersejarah bagi muslim di seluruh dunia. Pasalnya di tempat inilah Adam dan Hawa bertemu setelah diturunkan ke bumi dan disana tempat wukuf bagi jamaah haji, serta akan pergi tempat lainnya. bagi yang mau umroh lagi dan membadalkan orang tua atau saudara hendak membawa kain ihram, besok hari ke 2 di kota mekkah paling di siang hari ke tempat oleh oleh saja.
Tak lama Bella datang menemui vian
" mas terimakasih ya udah membadalkan ayah umroh, aku tau dari ibu." kata bella
" sama sama bell, mas juga mohon maaf ke kamu ya, mas banyak salah dan telah melakukan dosa sama kamu." kata vian
" iya mas, maafin bella juga, mas udah baik sama bella dan keluarga." kata bella, dia pun kembali ke tempat teman temannya yang lain
selesai makan vian pun mengajak mereka untuk pergi ke tempat belanja yang ada di dekat hotel. Mereka begitu antusias. Vian pun mengambil uang di ATM lalu pergi jalan jalan bersama keluarganya, lily memberi uang ke lilis, evi, bi narsih dan marni, supaya dia bisa membeli barang yang mereka mau.
" pah, mamah cantik enggak kalau pakai hijab." kata lily
" cantik banget sayank." kata vian
" aku akan mencoba nanti setelah pulang umroh ini terus pakai hijab ya." kata lily
" iya sayank boleh banget, papah setuju apalagi itu keinginan dari kamu sendiri." kata vian
" aku juga ya pah." kata astrid, dilla dan shinta
" iya tentu boleh dong, papah sangat bahagia kalau itu memang keinginan dari hati kalian sendiri." kata vian
" pak, ibu kalau ada yang mau bapak sama ibu beli ambil saja nanti saya bayar." lanjut vian
" iya nak, terimakasih." kata ibu sri, ibu asti dan ibu anita
__ADS_1
" iya bu, mumpung ada yang bayarin." kata ibu retno
" kalau ibu bayar sendiri, minta sama bapak." kata lily
" syirik aja, orang vian yang mau bayar bukan kamu." kata bu retno
" vian kan suami aku," kata lily
" ih mamah sama nenek ribut melulu ya." kata devan
" mamah aa tuh yang enggak boleh nenek belanja." kata bu retno
" enggak boleh kan aa, nanti uang papah habis gimana." kata lily
" enggak apa apa mah, nanti pakai uang aa aja kan banyak," kata devan
" dimana uang aa nya mamah lihat." kata lily
" mamah boleh belanja enggak." kata lily
" semuanya boleh mah." kata devan, mereka pun yertawa melihat kelucuan devan
mereka pun membeli barang yang mereka inginkan, setelah itu mereka kembali ke hotel, vian pun menidurkan devan, vian juga berpesan ke mereka bahwa dia akan pergi ke mesjid nanti, mereka pun tidur.
Jam 2 vian bangun, lalu mandi, setelah berpakaian dia pun pergi ke mesjid, di lobby vian bertemu dengan pak ustad ogi dan jemaah lainnya mereka pun pergi bersama ke mesjid. Vian melakukan sholat tahajud lalu tawaf sunnah bersama ustad ogi, ustad ogi mengajak vian supaya bisa lebih dekat dengan ka'bah, vian merasa ada yang menariknya masuk ke dalam hijir ismail, vian pun seperti ada yang memberikan ruang untuk melakukan sholat disana, pak ustad ogi pun tidak bisa masuk kesana, disaat putaran pas hijir ismail ustad ogi melihat vian sedang sholat dan berdoa. Vian sholat lalu berdoa, setelah selesai vian pun tawaf kembali dan bertemu dengan pak ustad ogi.
" subhanallah, begitu mudahnya pak vian sholat dan berdoa disana, saya saja tidak bisa." kata pak ustad ogi
__ADS_1
" saya juga enggak tau pak ustad, tadi saya merasa ada yang menarik saja, setelah melihat itu di dalam hijir ismail saya pun sholat." kata vian
" pak vian beruntung, berarti pak vian sudah sholat di dalam ka'bah, semoga kita bisa bisa mencium Hajar Aswad." kata pak ustad ogi
" Aamiin, insyaAllah kalau Allah mengizinkan kita pak ustad." kata vian
" saya salut sama bapak, bapak tidak memaksakan diri." kata pak ustad ogi
mereka pun melakukan tawaf, di rukun yamani vian dan ustad ogi bisa memegang ka'bah mereka pun berdoa, setelah berdoa mereka melanjutkan tawafnya menempel disisi ka'bah, pas sudah dekat Hajar Aswad para jamaah lain di halau sama askar seperti memberikan jalan kepada vian untuk bisa menciumnya. Vian pun ditarik askar supaya bisa mencium Hajar Aswad, lalu vian bisa berdoa Multazam, vian berdoa disana supaya keluarganya pun bisa mencium hajar aswad dan berdoa disana, vian pun memohon ampun kepada Allah, selesai berdoa vian pun pergi sambil mengucapkan terimakasih ke askar, setelah vian pak ustad ogi pun bisa mencium Hajar Aswad. Vian dan pak ustad ogi pun keluar dari lingkaran, lalu pergi ketempat minum air zam zam. Disana vian pun dilayani sama penjaganya dan memberikan Mereka berdua air zamzam, mereka pun duduk sambil minum air zamzam
" subhanallah, saya benar benar kagum, kalau saya enggak ngikut pak vian mungkin saya enggak bisa mencium hajar aswad, saya aja tadi enggak bisa berdoa di Multazam, sedangkan bapak begitu mudahnya, disini pun tadi pak vian dilayani." kata pak ustad ogi
di tempat mengambil air zam zam ada pegawai yang tadi melayani dan membersihkan tempat itu, vian mendatangi dia lalu memberikan uang kepadanya. Lalu vian dan pak ustad ogi pun duduk istirahat sebentar, setelah itu mereka melakukan tawaf lagi. Pas adzan shubuh mereka masih melakukan tawaf, supaya bisa mendapatkan syaf paling depan, akhirnya setelah selesai adzan vian dan pak ustad ogi mendapat syaf paling depan pas di depan pintu ka'bah, mereka sholat sunnah, lalu sholat shubuh. Selesai sholat shubuh vian dan pak ustad ogi kembali ke hotel, vian kembali ke kamar takut isteri mereka belum bangun, ternyata mereka sudah bangun dan sholat sama sama disana. Dari kamar juga terlihat ka'bah.
" papah sama siapa tadi ke mesjid." kata lily
" sama pak ustad ogi ada juga jamaah lainnya, tapi papah hanya berdua pas disana, papah terpisah." kata vian
Vian pun minum air zam zam yang dibawanya dari mesjid dan memberikan kepada lily, astrid dan dilla, tak lama ada yang mengetuk pintu, shinta datang kesana.
" kamu udah sholat." kata vian
" udah pah. Mau dibuatkan minum apa." kata shinta
" enggak usah sayank. Kita ke bawah aja. Atau mau pesan supaya diantar kesini." kata vian
" masih pagi ya, kita ke bawah aja deh biar bisa milih." kata astrid
__ADS_1
" tapi aa belum bangun ya sama de qinar." kata vian
" telepon lilis dan evi aja pah, supaya nunggu mereka." kata lily, lily pun memanggil evi dan lilis, tak lama mereka datang ke kamar. Setelah mereka datang vian dan isteri isteri pergi ke restoran hotel, disana mereka memesan makanan dan minuman, mereka makan disana dan memesan untuk dibawa ke kamar, lily pun memesan untuk devan dan de qinar serta buat evi dan lilis. Mereka kembali ke kamar dengan membawa makanan dan minuman.