
Devan yang dari tadi bermain bersama thunder kembali ke villa dan langsung minta dipangku dilla, tak lama kakek braja juga datang.
" kamu ya kemarin datang kesini gak nengok kakek." kata kakek braja
" maaf kek, kemarin saya keburu buru harus ke KBB." jawab vian sambil memohon maaf
" ini lagi jagoan uyut kalau kesini gak pernah ke rumah, main sama kuda aja." kata kakek braja
" maaf uyut, lain kali aa kesana deh." kata devan
" makasih ya cu, kalian kalau kesini selalu bawain kakek makanan. o iya ini siapa kakek baru ngelihat." kata kakek braja
" sama sama kek, ini teman teman lily." kata vian memperkenalkan
" kalau yang lagi mangku aa siapa." kata kakek braja
" ini mamah astrid dan ini mamah dilla, mereka mamahnya aa uyut." kata devan
" maksudnya." kata kakek braja belum paham
" mereka istrinya vian kek." kata pak bowo
" apa..... kamu ya.... " kata kakek braja kaget dan teman teman lily juga sama kaget
" iya kek, vian sudah menikahi mereka 1 bulan yang lalu." kata lily
" awas aja ya kamu menyakiti istri istri kamu ini, inget kamu sekarang sudah tambah lagi tanggung jawab." kata kakek braja
" iya kek." kata vian mengangguk
" kamu menerima keberadaan mereka." kata kakek braja
" iya kek saya sudah menerima mereka." jawab lily
" hebat juga kamu ya, gak nyangka." kata kakek braja
" jangan kakek saya aja bapaknya gak tau di nikah lagi." kata pak adi
" oh iya kek saya dan keluarga nanti malam mau mengantar neneknya lily, mohon doanya." kata vian
" itu pasti cu, kakek dan nenek swealu doain yang terbaik buat kamu." kata kakek braja
" kok aa udah dekat aja sama mereka." kata kakek braja heran
__ADS_1
" iya kek sampai saya aja dicuekin sama aa, padahal mereka baru ketemu sekarang." kata lily
" makanya kakek heran, biasanya kan dia gak bisa langsung dekat, berarti mereka memang berhati baik sehingga si aa bisa merasakannya." kata kakek braja
" terimakasih kek." kata astrid dan dilla
" semoga kalian tetap akur, rukun, bisa saling jaga, saling menghormati dan saling menghargai." kata kakek braja
" InsyaAllah kek, terimakasih doanya." kata lily, astrid dan dilla
" kek kami pamit karena sudah sore, kami belum persiapan." kata vian
" iya sudah, kalian hati hati di jalan." kata kakek braja
setelah berpamitan vian dan yang lainnya naik ke minibus dan kembali ke rumah. sepanjang perjalanan lily dan teman temannya berkaraoke ria, lily pun mengajak astrid dan dilla, sedangkan vian, bayu dan beni mengobrol.
" oh iya pak vian, rumah sakit yang waktu itu saya bilang katanya mereka mau jual dengan harga Rp. xx milyar, kayanya sih masih bisa nego lagi, nanti saya kirimkan nomor kontak pemiliknya." kata beni
" terimakasih pak beni informasinya, nanti saya akan suruh tim livi group untuk melakukan negosiasi, nama rumah sakit apa dan lokasinya dimana." kata vian
" Rumah sakit xxxxxx, sebentar lagi kayanya akan kita lewati." jawab beni sambil melihat ke luar, tak lama dia menunjukan lokasi rumah sakit tersebut.
" kalau boleh tau mengapa mereka mau melepasnya." kata vian
" oke biar nanti tim yang akan menganalisanya. oh iya untuk perkembangan rencana sekolah bagaimana." kata vian
" kami sudah melakukan pembicaraan dengan beberapa guru dan dosen, dan mereka siap untuk menjadi bagian dari kita pak." kata bayu
" kalau untuk tim administrasi lainnya itu bisa kita dapatkan sebelum kita mengoperasionalkan tempat tersebut bahkan untuk tenaga pengajar pun kita bisa buka lowongan di media sosial ataupun media lainnya." kata beni
" kalau menurut kalian tim ini masih perlu orang cati saja, dan kalau perlu dana operasional kita bisa bicarakan termasuk gaji teman teman ini." kata vian
" baik pak, terimakasih." kata beni
" kalau respon saya kurang kalian bisa hubungi lily sama saja." kata vian
" kalau gak ke saya juga gak apa apa." kata pak bowo
" baik pak." kata beni
" kemarin saya juga dapat tawaran dari pak bupati KBB untuk membuat sekolah dan kampus di daerah sana beliu mau mencarikan lahannya. bahkan menyarankan untuk bangun rumah sakit juga." kata vian
" wah belum mulai aja sudah ada tawatan seperti itu, ini pasti peluang bagus." jawab bayu
__ADS_1
" bapak salut sama vian, apa kamu gak cape atau puas." kata pak bowo
" kalau cape pasti cape pak, tapi saya gak mau berpuas diri dulu karena masih banyak orang yang bergantung terhadap kelangsungan livi group ini pak, karyawan di bawah livi group sekarang kurang lebih 1000 orang belum karyawan konveksi konveksi yang kerjasama dan para petani," kata vian
" terus kantor livi group dimana." kata pak bowo
" sekarang masih menumpang di perusahaan LNI pak karena disana pondasi pertama saya." kata vian
" bapak lihat banyak orang yang mengharapkan bisa bergabung dengan perusahaan perusahaan livi sekarang ." kata pak bowo
" bagus jadi karyawan secara tidak langsung memiliki saingan, nah momentum ini harus bisa dimanfaatkan sama sekolah dan kampus untuk menarik siswa." kata vian
" iya pak, jadi setiap orang tua berharap anak anaknya bisa bergabung menjadi karyawan livi group." kata beni
tak terasa mereka pun sudah tiba di rumah, teman teman lily pun langsung pamitan pulang, pak dede izin pulang terlebih dahulu. vian dan yang lainnya masuk ke rumah, vian dan ketiga istrinya masuk ke kamar, devan dan de qinar dibawa lilis dan evi ke kamarnya untuk mandi sore.
vian pun berbaring dikasur untuk istirahat, lily mempersiapkan pakaian dirinya dan vian dibantu dilla
" mas mau dipijitin." kata astrid, dia pun pergi ke kasur lalu memijit kepala vian, tak lama vian pun menarik tubuh astrid dan memeluk lalu mencium bibirnya.
" mas gak enak sama mba dan dilla." kata astrid
" biarin aja, nanti juga mereka ikutan." jawab vian
lily yang melihat vian dan astrid lagi bercumbu langsung menghentikan beres beresnya
" wah dil, gak bisa dibiarin ini, ada yang gak ngajak kita." kata lily, lalu dia menghampiri vian dan astrid dan meminta jatahnya. vian pun melayani ciuman lily kamar akhirnya penuh gelora suami istri. lily membuka baju vian lalu pakaiannya.
" semenjak ada kalian gelora ini jadi nambah." kata lily lalu memberikan bukit kembarnya ke mulut vian. astrid dan dilla pun membuka pakaiannya, lalu membuka celana vian, pusaka vian pun mereka garap bersama. lily meminta jatah pertamanya dilla sekarang bercumbu dengan vian sedanhkan astrid membantu rangsangan di tubuh lily. lily pun kelojotan dan akhirnya ambruk. astrid mengambil bagiannya sedangkan dilla sedang memberikan bukitnya setelah itu memberikan mahkotanya
akhirnya astrid pun ambruk, lalu dilla mengambil alih permainan, vian pun menarik lily mereka pun bercumbu lagi karena geloranya bangkit lagi lily pun menyerahkan mahkotanya ke mulut vian
" pah aku gak tahan kaya gini," kata lily, dilla pun sudah mau hampir sampe
" mas aku gak kuat pengen keluar." kata dilla, dia pun ambruk, lily pun menggantikan dilla sedangkan astrid memberikan mahkotanya ke mulut vian
" pah ini benar benar bikin mamah gak kuat." kata lily dan dia pun terkulai lemas lalu berbaring disamping vian. vian pun bangkit lalu memasukan pusakanya ke mahkota astrid, vian menarik dilla dan bercum bu sedangkan pusakanya masih bermain dengan mahkota astrid.
" mas.. aku gak tahan." kata astrid, vian pun mempercepat gerakannya dan akhirnya dia pun mencapai puncaknya bersama astrid. vian pun berbaring dan memeluk ketiga istrinya itu lalu mengecup kening mereka. " terimakasih ya." kata vian
15 menit mereka istirahat vian dan ketiga istrinya mandi berbarengan mereka saling menyabuni satu sama lainnya. selesai mandi mereka memakai pakaian, lily, astrid dan dilla menyelesaikan pekerjaan yangbtadi tertunda. sehabis sholat magrib berjamaah mereka turun ke bawah untuk makan malam bersama. selesai makan vian pamit ke teras depan rumah lalu menualakan rokok, vian menyuruh haris dan putra untuk membantu memasukan barang bawaan ke mobil. tak lama pak dede datang bersama pak wahyudi sopir cadangan.
sehabis isya vian menitipkan rumah ke bi narsih dan yang lainnya, setelah berpamitan mereka pun memulai perjalanan menuju kampung halaman mengantar neneknya lily bu julaeha karena ingin pulang.
__ADS_1