Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Kolaborasi


__ADS_3

Sebelum magrib mereka telah sampai di rumah, daru catering pun sudah ada disana. mereka langsung ke kamar masing masing. vian sudah mandi dan berganti pakaian. setelah masuk waktu magrib mereka sholat berjamaah lalu pergi ke ruang keluarga, vian menunggu di teras depan sambil merokok dan menelepon riki supaya datang ke rumah jam 9an untuk memijitnya.


jam setengah 7 pak bambang datang bersama istrinya, vian pun membawa mereka masuk.


" wah lagi rame. maaf kedatangan saya mengganggu." kata pak bambang


" enggak kok pak, disini memang selalu rame." kata vian, vian mengajak pak bambang dan istrinya untuk makan malam bersama, pak bambang pun menyalami mereka semua


" terimakasih pak atas kunjungannya, dan saya juga lupa mengucapkan terimakasih atas kejadian waktu di bali itu." kata lily


" sama sama bu, lagian kan kita ini teman dan sudah seperti saudara." kata pak bambang


" iya bu, seperti kesiapa aja." kata istrinya pak bambang


" terimakasih bu. ayo kita makan sama sama, baru nanti kita BBQan sama bakar jagung." kata lily


" saya jadi enak kalau begitu." kata pak bambang


" bapak dan ibu harus coba jagung bakar kita." kata lily


" boleh itu bu." kata pak bambang


mereka pun terus mengobrol sambil makan.


" o iya kenalin ini astrid dan dilla istrinya vian, itu ibu dan adiknya astrid, itu orang tua dan adiknya dilla, kalau itu ika adiknya vian dan teman temannya." kata lily


" apa...... istri istrinya pak vian." kata pak bambang


" iya pak, vian baru 2 bulanan menikahi mereka." jawab lily


" pak vian ini kok gak ngajak ngajak saya sih." kata pak bambang yang langsung kena cubit istrinya


" eh salah ngundang ngundang maksudnya." lanjut pak bambang


" jangan ke bapak, saya aja bapaknya gak dikasih tau, tau tau udah punya 2 istri lagi." kata pak adi


" resmi gak nih nikahnya secara negara." kata pak bambang


" resmi dong pak." jawab vian"


" kok ibu bisa ikhlas sih suaminya nikah lagi. salut deh saya. kalau saya mungkin udah saya cincang" kata istri pak bambang


" makanya ibu harus contoh ibu lily." kata pak bambang


" jadi bapak udah ada niatan mau nikah lagi." kata istrinya pak bambang


" iya kepaksa bu habis gimana lagi." kata lily

__ADS_1


" oh mbak jadi terpaksa nerima kita nih...gak ikhlas." kata astrid dan dilla yang semenjak tadi diam


" sekarang udah ikhlas nerima kalian, kalau gak ikhlas mana mungkin aku suruh kalian tidur barengan." kata lily. tak lama devan datang ke ruang makan karena mendengar rame rame.


" mamah dilla mana kue ulang tahunnya, aa mau tiup lilin." kata devan


" gak ada aa sayang kan tadi udah, aa salam sama tante dan om." kata lily, devan pun menurut salaman sama pak bambang dan istrinya


" saya dengar tadi pak vian besok mau ke surabaya, ada acara apa pak, jangan jangan benar lagi cari dukungan." kata pak bambang


" mau buka pabrik kosmetik pak punya istri. dukungan apa pak." kata vian


" selain saya ingin silaturahmi, saya juga ingin komfirmasi ke orangnya langsung, soalnya di kalangan partai nama pak vian lagi rame dibicarakan, apa benar bapak mau mencalonkan jadi bupati KBB." kata pak bambang


" enggak pak, memang pak Bupati KBB meminta saya untuk mendampingi beliau di pemilihan yang akan datang, tapi saya bilang saya belum kefikiran untuk terjun ke politik, mengurus usaha aja masih keteteran." kata vian


" oh begitu, pak vian di pinang, soalnya partai saya aja tanya ke saya bagaimana elektibilitas bapak, saya bilang kalau di KBB kemungkinan besar bapak bisa menang." kata pak bambang


" kemarin aja kita istrinya kaya sebagai pelakor yang merebut dari mereka, dilihatin seluruh peserta penyuluhan." kata lily


" benar benar memiliki daya tarik yang bagus, kalau bapak berminat gabung saya aja ya pak.." kata pak bambang


" iya pak insyaAllah, kita kan gak tau takdir Allah kedepannya. oh iya pak kemarin saya lihat di daftar pengusaha perkebunan sawit ada nama bapak," kata vian


" iya pak ada beberapa lah, kenapa paka vian mau main di sawit juga." kata pak bambang


" oh begitu, boleh nanti saya tanyakan ke penanggung jawab perusahaan, kalau memang pak vian butuh bisa saya alokasikan untuk bapak daripada ke perusahaan asing." kata pak bambang


" boleh pak, kalau begitu saya akan cari lahan buat pabriknya." kata vian


" saya lihat data di KBB bahwa semenjak ada perusahaan bapak disana terjadi penurunan angka pengangguran dan angka kejahatan juga menurun.." kata pak bambang


" alhamdulillah kalau perusahaan saya bisa bermanfaat." kata vian


selesai makan mereka pindah ke gazebo, vian membuatkan kopi lalu menyalakan rokok. dan meminta indra membakar jagung


" ayo pak ibu di coba jagung bakarnya." kata lily, pak bambang dan istrinya pun mencoba


" wah benar enak nih." kata istri pak bambang


" nanti coba kosmetik LAD's ya. di jamin tambah kinclong deh." kata lily


" siap bu, oh iya kita tukaran nomor handphone bu. apa itu arti LAD's." kata istri pak bambang


" boleh bu, Lily Astrid dan dilla, itu usaha kita bertiga." kata lily lalu mereka bertukar nomor handphone


" S nya bisa nama saya tuh, jadi boleh gak saya gabung diperusahaannya, pak boleh kan." kata ibu Sisil istrinya pak bambang

__ADS_1


" boleh, bapak setuju san tumben kamu mau buka usaha." kata pak bambang


" saya tertarik dengan keakraban mereka pak." kata ibu sisil


" gimana bu boleh gak saya gabung di perusahaannya." lanjut ibu Sisil


" Boleh aja bu, biar kita bisa terus ketemu." kata lily


" wah saya bersyukur bisa berteman dengan pak vian dan ibu jadi istri mau usaha, nanti kalau pak vian buka pabrik lagi saya gabung deh 5% aja." kata pak bambang


" boleh pak, oh iya pak nanti saya undang bapak kalau acara peresmian sekolah." kata vian


" bapak lagi bangun sekolah, sekolah apa, dimana lokasinya." kata pak bambang


" sekolah TK, SD, SMP, SMA, SMK dan universitas pak di daerah B." jawab vian


" benar benar nih usahanya semua bidang dijalani." kata pak bambang


" kita kan harus banyak kran dan mudah mudahan bisa membantu orang lain." kata vian


" semoga kita bisa berkolaborasi pak, nah soal istri mau gabung di perusahaan kosmetik gimana." kata pak bambang


" kalau mau sekarang mungkin di bawah tangan dulu karena baru kemarin pembentukan perusahaannya, baru tahun depan masuk ke akta tapi tetap tahun ini ibu dapat bagian sesuai dengan presentase kepemilikan." kata vian


" bagaimana bu." kata pak bambang


" sekarang aja biar sama sama ngerasain mendirikan." kata ibu Sisil


" jadi besok ibu ikut ya." kata lily


" memang acaranya kapan pak." kata pak bambang


" lusa pak jam 9an." kata vian


" jadi berapa uang yang harus saya setor nih." kata pak bambang


" modal disetor 35 milyar pak, kalau ibu ambil 5% jadi 1 milyar 750 juta aja pak. saya minta copy indentitas ibu aja buat saya buatkan perjanjiannya." kata vian


" iya sudah deal, saya transfer kemana nih." kata pak bambang


" rekening saya pak, karena akan motong kepemilikan saya." kata vian


" iya sudah kirim nomor rekeningnya ke saya pak." kata pak bambang


" siap pak, buat modal bikin pabrik." kata vian. lalu mengirimkan nomor rekening. pak bambang kirim photo identitas istrinya.


vian meminta raka untuk membuatkan perjanjian penyerahan saham.

__ADS_1


__ADS_2