Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Merasa sudah menjadi keluarga sendiri


__ADS_3

Sambil menghangatkan tubuh di api unggun, mereka juga makan jagung bakar sambil bernyanyi dan berjoget, tidak ada rasa malu lagi karena mereka merasa sudah menjadi bagian keluarga sendiri, tidak merasa canggung lagi akan tetapi adab dan etika tetap terjaga.


" besok papah ada acara lagi." kata lily


" papah ke PBN dulu, mau koordinasikan masalah supply bahan baku minyak." kata vian


" jadi kita pulang besok atau kapan." kata lily


" besok siang aja kita pulang, kenapa mamah ada acara, kalau ada acara mamau dan yang lainnya pulang duluan aja enghak masalah, nanti papah bisa ikut sama mobil L-Trans atau minta diantar opik." kata vian


" enggak ada acara pah, itu ibu ibu mau ke kebun katanya, enggak masalah kan." kata lily


" iya enggak, silahkan saja." kata vian


" kita pengen dengerin pak vian sama bu lily, bu astrid, bu dilla dan bu shinta duet nyanyi nih," kata pak gubernur


" ada sawerannya enggak nih pak." kata lily


" ada dong tenang saja." kata pak gubernur


" wah curang nih pak, kita enggak di sawer." kata bu sisil


" ayo biar meriah, kita berjoget." kata pak gubernur dan pak bambang sambil mengeluarkan uang dari dompetnya


" ini sudah membuat minum belum." kata vian


" tenang pak sudah, disini kita benar benar terjamin deh. Nanti saya bakalan sering kesini untuk santai." kata pak menteri UMKM


" jangan diizinkan pak kalau tidak jelas sama siapa, apalagi hanya berdua saja." kata pak menteri sosial


" entar diajak deh." kata pak menteri UMKM sambil ketawa


" hati hati tuh bu... Sudah merencanakan sesuatu. Kalau saya kesini ada tujuannya ke PBN." kata pak bambang


" sama saya juga selain istirahat disini ke PBN." kata pak menteri UMKM


" kalau saya kesini dalam rangka kunjungan kerja." kata pak gubernur

__ADS_1


" besok kita ke PBN ya pak." kata vian


" boleh pak, kita pastikan untuk supply bahan baku dan rencana kerja PBN kedepannya, nanti saya kalau enggak lagi nyalon saya akan sering ke PBN sepertinya." kata pak bambang


" kalau begitu saya ikutan investasi deh di PBN," kata pak menteri pendidikan


" sama saya juga berapa valuasinya pak." kata pak menteri sosial


" besok kita lihat saja di catatan keuangan PBN pak." kata vian. Tak lama pak menteri UMKM mendapat telepon dari menteri Tenaga kerja.


" malam pak menteri, ada apa nih tumben malam malam telepon, ada hal urgent kah." kata pak menteri UMKM


" malam juga pak, sedang dimana nih pak kok ribut ribut." kata pak menteri tenaga kerja


" saya sedang bersama pak bambang, pak menteti pendidikan, pak menteri sosial, pak gubernur, pak bupati di pabriknya pak vian di KBB pak, tadi habis kunjungan kerja kita kumpul disini." kata pak menteri UMKM sambil menyalakan video call


" enak banget tempatnya, bapak bapak sama keluarga juga." kata pak menteri Tenaga kerja


" iya sekalian liburan pak, besok saya mau ke perusahaan yang lain juga melihat koperasi karyawan, soalnya perusahaan pak vian ini memiliki koperasi." kata Pak menteri UMKM


" banyak gitu karyawannya pak," kata pak menteri tenaga kerja


" bapak tau saya sedang di luar dari mana nih." kata pak menteri UMKM


" tadi pulang, isteri bilang, pak memangnya ada acara ya, kok kita enggak pergi, itu ibu Nurlaela, ibu citra dan ibu kayla sedang liburan terus, kayanya lihat di status ibu, dan saya juga lihat status bapak sedang asyiiik." kata pak menteri tenaga kerja


" iya sudah besok ajak kesini, nanti saya kirim lokasinya, enggak jauh paling lama 3 jam. Kunjungan kerja melihat karyawan perusahaan, tuh lihat karyawan sedang bekerja, bapak melakukan audensi sama mereka ini di perusahaan LA, besok saya mau ke perusahaan PBN." kata pak menteri UMKM


" boleh tuh, saya memang perlu melakukan audensi sama karyawan perusahaan terutama pabrik, tapi enggak masalah sama pemilik perusahaannya." kata pak menteri tenaga kerja


" enggak akan terjadi apa apa pak, saya menjamin kalau bapak ke perusahaan livi group aman, pemiliknya baik banget pak, saya sudah seperti saudara, saya kalau akhir pekan sama isteri menginap di rumah beliau, anak anak saya aja sekarang tinggal di rumah beliau, mereka kerja di perusahaan pak vian sama adiknya." kata pak menteri UMKM


" iya sudah kalau begitu, saya kesana, saya tunggu lokasinya." kata pak menteri tenaga kerja.


" siap pak, sebentar saya kirimkan lokasinya." kata pak menteri UMKM


" terimakasih atas informasinya, saya tunggu," kata pak menteri tenaga kerja.

__ADS_1


Pak menteri UMKM kembali ke villa bersama opik


" terimakasih pak opik sudah menemani." kata pak menteri UMKM


" sama sama pak." kata opik


" siapa pak menteri yang telepon serius sekali, jangan jangan sudah janjian nih." kata pak bambang


" itu pak menteri tenaga kerja, dia menanyakan saya ada dimana, saya bilang sedang kunjungan kerja di pabrik, besok rencananya beliau kesini." kata pak menteri UMKM


" kita bisa nambah personil lagi nih." kata pak bambang


" iya isteri beliau melihat isteri saya sedang liburan terus, kok dia enggak diajak, oh iya pak vian enggak masalahkan kalau beliau datang dan mengajak audensi dengan karyawan disini." kata pak menteri UMKM


" enggak apa apa pak, lagian kita tidak ada yang ditutup tutupi. Jam 10.27 menit ada suara mobil patwal datang ke pabrik ternyata yang datang bupati P bersama isterinya serta anak pertamanya hisyam dan keluarganya.


" tamu jauh ini, luar biasa kita bisa silaturahmi disini." kata pak bambang


" biasa pak ini isteri dari kemarin ngajak kesini, saya masih ada acara, dan kebetulan aja anak pertama saya ini mau melihat ke pabrik LA." kata pak bupati P, isteri pak bupati dan anaknya menyalami semuanya, isteri pun langsung gabung bersama ibu ibu lainnya.


" iya pak, silahkan makan dulu, disana masih ada kok." kata vian


" sudah pak dijalan terimakasih banyak, disini banyak makan juga, sepertinya saya enggak bisa diet nih." kata pak bupati P


" kalau sedang bersama pak vian jangan diet rugi pak, yang penting kita sehat saja." kata pak bambang


" tambah rame ini. Bisa sampai pagi kita bakar bakarnya." kata pak gubernur


" besok enggak ada acara ini kan, bisa santai." kata pak bambang


" enggak ada pak, paling lusa saya ada acaranya, saya sengaja 3 hari ini kosongkan jadwal." kata pak gubernur


" saya kan ada alasan mendampingi pak gubernur kunjungan." kata pak bupati KBB


" ini enak sekali pak lokasinya, ini luas lahannya berapa pak dan ada apa aja disini." kata pak bupati P


" kurang lebih 15 hektar untuk lahan LA, disini ada pabrik pengolahan daging, pabrik pengolahan air minum, pabrik pengolahan hasil pertanian, RPH, kandang kambing, kandang sapi, kandang ayam pedaging sama petelor, ini kolam pembibitan dan pembesaran ikan, sisanya dipakai lahan pertanian." kata vian

__ADS_1


" jadi yang disana juga masih lahan milik LA pak." kata pak bupati


" betul pak, dan yang disebrang pun sama itu untuk klinik. Kalau PBN kurang lebih 7 menit dari sini." kata vian. Mereka pun asyik ngobrol, vian pun meminta dibuatkan susu panas, lalu dia menyalakan rokoknya lagi sambil menikmati music.


__ADS_2