
Setelah jagung bakar matang, vian meminta pak menteri dan isterinya untuk mencobanya. yang lainnya pun disuruh mengambil.
" saya jadi ketagihan begini pak." kata pak walikota B
" makanya datang kesini, hampir setiap malam disini bakar jagung dan BBQan." kata pak bambang
" memangnya pak bambang tinggal disini tau banget." kata pak menteri
" saya tuh setiap pulang pasti kesini dulu pak, kadang menginap disini walaupun rumah beberapa meter dari sini." kata pak bambang sambil menunjuk rumahnya
" perasaan rumah bapak enggak disini deh." kata pak menteri
" iya ini baru, gara gara isteri minta pindah kesini dekat pak vian, eh udah beli jarang ditinggali, anak anak aja tinggal disini." kata pak bambang
" kalau itu bangunan apa pak." kata pak menteri
" itu mess tempat tinggal anak anak, sama kamar tamu, pak vian itu sampai membangun mess dan kamar tamu buat kita kita." kata pak bambang
" luar biasa, pantas saja usahanya lancar dan berkembang seperti ini." kata pak menteri
" Saya berharap BLS bisa terus membantu para pelaku usaha UMKM di daerah lainnya pak, nanti kami akan fasilitasi untuk mengadakan penyuluhan dan pelatihan dan pak vian bisa menjadi salah satu narasumbernya." lanjut pak menteri
" InsyaAllah pak, kalau pun saya tidak bisa hadir bisa nanti dari tim BLS yang menghadiri." kata vian
" terimakasih banyak pak sudah membantu kami dalam mengembangkan pengusaha UMKM untuk bisa naik level." kata pak menteri
" sama sama pak, karena hanya itu yang bisa saya lakukan untuk membantu yang lainnya." kata vian
" ini jagung bakarnya enak banget, bapak jual yang dimana ini." kata pak menteri
" yang mentahnya ada di supermarket livi di depan pak, sama yang sudah matangnya juga ada di cafe, di surabaya ada di dillas cafe dan di bali di resort livi. kalau yang ini hasil dari kebun kita sendiri dan ada juga dari petani disana sedangkan di surabaya dan bali itu dari daerah M." kata vian
" deal pak, kita kolaborasi, kalau boleh saya mibta nomor konyak pak vian." kata pak menteri, lalu vian dan pak menteri bertukar nomor telepon
" kalau enggak keberatan dan ada jadwal kosong hari jum'at besok saya mau meresmikan yayasan pendidikan livi di daerah F pak." kata vian
" Itu pak yang saya share lokasinya, enggak jauh dari sana." kata pak bambang
" Siap, InsyaAllah saya usahakan hadir." kata pak menteri
" sekolah apa saja yang ada disana pak." lanjut pak menteri
" TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan Universitas pak, dari SMP keatas sistem Boarding School." kata vian
" barang kali pak menteri mau ikutan bangun Panti Asuhan Kita Bersaudara boleh pak." kata pak bambang
" lokasinya disana juga pak." kata pak menteri
__ADS_1
" sebelahnya pak, pak vian sudah membeli lahannya tinggal membangunnya saja." kata pak Gubernur B
" boleh tuh saya ikutan, nanti saya minta rekeningnya saja pak." kata pak menteri, vian mengirimkan rekening yayasan untuk panti asuhan, tak lupa vian meminta shinta supaya siap siap besok pagi mau ke karawang dan ke KBB untuk menghadiri acara peresmian sekolah hari selasa jadi menginap semalam di villa pabrik LA.
" pak kita pergi umroh bareng keluarga besar bu lily, bu sisil dan yang lainnya." kata ibu Nurlaela
" memangnya masih bisa gitu, kok ibu ngebet pengen umroh sih." kata pak menteri
" habisnya rame pak, boleh ya." kata ibu Nurlaela
" udah kena virus keluarga pak vian nih." kata pak bambang
" iya, memang mantap deh virus keluarga pak vian ini." kata pak gubernur D
" memang bisa gitu, ini tinggal seminggu lagi loh bu." kata pak menteri
" saya coba tanyakan dulu pak ke travel kalau memang mau, mudah mudahan visanya bisa dan tiket peswatnya masih ada." kata vian
" boleh lah pak, daripada nanti saya dicemberutin." kata pak menteri. Vian pun menelepon Ustad Ogi apakah masih memungkinkan 3 orang lagi.
" saya minta pasport bapak dan ibu saja supaya langsung dibuatkan visa dan tiket pesawatnya." kata vian
" boleh pak, untuk fisiknya besok dikirim kesini, untuk 3 orang ya pak." kata pak menteri
" baik pak, sekarang cover depannya dulu saja untuk beli tiket dan hotel, besok kirim kesini saja pasport aslinya, nanti biar travel ambil kesini, kalau enggak malam ini juga kalau bisa biar pagi travel langsung ke kedutaan membuat visa " kata vian
" bukannya papah besok mau ke karawang terus ke KBB." kata lily
" terimakasih pak, bapak baik deh, terimakasih juga pak vian." kata ibu Nurlaela
" ayo bu kita pulang sudah magrib." ajak pak menteri
" nanti habis isya aja pak tanggung, ibu lagi asyik ngobrol nih." kata ibu nurlaela
" iya pak kita makan malam bersama dulu, itu sudah disiapkan, kalau mau menginap juga masih ada kok kamar kosong." kata vian
karena sudah masuk magrib, mereka pergi ke musholla, lily dan ibu sisil membawa ibu nurlaela untuk pergi ke kamar tamu
" wah enak banget kamarnya, seperti kamar hotel, pemandangannya pun enak." kata bu nurlaela
" iya sudah ibu bisa istirahat dulu." kata lily
" terimakasih loh bu, maaf jadinya merepotkan." kata ibu nurlaela
" sama sama bu, wajar ibu kan tamu kita." kata lily, lily pun pergi ke kamarnya, setelah selesai lily, astrid dan dilla turun ke bawah menyiapkan untuk makan malam di taman
" pak, ibu sudah disiapkan kamar loh, bapak lihat dulu, bagus pak kaya kamar hotel." kata bu nurlaela sambil membawa pak menteri pergi kesana
__ADS_1
" kita harus cepat cepat bangun kamar lagi pah, kalau seperti ini." kata lily
" iya papah sudah bilang ke pak daryat." kata vian
" besok papah pergi sama shinta kan ke karawang sama KBBnya." kata lily
" iya sayank, menginap di villa LA dulu semalam, paginya baru ke tempat peresmian, siangnya pulang." kata vian
" papah udah kasih tau shintanya." kata lily
" udah tadi, besok sekalian berangkat jemput dia dulu." kata vian
makanan pun sudah disiapkan, astrid memanggil keluarga yang lainnya untuk makan malam bersama. Tak lama pak menteri dan isterinya datang, yang lainnya pun sudah berkumpul, vian memmpersilahkan untuk mengambil makanan
" maaf pak makanan hanya seperti ini, dan maaf disini rame." kata vian
" ini sudah luar biasa pak, maaf kita jadi merepotkan, setiap hari memang seperti ini pak." kata pak menteri
" enggak sama sekali pak, disini memang setiap hari seperti ini rame." kata vian
" terimakasih pak menteri, saya bisa makan malam bersama pak menteri." Kata pak bowo
" sama saja pak, menteri hanya jabatan saja." kata pak menteri
" semiga saja silaturahmi ini bisa membawa keberkahan untuk kita semua." kata pak adi
" Aamiin." kata mereka berbarengan
" biasanya kita hanya bisa melihat di televisi, sekarang bisa makan malam bersama." kata pak bowo
" saya enggak nyangka, pak bambang dan para gubernur serta walikota sering datang kesini." kata pak menteri
" seperti rumah ketua umum partai ya pak." kata pak bambang
" betul itu pak bambang, dikira saya tadi juga ini rumah ketua umum partai." kata pak menteri sambil ketawa
" apa enggak ke ganggu pak dengan banyak orang seperti ini." lanjut pak menteri
" enggak sama sekali pak, kalau enggak ada baru kita merasa kesepian malahan." kata pak bowo
" mungkin minggu depan akan banyak lagi pak yang dari luar kota yang akan pergi umroh." kata vian
" memangnya berapa orang yang akan berangkat pak." kata pak menteri
" sekarang sudah lebih dari 100 orang." kata vian
" banyak juga ya, jadi berangkatnya dari sini pak." kata pak menteri
__ADS_1
" betul pak dari sini." kata vian
mereka pun lanjut makan malam, mereka seperti keluarga besar yang sedang mengadakan acara.