
Di saat ngopi dan mengobrol di luar para tetangga pun datang menyalami vian dan yang lainnya, vian pun memberikan mie instant dan minyak kepada mereka yang datang, vian memang sengaja telah menyiapkan hal itu.
" wah ini minyak goreng dan mie instant merk baru ya." kata topan yang memiliki warung
" iya pan itu produk dari pabrik saya, kalau kamu mau menjualnya boleh nanti datang aja ke pabrik kalau enggak kamu telepon duku marketingnya." kata vian, vian pun memberikan nomor telepon marketing PBN
" boleh vian, saya bisa menjual ke kampung lainnya juga kalau saya bisa langsung beli dari pabriknya." kata topan
" boleh, mungkin kamu bisa pegang hak agen di desa ini, kalau memang belum ada kecamatan ini juga kamu pegang aja, kamu tanya tanya aja dulu ke marketing ya." kata vian
" boleh boleh. Nanti saya telepon marketingnya." kata topan
" kamu sama siapa kesini, tumben." kata topan
" sama isteri, tadi habis dari pabrik dia ngajak kesini." kata vian
" semuanya kesini, ua enggak kesini." kata topan
" enggak cuma bawa 1 aja, ibu sama bapak lagi sibuk ngurusi cucu barunya besok rabu mau aqiqah de avin dan de alea soalnya." kata vian. Tak lama ada telepon masuk dari pak bupati KBB
" selamat sore pak vian, sedang dimana nih." kata pak bupati
" selamat sore pak bupati, saya sedang di kampung nih, shinta pengen menginap disini. Gimana pak bupati ada yang bisa saya bantu." kata vian
" saya keingat pak vian jadi langsung telepon, oh iya kapan aqiqah putra dan putrinya, istri ngajak kesana terus katanya enggak enak belum menengok." kata pak bupati
" insyaAllah hari rabu besok pak." kata vian
" iya sudah kalau begitu, insyaAllah saya kesana sama keluarga, kalau begitu sampai ketemu nanti." kata pak bupati
__ADS_1
" siap pak, sampai ketemu nanti pak." kata vian lalu menutup teleponnya.
" oh iya pak de, jangan lupa besok sore jemput saudara saudara astrid dan dilla ya di bandara, pakai minibus aja." kata vian
" siap pak, saya sudah suruh karyawan untuk menjemputnya, saya minta salah satu yang mau dijemputnya saja pak, supaya enak." kata vian. Vian pun memberikan nomor teleponnya pak dani pamannya astrid.
" rumah bisa penuh dong pak." kata pak dede
" iya, makanya saya tambah lagi kamar tamu dan mess juga. Resiko keluarga besar." kata vian. Karena sudah mau magrib vian pamitan ke kakek dan neneknya lalu pergi ke villa, sampai di villa shinta memasak nasi di rice cooker, setelah itu vian dan shinta sholat magrib berjamaah, lalu vian pergi masak untuk makan malam.
Makanan sudah siap, vian mengajak pak dede dan putra makan malam bersama. Setelah makan shinta merapihkan dan mencucinya. Vian dan pak dede serta putra pergi ke gazebo, disana mereka ngobrol sambil merokok.
" papah mau minum apa, pa dede sama putra biar sekalian saya buatkan." kata shinta
" kopi aja boleh sayang." kata vian
tak lama shinta membawa kopi dan susu panas untuk dia lalu duduk disebelah vian. setelah itu vian meminta pak dede dan putra untuk membuat pembakaran jagung, mereka menikmati malam sambil makan jagung bakar. Karena sudah malam mereka pun masuk ke kamar.
Setelah bersih bersih vian dan shinta pun melakukan pemanasan, shinta menciumi bibir vian sedangkan vian memainkan tangannya untuk mengelus tubuh shinta, lalu meremas bukit kembar shinta, gelora terus memburu akhirnya mulai melakukan pertempuran, di awal shinta mengendalikan pertempuran sehingga dia mendapatkan puncaknya, istirahat sebentar vian mengendalikan pertempuran dan akhirnya mendapatkan puncaknya bersama sama.
" terimakasih ya sayang." kata vian lalu mencium kening shinta dan memeluknya
" sama sama pah, aku bahagia banget bisa menjadi isteri papah." kata shinta, vian pun minum air putih lalu pergi ke kamar mandi bersih bersih, shinta menyusul membersihkan diri lalu pergi tidur bersama.
Di pagi hari vian mandi lalu membangunkan shinta untuk sholat shubuh. Selesai sholat Vian dan shinta pun berbaring kembali di kasur, dan terjadilah pertempuran di pagi hari.
" terimakasih ya pah, udah membuat aku bahagia. Jangan berubah sama aku ya." kata shinta dia pun memeluk vian dan memberikan ciuman di pipi dan bibir vian.
" iya sayang, kita jalankan kehidupan ini bersama ya." kata vian
__ADS_1
Mereka pun bermesraan lagi, dan akhirnya melakukan pertempuran, setelah itu mereka bersih bersih. Shinta membuatkan susu panas untuk vian dan dia, lalu makan roti. Karena masih ada nasi sisa semalam, vian membuat nasi goreng, vian dan shinta pun sarapan berdua karena pak dede dan putra entah masih tidur atau sudah jalan jalan. Tapi vian membuatkan mereka sarapan juga. Vian dan shinta pergi ke gazebo, menikmati suasana pagi disana vian menyalakan rokoknya dan minum susu yang dibuat shinta tadi. Tak lama pak dede dan putra datang, vian pun menyuruh mereka sarapan dulu.
Jam 8.27 menit vian dan shinta masuk ke kamar lagi mau mandi karena mau siap siap pulang. Setelah siap semuanya vian dan yang lainnya pergi ke rumah kakek hadian untuk pamitan, vian pun memberikan uang kepada kakeknya itu. jam 9.17 menit mereka pun kembali ke pabrik LA. Jam 10. 27 menit mereka sampai di pabrik LA,
" pik tolong aiapkan jagung dan daging untuk BBQan karena saudara astrid dan dilla hari ini datang dan sekalian udang juga karena si aa suka banget udang goreng sama yang frozen Foodnya juga sekalian." kata vian
" baik pak, saya siapkan dulu kalau begitu, oh iya pak mau lihat kambingnya enggak, berarti hari ini juga kan dikirim ke rumah bapaknya." kata opik
" boleh pik, iya hari ini aja supaya besok pagi bisa langsung di potong." kata vian, lalu mereka pergi ke kandang kambing.
" pak dede sudah di uruskan kendaraan untuk bawa kambingnya." kata vian
" oh sudah pak, nanti siang sampai disini lalu pergi balik lagi, sore atau malam sampai ke rumah bapak." kata pak dede
" berarti jagung sama daging kita bawa sekarang ya." kata vian
" iya pak sekarang aja, apalagi daging takut kenapa kenapa kalau pakai mobil colt bak." kata pak dede
" kira kira apa ada yang kelupaan enggak ya untuk acara besok aqiqah de avin sama de alea." kata vian
" kalau mie instant, beras, minyak goreng audah dipesankan pah, hari ini juga harus dikirimnya supaya bisa dibungkusin." kata shinta, vian lun menelepon pak andi menanyakan pesanan kemarin dan meminta supaya di kirim hari ini juga vian juga meminta tagihannya, setelah itu vian mentransfer pembayarannya.
" pik kalau barang batang yang saya ambil selama ini gimana, soalnya saya enggak pernah dapat tagihannya." kata vian
" oh itu sudah di bayar dari gaji bapak setiap bulannya, jadi kalau bapak menerima kecil atau enggak berarti itu dibayarkan ke hutang bapak." kata opik
" wah kamu sadis juga ya, jadi selama ini saya hanya dapat uang dari LNI dan BLS aja dong ya, dari LA dan L-Trans diapakai bayar bayar hutang. Wah tabungan saya bisa habis kalau begini terus." kata vian
setelah siap semuanya, vian pun pamitan ke opik, vian dan yang lainnya pun pergi pulang ke rumah.
__ADS_1