Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Rencana Pembentukan Perusahaan Farmasi


__ADS_3

Selesai makan vian menyalakan rokoknya, banyak ide ide yang muncul di otaknya.


" terimakasih pak vian dan keluarga sudah menjamu saya, jujur saja saya merasakan kehangatan disini membuat nyaman. Pantas saja bapak bapak betah disini karena saya yang baru saja sudah merasakan itu, banyak insvirasi dari sini, saya pamit karena ada acara keluarga, maaf kalau nanti saya datang lagi kesini jangan di tolak ya." kata bu menteri kesehatan


" kapan pun ibu datang silahkan saja, kalau memang kami ada disini, rumah kami selalu terbuka." kata vian


" nangi saya kabar kabari sama ibu lily kalau mau kesini, tadi saya sudah bertukar nomor kontak." kata bu menteri kesehatan


" kita dapat anggota baru lagi nih." kata pak bambang


" iya bu kabari saja saya, maklum kami pekerja jadi kadang kala kita keluar kota juga." kata lily


" ibu ini bisa saja, saya dengar kemarin habis liburan bersama dari labuan bajo, bali, dan KBB, nanti saya di ajak juga ya." kata bu menteri kesehatan


" siap bu." kata lily. Bu menteri pun pergi, vian dàn lily mengantar sampai bu menteri naik kendaraannya dan pergi dari rumah. Vian pamitan ke pak bambang, pak menteri dan pak gubernur, pak bupati dan pak walikota untuk melakukan diskusi bersama tim rumah sakit livi. Vian, silvia dan tim rumah sakit perti ke gedung livi group.


" selamat siang bapak bapak dan ibu dokter, terimakasih atas kehadirannya dan saya juga mohon maaf karena selama ini saya jarang berinteraksi dengan bapak dan ibu di rumah sakit livi, walaupun saya jarang kesana tapi saya sellau mendapatkan laporan setiap saatnya mengenai perkembangan rumah sakit, bukan saya mau meninggalkan rumah sakit itu, tapi saya percaya bahwa bapak dan ibu bisa menjalankan operasional rumah sakit dengan baik. Akan tetapi kemarin saya mendapatkan laporan bahwa ada rencana pembentukan perusahaan farmasi sebagai bentuk pengembangan dari rumah sakit livi. Untuk itu saya mengundang bapak dan ibu kesini dalam rangka menindaklanjuti usulan tersebut. Saya setuju dan saya sudah menyuruh tim di KBB untuk mencari lahan untuk pembangunan pabriknya, jujur saja saya tidak begitu memahami tentang proses pembuatan obat obatan, obat apa saja yang di butuhkan, makanya saya mengundang bapak dan ibu untuk membahasnya." kata vian

__ADS_1


" terimakasih pak, saya kaget tadi di rumah bapak ini ternyata tempat berkumpulnya para pejabat ya. Ide itu muncul karena kalau kita hanya mengandalkan dari pelayanan rumah sakit saja itu tidak akan mendapatkan apa apa, jujur saya sebagai direktur utama merasa enggak enak kepada bapak sebagai pemilik mayoritas rumah sakit. Jika kita memiliki pabrik obat sendiri akan jauh mendapatkan keuntungan baik itu di jual melalui rumah sakit ataupun jalur lainnya ke apotik apotik, dengan kita memproduksi sendiri harga kita bisa tentukan bukan orang lain yang menentukan, untuk obat obatan yang sering kita pakai itu kita ada listnya, apa saja komposisinya, bahkan rencananya kita akan gunakan tanaman herbal mungkin kita bisa mengundang ahli kedepannya sebagai tenaga peneliti dan pakar di bidang herbal tersebut, saya sudah membuat rencana pembentukan perusahaan farmasi ini, nanti saya kirimkan datanya ke bapak, berapa dana yang diperlukan untuk investasinya baik untuk mesin dan peralatan lainnya termasuk bahan bakunya, kecuali lahan dan bangunan tapi saya sudah melihat referinsi berapa lahan dan bangunan pabrik yang di butuhkan." kata dr. Chandra


" setiap akhir pekan mereka suka berkumpul disini pak. saya rasa bapak dan ibu yang ada disini adalah ahlinya untuk itu, untuk masalah lahan dan bangunan saya yang akan handle, untuk masalah teknis meain dan yang lainnya saya serahkan ke tim disini, sebelumnya saya perlu mengenal bapak dan ibu nih." kata vian


" saya dr. Husni, pak.".


" saya dr. Hilmi pak.".


" saya dr. Azizah."


" yang ada disini saya tetapkan sebagai tim pembentukan perusahaan farmasi, nama perusahaannya PT. Livi Farma Indonesia, sekarang yang menjadi pemegang saham rumah sakit livi itu saya sebagai pemilik livi group 90%, dr. Chandra 5%, dr. Silvia 5%, nanti PT. LFI ini akan menjadi induk dari rumah sakit livi, jadi saya, dr. Chandra, dr. Silvia secara otomatis menjadi pemilik PT. LFI ini dengan komposisi saham yang sama, karena kepemilikan di rumah sakit secara otomatis tidak berlaku, untuk hal itu saya akan bicara sama tim legal livi group. Dalam kesempatan ini saya mau bertanya kepada bapak dan ibu mau enggak gabung di PT. LFI dan kemungkinan ada dari luar juga yang akan masuk. Untuk bapak dan ibu saya akan berikan saham kosong masing masing 1%, itu setara kalau enggak salah nilai buku saat ini 25 milyar, jadi bapak dan ibu memiliki uang senilai 250 juta di perusahaan, nilai tersevut pastinya akan bertambah seiring bertambahnya investasi yang dilakukan , kalau memang mau berkembang bersama. Enggak juga enggak masalah." kata vian


" saya bersedia pak." kata dr. Husni


" saya juga bersedia pak." kata dr. Hilmi, dr Azizah dan dr. Fakhri


" alhamdulillah kalau begitu, nanti setelah saya baca rencana dari dr. Chandra dan sudah ada lahannya kita akan tanda tangan di notaris. Apa tugas bapak dan ibu, yaitu mencari keperluan pabrik itu sampai berjalan, nanti bapak ibu mau terjun langsung di perusahaan silahkan enggak juga silahkan karena bapak ibu juga akan dapat setiap tahunnya berupa deviden yaitu keuntungan yang dibagikan kepada pemilik saham. Saya harap dr. Chandra yang akan menjadi ketua tim ini, nanti untuk operasional rumah sakit silahkan dr. Chandra tunjuk saja siapa, karena saya berprinsip siapa yang memberikan ide, dia yang harus menjalankannya karena tentunya yang memberikan ide sudah tau apa yang harus dikerjakan. Tapi dr. Chandra juga tidak langsung lepas begitu saja mengenai operasional rumah sakit." kata vian

__ADS_1


" baik pak kalau begitu, saya akan tunjuk direktur baru saya akan bicarakan dengan tim, saya akan fokus ke perusahaan ini." kata dr. chandra


" insyaAllah akan ada jalan. Jadi kalau ada yang mau didiskusikan bisa langsung menghubungi saya dan kalau mau ada pertemuan juga bisa disini kalau memang saya ada ya, mau siang atau malam silahkan saja. Kira kira untuk bangunan ini membutuhkan lahan berapa luas dan bangunannya." kata vian


" lahan 3-4 ribu meter cukup pak, bangunan pabriknya 1700 meter gudang 100 meter, laboratorium 100 meter, kantor dan ruang rapat 150 meter, sisanya itu untuk ruang terbuka hijau untuk mengurangi pencemaran udara karena sebagai syarat pendirian pabrik." kata dr. Chandra


" kalau begitu didekat pabrik LA dan pabrik PBN ada lahan yang sengaja saya sisakan untuk pembangunan sekolah 1 hektaran kalau memang belum juga ada lahan yang bisa dibeli. Saya juga minta design kasar untuk pabriknya supaya bisa di atur dilahan yang ada sekarang." kata vian


" baik pak nanti saya kasih gambarannya." kata dr.Chandra


" kalau sudah ada nanti kita bisa survey kesana." kata vian


" baik pak, saya kan memulai mencari supplier mesin mesinnya dan harganya serta bahan baku pembuatan obatnya." kata dr. Chandra


" saya rasa cukup pertemuan kali ini, kalau ada perkembangan lebih lanjut segera mungkin kita bicarakan, supaya cepat diexsekusi rencana ini. Kalau ada tambahan silahkan." kata vian


" sudah cukup pak." kata mereka. Dr. Chandra dan yang lainnya pun pamitan kembali ke rumah sakit livi. Vian pergi ke ruangannya soalnya bapak bapak pejabat sudah pergi ke kamar untuk istirahat dan siap siap pulang, sedangkan silvia ke kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2