
Jam 8.27 menit pak bambang datang, dia langsung mendatangi vian lalu memeluknya.
" jantung saya serasa mau copot melihat berita itu, saya dan isteri buru buru kesini, disini juga tegang, eh tau taunya si aa video call, kita kira si aa halusinasi taunya beneran telepon sama bapak." kata pak bambang
" mohon maaf pak udah membuat khawatir." kata vian
" saya sangat bersyukur bapak selamat." kata pak bambang
" terimakasih pak." kata vian, mereka pun melihat lihat bangunan mess dan kamar tamu
" ini tinggal masuk perlengkapannya saja pak." kata pak bambang
" iya pak, mungkin besok atau lusa baru masuk perlengkapannya." kata vian
" oh iya pak, visa umroh sudah selesai, jadi insyaAllah akhir bulan ini kita jadi berangkat." lanjut vian
" Alhamdulillah, saya juga sudah mengambil cuti dan sedang menyelesaikan tugas tugas, supaya tenang nanti" kata pak bambang
" terus yang disana mau bangun apa pak." lanjut pak bambang
" itu untuk kantor livi group pak." kata vian
" buat aula pertemuan juga di lantai bawahnya pak, bisa disewakan untuk acara acara." kata pak bambang
" iya pak, nanti di design ulang kalau begitu, sama sekalian yang sebelahnya bisa jadi taman untuk bisa digunakan acara juga." kata vian
" bagus tuh pak, view udah dapat ke danau tinggal penataannya aja." kata pak bambang
setelah mengobrol vian mengajak pak bambang masuk ke rumah
" pak sudah makan." kata ibu sisil
" udah bu, tapi bapak pengen jagung bakar." kata pak bambang
" iya sudah kita bakar aja disana, lagian kita selalu ada stock." kata vian
" iya om, aku kangen sama jagung bakar, tadi mau minta malu." kata silvy
" tumben kamu malu, biasanya malu maluin." kata ibu sisil
" iya sudah kita bakar bakar, syukuran atas keselamatan vian." kata bu retno
" kamu harus kirim makanan besok ke panti asuhan a." kata bu ningsih
" iya bu, besok aa suruh pak dede beli nasi kotak kirim kesana." kata vian. Mereka pun pergi ke taman, vian menyuruh indra untuk membuat pembakaran. Jam 9 haris datang ke taman bersama endris dan keluarganya. Endris langsung memeluk vian.
" bro syukur kamu selamat, saya sama isteri tadinya mau membatalkan membuat pasportnya. oh iya kenalin ini ibu dan mertua saya." kata endris
__ADS_1
" salam kenal ibu, bapak, terimakasih udah mau main kesini." kata vian sambil menyalami mereka, lily dan yang lainnya pun sama
" ayo bu kita bakar jagung atau mau makan nasi." kata lily
" sudah bu terimakasih tadi sebelum kesini kita udah makan." kata ibunya endris
" buatkan minum aja mah." kata vian
" bapak, ibu mau minum apa, teh, susu, kopi." kata lily
" susu aja bu," kata endris
" iya sama aja bu." jawab yang lainnya
" wah disini rame ya." kata ibu mertuanya endris
" alhamdulillah bu, kita selalu rame." kata lily
" pantesan kata si febry bilang di rumah om vian tuh rame nek, enggak kaya di rumah nenek sepi." kata ibu mertuanya endris
" kalau disini sepi baru kita kaget bu." kata pak bambang
" kami aja jadi betah disini daripada di rumah sendiri." kata ibu sisil
" oh iya dris, alhamdulillah visa umroh kita semua telah keluar jadi kita berangkat akhir bulan ini, besok perlengkapannya akan dikirim kesini." kata vian
" alhamdulillah." jawab mereka
" sama sama bu, endris aja sudah banyak menolong saya, wajar saya juga membalas itu semua," kata vian
" ngomong ngomong isterinya vian yang mana." kata ibunya endris
" saya bu." kata lily, astrid dan dilla
" kalian bertiga isterinya vian." kata ibunya endris
" benar bu." jawab mereka
" kamu ya, dulu aja pendiam, eh sekarang isterinya 3, cantik cantik lagi." kata ibunya endris
" terimakasih bu." jawab mereka
" iya bu, padahal dulu dia suka diledek sama teman teman apa dia enggak suka sama cewek." kata endris
" kamu aja enggak tau, saya enggak main di kandang sendiri." kata vian
" pantesan ya, kamu suka ngajar dan latihan bareng di sekolah lain, ternyata bajingan juga." kata endris
__ADS_1
" saya enggak kaya kalian bro, anak baru yang bening sedikit kalian rebutan." kata vian
" ayo bu di coba jagung bakarnya." lanjut vian
" kalau ada pelantikan tuh dia paling jago bikin anak orang nangis, yang parahnya dia suruh saya jadi pocong pocongan udah gitu saya hampir kena gebuk balok sama peserta karena dia takut." kata endris
" itu kenangan dulu, lagian kamu mau aja di suruh jadi pocong, tapi kamu yang berhasil masuk jadi tentara bro." kata vian
" tapi itu menjadi tempaan buat saya juga bro, kamu juga sekarang sukses, punya banyak karyawan yang kamu pimpin." kata endris
" ini jalan hidup kita, kita jalankan saja peran kehidupan kita ini dengan sebaik baiknya sesuai dengan kemampuan kita." kata vian
" ibu bahagia dan bangga endris punya teman yang sukses seperti kamu, kamu enggak sombong masih mau mengingat temannya." kata ibunya endris
" apa yang perlu saya sombongkan bu, dulu aja saya suka di traktir sama endris, sekarang saya udah bisa traktir dia jadi kenapa enggak, tapi dia kelewatan bu, masa setiap bulan minta kambing melulu, jadi setiap saya lihat ke kandang saya tanya ke yang jaganya, itu pak diambil pak endris, begitu bu." kata vian
" kamu enggak boleh gitu juga dong dris." kata ibunya endris
" wah kamu ya, saya kan ngambil di suruh sama kamu, jangan jangan dulu juga kamu sering ngadu sama ibu ya, pantesan ibu suka tau." kata endris
" itu kan buat kebaikan kamu, vian bilang kamu lebih banyak pacaran jadi nilainya turun itu aja." kata ibunya endris
" makanya kamu jangan macam macam sama saya, rahasia kamu ada di saya." kata vian
" rahasia cewek ya pak, bilang ke saya pak." kata nadia
" iya, dia tuh kelihatannya aja kalem, makanya hati hati mbak." kata vian
" awas aja ya, saya ancurin pabrik kamu. Saya juga tau rahasia kamu.
" kata endris
" tapi dia orang baik kok mbak." kata vian sambil ketawa
" kalian ya kalau udah becanda masih sama ternyata." kata ibunya endris
" ayo bu pak tambah lagi aja jagung bakarnya atau mau daging BBQ." kata vian
" iya kalau ada keluarin dong, masa ketamu kamu pelit sih." kata endris
" hebat lah pertemanan pak vian sama pak endris ini masih sedekat dan seakrab ini." kata pak bambang
" gimana enggak dekat pak, kita pernah sama sama di rendam di kolam lumpur di daerah C dekat pabrik LA jam 2 pagi waktu pelantikan." kata vian
" itu kan daerah dingin, hebat bisa bertahan." kata pak bambang
" itu dia pak, tapi sekarang kerasa sama saya tempaan dan gemblengan dulu, tapi si vian ini pinter banget menghindar dari hukuman, dia deketin panitia cewek, entah disengaja atau memang cari perhatian nih orang, dulu kan pelantikan disuruh pakai kalung sendok makan dan garpu sama gelas, nah pas kita diauruh push up, sendok garpu nusuk dagu dia, panitia cewek itu langsung suruh dia istirahat dan di obati, dari situ dia terhindar dari hukuman terus karena dibela sama panitia, makanan diambilin." kata endris
__ADS_1
" itu beneran bro, gila aja saya nusuk sendiri." kata vian
Mereka pun mengobrol bernostalgia lagi, vian meminta endris dan keluarganya untuk menginap, Endris pun enggak menolaknya.