Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Obrolan Disaat Santai 1


__ADS_3

Selesai makan, vian pamitan pergi ke saung di atas kolam sambil membawa teh manis panas, vian menyalakan rokoknya lalu duduk bersama pak dede dan yang lainnya. Vian menyuruh haris dan putra untuk membantu opik membuat api unggun, vian juga menyuruh opik memotong kambing untuk dijadikan kambing guling. Setelah itu vian menelepon endris supaya datang ke pabrik


" dris lagi dimana?. Kata vian


" saya lagi di rumah dinas, kenapa? Kamu ada dimana." kata endris


" saya lagi di pabrik LA nih, ada pak bambang, pak menteri sosial, pak menteri pendidikan, pak menteri UMKM, pak gubernur B, pak gubernur D, Pak gubernur L, dan pak bupati juga, kesini datang sama keluarga kamu, ini lagi disiapkan kambing guling." kata vian


" siap laksanakan, saya siap siap dulu, ada kamar kosong juga kan disana." kata endris


" ada. Saya tunggu ya." kata vian


" siap, 30 menit saya sampai disana." kata endris, lalu dia menutup teleponnya.


" pik siapkan jagung bakar dan sosis serta daging untuk anak anak ya." kata vian


" baik pak, saya akan siapkan." kata opik lalu dia pergi ke depan untuk mengambil apa yang diminta vian dan menyuruh orang untuk memotong kambing dan menyiapkan tempat untuk kambing gulingnya.


" kayanya bakalan ada pesta nih pak." kata pak dede


" iya sekali kali, kita perlu liburan seperti ini, kalau mau di l-Trans adakan saja, nanti minta kambingnya sama opik." kata vian


" siap laksanakan pak." kata pak dede


" bagus tuh pak de, supaya mempererat tali persaudaraan dan silaturahmi di L-Trans." kata pak heri

__ADS_1


" oh iya pak, L-Pro sepertinya sudah deal membeli lahan yang waktu itu dibicarakan." kata pak dede


" syukur kalau begitu, jadi L-Pro memiliki property kelas atas juga, nanti bisa di tawarkan juga untuk kalangan direksi perusahaan Livi group." kata vian


" asyiik banget nih suasananya, menikmati malam sambil mengobrol disaat santai tapi tetap memiliki kualitas obrolannya." kata pak gubernur D


" terkadang dengan mengobrol disaat seperti ini suka keluar ide ide tak terduga pak gub." kata vian


" saya perhatikan pak vian dan yang lain itu seperti enggak ada jarak ya, saya sangat iri." kata pak gubernur D


" enggak perlu ada jarak pak gub, toh kita sama saja enggak ada atasan dan bawahan, terkadang kalau kita menjaga jarak informasi dari bawah enggak akan masuk kita, padahal mungkin saja ada informasi yang penting untuk kita dapatkan." kata vian


" dari dulu pak vian memang seperti ini pak gubernur, sampai dulu beliau ini di tegur direksi karena selalu bergaul sama karyawan kelas bawah seperti saya ini." kata pak dede


" kelas bawah gimana pak dede ini, orang pak dede direktur utama." kata pak gubernur D


" tapi beda dong statusnya sekarang." kata pak gubernur D


" memang sih pak, karena kepercayaan pak vian saya bisa seperti ini, saya juga enggak membayangkan lulusan SMP bisa jadi direktur utama." kata pak dede


" itu takdir, dan jangan pernah menganggap kita rendah diri karena pendidikan, karena ilmu tidak hanya didapatkan hanya duduk di bangku sekolah saja, yang terpenting akhlak yang bagus, baik, bisa menghargai orang lain itu yang utama." kata pak gubernur D


" pengalaman yang membuat kita bisa lebih memahami tentang kehidupan, nilai bagus di bangku sekolah tidak bisa menjamin dalam kehidupan ini bagus juga." kata pak menteri pendidikan


" betul pak, nilai di sekolahan atau di kampus bisa diatur, kepintaran seseorang bisa di rubah akan tetapi karakter dan akhlak itu yang akan sulit, jadi itu modal utamanya, bukan menyepelekan pendidikan formal itu juga penting." kata vian

__ADS_1


" saya setuju pak, jadi sebenarnya di sekolah itu untuk mengajarkan tentang karakter dan akhlak yang baik, sedangkan ilmu pengetahuan lainnya untuk menunjang saja." kata pak menteri pendidikan


" oh pak dede ini dulu teman pak vian waktu bekerja, saya enggak nyangka bisa bertemu lagi seperti ini." kata pak menteri sosial


" betul pak menteri, saya, opik, dan sebagian teman teman di perusahaan LNI adalah teman dulu bekerja di perusahaan S yang tidak diakui dan terbuang karena mungkin masalah pendidikan, akan tetapi pak vian mengajak kami gabung di perusahaan LNI pada awalnya, setelah itu saya diauruh mengelola perusahaan L-Trans karena saya dianggap bisa mengelola masalah expedisi, dan opik juga sama." kata pak dede


" hebat kalau begitu, jadi berapa banyak sekarang pak dede memiliki karyawan." kata pak menteri sosial


" di L-Trans lebih dari seratus karyawan pak, kebanyakan teman teman dari komunitas sopir yang pindah ke L-Trans karena sebelumnya mereka tidak begitu dianggap keberadaan di perusahaan sebelumnya." kata pak dede


" saya perhatikan solidaritas sopir itu bagus kok, saling bantu kalau ada kesusahan di jalan." kata pak menteri sosial


" betul pak, karena kami merasa satu penderitaan, entah dari perusahaan mana yang penting kalau kita bisa bantu ya bantu, makanya ada komunitas itu supaya bisa menjalin silaturahmi." kata pak dede


" ini yang harus ditanamkan rasa persaudaraan sehingga kita tidak merasa sendiri dalam menjalankan kehidupan ini." kata pak menteri sosial


" hal hal seperti ini yang harus di tanamkan di setiap orang, karena kita tidak bisa berdiri sendiri, jangan memandang orang lain rendah karena kita juga pasti membutuhkan orang lain dalam menjalankan kehidupan ini, kita meninggal pasti membutuhkan orang lain untuk menguburkan kita, kita pasti perlu orang yang menggali kuburannya, karena enggak semua orang mau untuk melakukan hal itu, merasa kita tinggi apalagi sampai semena mena kepada orang yang dianghap rendahan oleh kita, mungkin yang akan menolong kita pertama kali orang yang kita anggap rendah." kata pak gubernur B


" itu lah kehidupan, kita tidak bisa memprediksinya, kadang kita merasa kita jauh lebih tinggi dibandingkan orang lain, kuta cuek akan kehidupan orang lain, makanya budaya gotong royong itu harus kita tingkatkan lagi di masyarakat." kata pak menteri sosial


" itu dia pak, saya sedang mencoba untuk membangun kembali rasa gotong royong, misalnya setiap RT harus mengadakan gotong royong dalam bentuk kerja bakti membersihkan lingkungannya, dan saya lihat di komplek perumahan livi regency itu dijalankan, disana ada karyawan swasta dan petugas kepolisian akan tetapi jika waktunya kerja bakti enggak ada istilah saya petugas polisi jadi enggak perlu kerja bakti dan mereka pun menghargai keputusan yang diambil oleh pengurus lingkungan, mereka bersatu untuk melakukan kerja bakti." kata pak bupati


" di daerah lain pun saya tekankan seperti itu, di kedinasan atau di perusahaan boleh kamu punya jabatan tapi kalau di lingkungan kamu harus patuh dan tunduk terhadap peraturan yang dibuat pengurus lingkungan walaupun di perushaan pengurus lingkungan tersebut dibawah kedudukannya." kata pak gubernur D


" sama di daerah saya juga, saya galakan gotong royong, kerja bakti, karena dengan diadakannya kerja bakti itu bisa saling mengenal satu sama lainnya, jangan sampai dengan tetangga saja tidak saling mengenal, karena kalau kita terkena musibah yang akan menolong kita petama kali itu tetangga, walaupun kita punya saudara presiden sekalipun yang akan bergerak pertama itu tetangga, jadi kita harus saling mengenal dan baik terhadap tetangga." kata pak gubernur B

__ADS_1


Mereka pun berkumpul didekat api unggun, menikmati malam diselingi obrolan disaat santai itupun membuat rasa kekeluargaan sangat terasa.


__ADS_2