Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Kebersamaan dengan Anggota Baru 3


__ADS_3

Vian menyingkir dari saung karena merokok. Jam 9an vian menyuruh pak dede dan yang lain menyalakan api unggun. Pak gubernur dan pak bupati sudah siap siap mau membakar ikan hasil pancingan tadi sore.


" serius ini pak gubernur sama pak bupati mau bakar ikan. Hasil pancingan tadi kan tau begitu saya mancing juga kalau boleh mancing." kata pak menteri tenaga kerja


" iya pak, kenapa enggak gabung mancing tadi, pancingan sudah disiapkan pak vian kok. Tapi tenang aja ikannya cukip kok dan masih ada jagung dan daging yang bisa dibakar." kata pak gubernur


" ayo pak joko dan yang lainnya juga gabung bebas, kita di kantor atasan bawahan, kata pak vian itu atasan dipasar tanah abang bisa sampai 10ribu tiga, makanya saya enghak mau dibilang atasan. kalau udah begini berbaur saja, enggak ada bedanya kita," kata pak menteri UMKM


" iya pak joko dan yang lain gabung sini." kata pak menteri Tenaga kerja


" udah keturaran pak vian ini bahasanya." kata pak bambang


" bapak kok saya lihat sampai menginap disini, enghak pulang pak." tanya pak menteri tenaga kerja melihat pak dede selalu ada disana, dikira dia pekerja di LA


" enggak pak." jawab pak dede


" kalau pak vian pulang baru dia pulang pak, siapa yang bawa minibus itu, jangan dilihat pak dede ini sebagai sopir aja, penghasilan dia mungkin bisa lebih tinggi dari kita karyawannya aja banyak, dia ini direktur utama dan pemilik L-Trans perusahaan transportasi dan expedisi pak vian." kata pak bambang


" lah kok masih mau pak jadi sopir, kan sudah enak seperti itu." kata pak menteri tenaga kerja


" saya enggak biasa pak duduk dibalik meja aja, lebih baik seperti ini, ini audah menjadi dunia saya." kata pak dede


" dulu pak dede kuliah dimana?," kata pak menteri pendidikan


" jangankan kuliah pak, saya hanya lulusan SMP aja, saya bisa seperti ini karena dulu saya teman kerja di perusahaan S, dan anak buahnya juga disana sama di LNI, tapi pak vian mempercayakan saya untuk megang tanggungjawab di perusahan expedisi ini." kata pak dede


" luar biasa, tapi pak saran saya bapak ikutan persamaan, setidaknya lulus SMA pak," kata pak menteri pendidikan


" iya pak sudah kefikiran itu, pak vian juga sudah menyarankan, beliau bilang malu kalau ditanya anak, tapi enghak usah malu sama orang lain, tunjukan saja kemampuan kamu. Mudah mudahan tahun ini saya ikut persamaan pak." kata pak dede


" saya setuju statement pak vian." kata pak menteri pendidikan.

__ADS_1


" insyaAllah karyawan L-Trans juga sudah saya suruh ikutan persamaan pak yang pendidikannya belum SMA." kata pak dede


" bagus...itu kalau pak dede bisa mengarahkan karyawannya untuk bisa lebih baik lagi." kata pak menteri pendidikan


" memangnya di perusahaan pak vian ini tidak ada standar pendidikan untuk menjadi karyawan pak." kata pak joko


" untuk level manajemen ada pak, tapi untuk karyawan level operator itu enggak ada pak tapi saya juga menyarankan mereka untuk terus bisa melanjutkan pendidikan mereka supaya karir mereka meningkat, bukan berarti mereka tidak bisa di level manajemen, disini ada juga, tapi supaya mereka enggak minder aja karena yang saya lihat adalah kemampuan terutama ahlak dan etika mereka, bagi saya itu dasar mutlak." kata vian


" ini penerangan listrik pabrik LA sendiri yang buat, pemanas air dan sumber gas disini dihasilkan dari kotoran sapi yang dijadikan biogas, perusahaan ini melakukan kerja sama dengan para mahasiswa untuk melakukan proyek pengerjaannya, jadi mendorong para mahasiswa lebih bisa kreatif dan melakukan inovasi dengan sumber yang ada." kata pak menteri pendidikan


" bagus itu perlu di kembangkan oleh kampus kampus lainnya juga." kata pak menteri tenaga kerja


" kita telah melakukan MoU dengan beberapa kampus pak, dan ada beberapa kampus lagi yang ingin bekerjasama, masih kita pilih yang cocok di perusahaan mana yang ada di bawah livi group tentunya." kata opik


" kami akan selalu terbuka untuk siapapun yang ingin membantu kami berkembang." kata vian


" pantas saja begitu loyalitasnya karyawan karyawan bapak ini." kata pak joko


" ada pak pabrik LCI disana, dulu saya beli pabrik itu disaat mereka mau bangkrut, dan ada perusahaan DMB yang mulai berkembang asalnya hanya di cafe saja tapi sekarang untuk efektifitas kerja disana ada proses packing untuk hasil pertanian dari para petani daerah sana." kata vian


" pantas saja kenal dengan pak gubernur L." kata pak menteri tenaga kerja


" pak vian ini walau kenal dengan pejabat pemerintahan mana ada dia minta bantuan kepada kita, yang jelas kita selalu minta bantuan pak vian, contohnya saja pembangun sekolah SMK negeri dan puskesmas di kecamatan C, awal mula dia membantu pembangunan perbaikan bendungan sehingga irigasi yang sudah lama tidak di aliri air sekarang sudah bisa dan warga bisa memanfaatkannya, hasil mereka bertani pun perusahaan pak vian mau membelinya. Pendapatan daerah ini pun meningkat sama angka pengangguran di kabupaten ini menurun." kata pak bupati KBB.


" jadinya kita yang menempel pak vian bukan pak vian yang menempel kita untuk proyek proyek." kaya pak gubernur


" maaf motong nih pak, Bro akhir pekan ini saya mau minta kambing ya, soalnya anak anak mau ada latihan. Biasa supaya mereka tambah semangat." kata endris


" iya udah nanti bilang aja ke opik, saya mau ke surabaya soalnya." kata vian


" suruh datang aja pak endris ke sini anggotanya mengambil." kata opik

__ADS_1


" siap laksanakan pak opik." kata endris


" papah aa mau daging sama sosis dong pah." kata devan


" boleh sayang, nanti om opik siapkan ya." kata vian


" oke pah, makasih ya om." kata devan


" sama sama aa." jawab opik


" saya bisa nambah gemuk nih, makanannya banyak, suasananya dingin jadi lapar terus mantap." kata pak menteri tenaga kerja


" makanan yang istimewa di pak vian itu susu panas dan jagung bakarnya, tambah udang dan seafood asam manis terus nasi goreng buatan pak vian itu ajiiiiiip banget deh." kata pak bambang


" tenang aja pak, insyaAllah saya buatkan kalau sudah di rumah, supplier seafoodnya ada disini tenang saja." kata vian


" nanti pak menteri tenaga kerja harus main ke rumah pak vian, biasanya kita kumpul disana akhir pekan kalau pak vian enggak ke luar kota." kata pak bambang


" siap pak, nanti saya main, kelihatan isteri saya juga ingin main kesana, apalagi salva disana." kata pak menteri tenaga kerja


" gimana salva udah deal mau magang di SPI dan tinggal di pak vian," kata pak menteri UMKM


" sudah om, saya akan magang disana nanti salva urus dulu ke kampus, salva ingin buru buru gabung sama kakak kakak disana, habisnya kakak kakak, tante lily, tante della, tante astrid, tante shinta dan ibu baik semua. Mau menerima salva." kata salva


" tapi kata ayah kamu enggak boleh tuh." kata pak bambang


" aku akan tetap pergi aja om kalau ayah enggak mengizinkan salva disana." kata salva


" saya merasakan kebersamaan dan penuh kekeluargaan disini, saya belum pernah merasakan kedekatan semacam ini." kata pak menteri tenaga kerja


" sama ibu juga pak, walau ibu baru bertemu dan gabung sama yang ada disini, ibu merasa nyaman." kata ibu sofie.

__ADS_1


kebersamaan malam itu pun berlanjut sambil menikmati makanan dan bernyanyi bersama.


__ADS_2