Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Berangkat menuju Mekkah


__ADS_3

Vian mengobrol bersama mereka sambil menikmati rokoknya, vian juga mengajak mereka nanti ke mesjid untuk menikmati ibadah di kota medinah. Setelah selesai vian pun pergi ke masuk ke kamar, vian, lily, astrid, dilla dan shinta mengobrol sambil menikmati makanan yang tadi dibeli sambil menunggu untuk pergi ke mesjid. mereka pun melakukan hubungan suami isteri lagi, setelah semuanya mendapatkan kepuasan mereka isitirahat sebentar lalu pergi mandi. Jam 2 pagi mereka pun pergi berangkat ke mesjid, di lobby sudah banyak jamaah yang akan ke mesjid juga termasuk pak ustad ogi.


Di mesjid mereka berpisah dengan para ibu ibu, vian dan yang lainnya melakukan sholat tahajud, membaca al-qur'an, sambil mendekat ke arah pintu Raudhoh, tak lama pintu raudhoh pun di buka vian dan yang lainnya masuk kesana, vian benar benar merasa sangat disambut dan diperlakukan dengan baik oleh askar, vian sholat sunnat di dekat makam nabi muhammad, vian pun mengajak bapak dan bapak mertuanya untuk sholat dan berdoa disana. Setelah itu mereka pergi keluar dan masuk kembali ke dalam mesjid menunggu syubuh.


Setelah sholat syubuh mereka keluar dan berkumpul kembali dengan para isteri mereka, vian mengajak pak ustad dan yang lainnya untuk mencari tempat ngopi, setelah itu mereka balik ke hotel, vian membantu isterinya untuk packing barang bawaan, lily sudah menyiapkan baju ihram untuk vian dan devan jadi mereka akan pakai dari hotel supaya nanti di bir ali tidak repot lagi, setelah packing mereka pun pergi sarapan, vian pun mengajak devan untuk sarapan.


" aa mau di gendong sama mamah shinta boleh ya." kata devan manja


" iya boleh aa sayang." kata shinta


" duh yang lagi manja sama mamah barunya." kata lily


mereka pun sarapan bersama di restoran hotel. Pak ustad ogi memberitahukan bahwa jam 10an tas bawaan di kumpulkan di lobby dan dipersilahkan untuk memakai baju ihram untuk laki laki supaya nanti tidak ribet lagi. Dan jam 10.47 menit kita berkumpul lagi untuk melanjutkan perjalanan ke mekkah.


vian menyuruh haris dan putra untuk membantu membawa tas tasnya di kamar, jam 10.47 menit mereka semua sudah berkumpul dan masuk ke bus masing masing. Jam 11.17 menit mereka pun berangkat menuju Mekkah. 20 minitan mereka telah sampai di Bir Ali, pak ustad menuntun mereka untuk sholat tahiyatul mesjid dan sholat sunnah lainnya setelah itu mereka pun melakukan sholat zduhur berjamaah, setelah sholat pak ustad ogi membimbing untuk melakukan miqat atau niat umroh, setelah itu mereka melanjutkan perjalanan menuju kota mekkah, pak ustad ogi pun membimbing selama perjalanan membaca lafal talbiyah :


Labbaika allahumma labbaik 


(Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku datang)


Labbaika laa syariika laka labbaik 


(Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu)


Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syariikalaka (Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan hanyalah kepunyaan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu)

__ADS_1


Mereka pun tiba di kota mekkah, pak ustad ogi pun menyuruh jamaah untuk sholat ashar di hotel saja, lalu istirahat dan jam 4 mereka berkumpul lagi untuk melakukan rangkaian ibadah umroh, pak ustad ogi memperingat jamaah supaya tidak melakukan hal hal yang dilarang selama rangkaian umroh belum selesai. Mereka masuk membawa tasnya masing masing ke kamarnya.


jam 4 mereka berkumpul lalu bergerak menuju Masjidil Haram, pak ustad ogi di depan memimpin para jamaah diikuti vian dan keluarga serta pak bambang, pak gubernur, pak menteri, dan pak bupati lalu dibelakangnya jamaah lain. Devan dipangku di pundak vian bergantian dengan haris, mereka pun memulai tawaf. Selesai tawaf mereka sholat sunnah 2 rakaat di maqam ismail lalu meminum air zam zam, setelah itu melanjutkan untuk melakukan rukun umroh selanjutnya yaitu Sa'i dengan berjalan kaki (berlari-lari kecil) bolak-balik 7 kali di mulai dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah dan sebaliknya, hitungannya bukit shafa ke bukit marwah di hitung 1 kali, dari bukit marwah ke bukit shafa 1 kali, dan berakhir di bukit Marwah. Devan pun enggak mau di gendong dia mau berjalan sendiri. setelah selesai melakukan Sa'i, mereka melakukan tahalul dengan memotong minimal 3 helai rambut, setelah semuanya selesai memotong rambut pak ustad ogi memimpin doa dan memberitahukan jika ada yang mau di cukur lagi dipersilahkan setelah melakukan sholat magrib, dan sholat isya di hotel saja lalu makan malam bersama. Alhamdulillah semua jamaah sehat dan kuat termasuk kakek dan nenek vian dan lily begitu pula kakek braja dan nenek.


" anak papah hebat kuat." kata vian


" iya dong pah aa kan hebat, pinter." kata devan


" gimana kamu sayank ada yang kerasa enggak." kata vian


" enggak pah aku baik baik aja, alhamdulillah." kata lily, astrid dan dilla serta shinta


vian pun mencium isteri isteri mereka dan menyalami orang tua dan mertua serta kakek dan nenek mereka.


" terimakasih cu, akhirnya kakek bisa menginjakan kaki di tanah suci." kata pak hardian dan neneknya


" nenek juga mengucapkan terimakasih berkat kamu nenek bisa datang kesini." kata ibu julaeha. Mereka pun mengucapkan rasa terimakasih kepada vian dan keluarga.


" oh iya pak vian alhamdulillah saya dan pak ustad hasan telah membadalkan almarhum bapak Ishak Hartanto dan bapak Adi Wijaya." kata pak ustad ogi


" terimakasih pak ustad." kata vian, astrid, shinta, ibu asti dan ibu anita


Mereka kembali masuk ke mesjid untuk menjalankan sholat Magrib, setelah sholat vian dan bapak bapak lainnya pergi ke tukang cukur untuk mencukur habis rambutnya. Setelah kepala mereka digunduli mereka pun kembali ke hotel untuk mandi dan istirahat, di kamar dr. Silvy sedang memeriksa astrid dan dilla.


" alhamdulillah bu semuanya baik baik saja." kata dr. Silvy

__ADS_1


" terimakasih dokter." kata vian, astrid dan dilla, dr. Silvy pun pamit kembali ke kamarnya.


" papah botak." kata devan


" biar adem sayang dan kepala papah jadi enteng." kata vian, lalu dia pergi mandi, selesai mandi vian berpakaian lalu mengobrol bersama isteri isterinya


" gimana kondisi kalian." kata vian


" alhamdulillah pah kita baik baik aja dan sehat. Hanya pegal pegal aja." kata lily, astrid, dan dilla. shinta masih di kamar lain bersama ibunya.


" syukur kalau begitu, papah jadi lebih tenang." kata vian


" alhamdulillah ya, kakek dan nenek sehat enggak pake kursi roda lagi." kata lily


" iya mujizat dan keteguhan mereka mau beribadah." kata vian


" mamah salut sama aa, aa tadi jalan waktu sa'i." kata lily


" iya dong mamah aa kan kuat." kata devan sambil nonton di handphonenya


Mereka pun pergi untuk makan malam bersama, di restoran sudah berkumpul, mereka pun bercerita pengalaman mereka waktu tadi menjalan ibadah umroh, selesai makan orang tua dari teman temannya bella pun datang bertemu vian.


" pak, ibu terimakasih banyak, saya dan keluarga bisa menjalankan ibadah umroh ini, hanya Allah yang bisa membalas kebaikan bapak dan keluarga." kata bapaknya Nadhine


" iya pak saya dan keluarga juga mengucapkan terimakasih, hanya doa yang bisa kami berikan." kata bapaknya Sella, selly, wati, erni

__ADS_1


" sama sama pak, mohon janhan lupa doakan saya dan keluarga ya." kata vian


" itu pasti pak, lami tidak akan melupakan kebaikan bapak ini, mungkin tanpa bapak kami enggak akan bisa menginjakan kaki di tanah suci ini." kata mereka.


__ADS_2