Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Kenyamanan untuk Karyawan


__ADS_3

Vian duduk di teras sambil minum kopi kemasan dan merokok, melihat kebahagiaan pak wahyudi dan istrinya, vian pun merasa senang. tak lama pak wahyudi datang.


" kok duduk di teras pak, kenapa gak didalam saja." kata pak wahyudi


" enak disini adem." kata vian


" terimakasih banyak pak atas segala kebaikannya." kata pak wahyudi


" saya ikut senang kalau pak yudi dan keluarga juga senang." kata vian


" o iya pak kalau diizinkan nanti malam saya mau tidur disini." kata pak wahyudi


" iya sudah nanti setelah mengantar kita pulang pak wahyudi bawa mobil yang satunya lagi aja kesini. sekarang kita jemput istri saya." kata vian


" siap pak." jawab pak wahyudi


setelah mengunci pintu vian dan pak wahyudi pergi ke pabrik LCI, 37 menit perjalanan vian sampai di pabrik, vian pergi melihat ke kantor ternyata lily, astrid, dilla dan ibu sisil beserta manajemen pabrik masih berdiskusi. vian pergi ke kantin lalu memesan kopi.


" apa kabarnya pak." kata ibu kantin


" alhamdulillah bu baik, ibu sendiri bagaimana." tanya vian


" alhamdulillah nak, ibu senang akhirnya pabrik ini berjalan kembali." kata ibu kantin


" mohon doanya dari ibu semoga usaha ini berjalan dengan baik." kata vian


" Aamiin, pasti ibu doakan, ibu lihat karyawan pada semangat dan bahagia." kata ibu kantin vian pun meminum kopi dan menyalakan rokoknya.


" mudah mudahan saya tidak mengecewakan mereka." kata vian


" ibu yakin bapak tidak akan mengecewakan karyawan, bapak orang baik, buktinya baru kali ini ada bos mau ngopi di kantin karyawan." kata ibu kantin.


tak lama Pak Dado dan pak ayi datang kesana bersama pak wahyudi


" bapak disini." kata pak wahyudi


" malas nunggu di dalam gak bisa ngopi dan ngerokok." jawab vian


" alhamdulillah pabrik ini berjalan kembali, saya sangat bersyukur karena tadinya saya udah pusing harus cari kerjaan lagi kemana." kata pak ayi


" alhamdulillah, doakan saya yang terbaik buat pabrik ini, semoga berjalan lancar dan bisa berkembang." kata vian


" Aamiin." kata mereka


" jadi saya bisa nagih hutang ke karyawan yang makan belum bayar." kata ibu kantin


" memang berapa totalnya bu." tanya vian


" ada yang 50 ribu, ada yang 100 ribu, si ayi sama si dado ini yang paling besar hampir 200 ribu." jawab ibu kantin


" ibu totalin berapa keseluruhannya." kata vian


" sebentar saya lihat catatannya." kata ibu kantin


" pak ayi tolong panggil pak rudi." kata vian

__ADS_1


" baik pak." kata pak ayi


" totalnya semuanya 770 ribu pak, ini catatannya." kata ibu kantin lalu menyerahkan buku catatan


" gak perlu bu, saya percaya, ini saya yang bayar saja." kata vian lalu mengeluarkan uang membayar hutang karyawan pabrik


" ini pak kembaliannya." kata ibu kantin


" ambil saja bu, sekalian bayar kopi ini semua." kata vian


" terimakasih banyak pak. jadi saya punya buat modal." kata ibu kantin


" berapa keuntungan ibu sehari." tanya vian


" paling besar 250 ribu pak kadang 50 ribu, apalagi kalau akhir bulan mereka banyak yang bawa makanan dari rumah." kata ibu kantin


" kalau ini siapa yang bangun kantinnya bu." kata vian


" ini yang bangun pabrik pak." kata ibu kantin


" bagimana kalau saya gaji ibu saja, sebulan 2 juta, ibu masih boleh jual minuman dan yang lainnya tapi kalau makanan tidak boleh, tugas ibu memasak untuk makan siang dan makan malam buat yang lembur atau shift malam, bagaimana." kata vian


" kalau bahan bahannya dari mana pak." kata ibu kantin


" ibu yang beli bahan bahannya, perusahaan nanti yang kasih uangnya, atau nanti ada yang drop bahan bahan tersebut." kata vian


" saya setuju pak." kata ibu kantin


tak lama pak rudi dan pak ayi datang kesana.


" siang pak, ada yang bisa saya bantu." kata pak rudi


" baik pak." kata pak rudi dan ibu kantin


" sama ini tolong rapihkan untuk makan para karyawan kalau memang perlu beli dibeli saja." kata vian


" baik pak, saya akan kerjakan." kata pak rudi


" kasih tau kepada karyawan mulai besok karyawan boleh makan di kantin dengan gratis, tapi untuk minuman kemasan, kopi, rokok itu bayar sendiri." kata vian


" baik pak saya akan umumkan." kata pak rudi


" untuk besok saya kasih dari uang pribadi saya dulu, selanjutnya dari perusahaan ya. total karyawan ada berapa." tanya vian


" ada 90an pak." kata pak rudi


" ibu tolong buatkan untuk 95 porsi setiap harinya, menu besok nasi, ayam goreng, tempe, sayur sop, sambal, kerupuk. berapa total untuk daging ayam, tempe, sayur sop, sambal, kerupuk buat 95 porsi, beras beli aja dulu 2 kwintal dulu." kata vian


" kalau begitu saya akan umumkan dulu pak kepada karyawan supaya besok mereka yang suka bawa makanan dari rumah gak usah bawa." kata pak rudi


" silahkan pak, pokoknya buat supaya tempat ini nyaman untuk karyawan istirahat ," kata vian


" untuk beras 2 kwintal 2 juta, lauknya dan bumbu 1 jutaan. nanti saya buatkan laporannya pak." kata ibu kantin


" iya sudah saya percaya sama ibu, tolong jaga amanah ini." kata vian, lalu mengeluarkan uang 3,5 juta dan menyerahkannya kepada ibu kantin

__ADS_1


" terimakasih banyak pak." kata ibu kantin


" saya lebihkan buat beli piring, sendok, gelas." kata vian


" baik pak." kata ibu kantin


handphone vian berbunyi, lily meneleponnya


" papah dimana." tanya lily


" di kantin pabrik mah." jawab vian


tak lama lily, astrid, dilla, dan ibu sisil datang ke kantin


" udah lama papah disini." kata lily


" 30 menitan. sudah selesai rapatnya." kata vian


" udah dong, sekarang kita kemana." kata lily


" pulang aja dulu ke rumah, baru nanti cari makan malam, kasian anak anak." kata vian


" o iya pah, si aa pengen sepeda, kita beli aja dulu ya." kata lily


" oke, bu direktur." kata vian


" jangan ngeledek deh." kata lily


" pak yudi udah ngopinya, kita berangkat cari sepeda buat si aa." kata vian


" sudah pak, ayo berangkat." kata pak wahyudi


" terimakasih ya pak." kata ibu kantin


" sama sama bu, jangan lupa mulai besok ibu jangan menjual nasi lagi ke karyawan, ibu hanya layani saja jangan sampai ada yang curang." kata vian


" nanti saya jagain pak." kata dado


" kamu bukan mau jagain, tapi kamu yang minta lebih." kata vian sambil tersenyum


" bapak bisa aja." kata dado


meteka pun pergi menuju parkiran, lalu naik mobil dan pergi mencari toko yang menjual sepeda


" kok papah jadi jahat sih, emang si ibu melakukan apa sampai gak boleh jualan." kata lily


" iya mas tega banget deh." kata astrid


" jangan pernah menjudge orang kalau belum tau masalahnya." kata vian


" itu mas gak bolehin si ibu kantin jualan." kata dilla


" memang gak boleh karena si ibu papah gaji, barang barang masakannya papah yang bayar buat besok aja, selanjutnya perusahaan." kata vian


" oh begitu, bilang dong dari tadi." kata lily, astrid dan dilla

__ADS_1


" makanya belum dijelasin udah main judge papah jahat." kata vian


setelah mencari cari toko sepeda akhirnya mereka menemukannya. vian dan lily membeli sepeda yang cocok untuk devan.


__ADS_2