Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Peresmian Pabrik LCI


__ADS_3

Astrid dan Dilla bermanja manja kepada vian.


" mas aku bahagia banget memiliki keluarga seperti ini. aku akan tambah bahagia kalau aku bisa melahirkan anak dari mas." kata astrid


" aku juga bahagia memiliki suami seperti kamu mas, mudah mudahan aku bisa cepat hamil." kata dilla


" iya semoga Allah cepat memberikan anak buat kita." kata vian


" Aamiin." jawab astrid dan dilla, lalu mereka mencium pipi vian


" ayo kita istirahat, besok pagi kita harus ada di pabrik." ajak vian, mereka pun masuk kedalam rumah.


keesokan paginya lily, astrid, dilla dan ibu sisil pergi mencari sarapan, vian mengajak devan bermain di taman belakang. tak lama lily dan yang lainnya datang dengan membawa makanan, mereka semua sarapan bersama.


" maaf ya bu makanannya seadanya." kata vian


" ini sudah cukup dan enak enak makanannya pak" jawab ibu sisil


" sebenarnya saya lebih suka seperti ini kemana mana bebas, tanpa harus ada pengawalan." lanjut ibu sisil


" kalau ibu mau jalan bebas jalan sama kita kita aja," kata lily


" iya juga bu, lagian yang terkenalkan bapaknya bukan saya, dan sekarang saya punya alasan keluar." jawab ibu sisil


" tetap aja ibu kan istri pejabat negara, pastinya harus ada pengawalan. tapi mungkin bisa sedikit gak begitu ketat seperti bapak." kata vian


selesai sarapan mereka siap siap lalu pergi ke pabrik LCI, sesampai di pabrik mereka di sambut karyawan yang menunggu kedatangan mereka di luar kantor.


pak rudi langsung membuka acara tersebut dan mempersilahkan vian untuk memberikan sambutan.


" selamat pagi semuanya, terimakasih atas perhatian bapak ibu sekalian, semoga hari ini menjadi awal yang baik untuk perusahaan ini dan akan menjadi perusahaan yang terus berkembang serta bisa menghasilkan produk produk yang berkualitas dan tentunya dicari sama konsumen. keberadaan PT. LCI ini bisa menjadi tempat bapak ibu mencari nafkah yang bisa menafkahi dan memenuhi kebutuhan keluarga. saya berharap bapak ibu dapat kerasan bekerja disini dan memberikan yang terbaik, jika perusahaan ini mendapatkan hasil yang baik insyaAllah perusahaan juga tidak akan melupakan kalian dan kita akan terus menyesuaikan pendapatan atau penghasilan bapak ibu semua. tolong ingatkan saya dan direksi jika hal itu tidak dipenuhi, sekian dari saya terimakasih." kata vian lalu melirik ke lily untuk memberikan sambutan


" selamat pagi bapak ibu, semoga semuanya dalam keadaan sehat dan kita selalu diberikan keberkahan dalam kehidupan ini. saya mewakili dewan direksi sebelumnya saya ingin memperkenalkan ibu yang cantik disebelah saya ini, beliau adalah Ibu sisil yang akan bergabung bersama kita sebagai salah satu pemilik PT. LAD's ini, mungkin bapak ibu ada sebagian yang pernah melihat beliau, beliau ini istri dari Bapak Bambang ketua Dewan. jadi saya harap bapak ibu bisa menunjukan kinerja yang terbaik buat perusahaan ini, seperti pak vian bilang perusahaan juga InsyaAllah tidak akan melupakan kinerja bapak ibu semuanya. sekian terimakasih." kata lily


" barangkali ibu ada yang mau disampaikan." kata vian dan menyerahkan mic. ke ibu sisil

__ADS_1


" selamat pagi bapak ibu sekalian, sebelumnya perkenalkan saya Ibu Sisil, saya sangat senang betada disini bersama bapak ibu, saya juga berharap perusahaan ini bisa berkembang sehingga bisa menyerap tenaga kerja yang banyak, dan tentunya kehadiran perusahaan ini bisa bermanfaat untuk semuanya. demikian terimakasih." kata ibu sisil


" dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim PT. LAD's Cosmetics Indonesia saya resmikan untuk memulai operasionalnya." kata vian. lalu vian menyuruh lily, astrid, dilla dan Ibu Sisil memotong pita di ikuti tepuk tangan para karyawan.


tak lama ada sura sirine patwal datang mendekat ke pabrik, satpam pun membuka gerbang dan mengarahkan mobil untuk parkir. tak lama turun pak bambang dengan dikawal mendekati podium acara.


" maaf saya telat ya." kata pak bambang


" gak kok pak, baru saja dimulai." kata vian


" kok bapak datang, naik peswat jam berapa." kata ibu sisil yang kaget akan kehadiran suaminya itu


" naik yang jam 6, bapak gak bisa jauh dari ibu sih." kata pak bambang


" gombal ah." jawab ibu sisil


vian pun menyerahkan mic kepada pak bambang untuk memberikan sambutan.


" selamat pagi bapak ibu sekalian, mohon maaf saya terlambat, pagi yang sangat cerah semoga dengan peresmian Pabrik LCI ini kedepannya menjadi cerah juga seperti pagi ini. saya atas nama pribadi mengucapkan selamat atas mulai beroperasinya pabrik ini. terimakasih." kata pak bambang


" bismillahirrahmanirrahim, saya resmikan pabrik LCI untuk memulai operasional." kata pak bambang lalu menarik tirai penghalang nama pabrik.


setelah itu mereka pun masuk ke dalam pabrik, pak rudi membawa vian untuk memotong tumpeng. vian memotong tumpeng lalu menyerahkan potongan tersebut kepada pak bambang, ibu sisil, lily, astrid dan dilla, serta pak rudi sebagai penanggung jawab operasional. vian juga mempersilahkan para karyawan untuk memakan hidangan yang ada.


setelah itu pak rudi membawa mereka keliling pabrik, mengenalkan produk yang akan diluncurkan. vian meminta dibuat kan beberapa paket untuk promosi, dan sesegera mungkin melakukan iklan di sosial media.


" pak vian ini luar biasa cara berbisnisnya." kata pak bambang


" biasa aja pak, saya masih harus banyak belajar dari bapak." kata vian


" saya yang harus belajar sama bapak." kata pak bambang


" itu ibu bisa bicara di depan orang banyak." lanjut pak bambang


" iya pak juga gak nyangka walau sebentar, ini pengalaman luar biasa, dan tadi itu juga secara tidak langsung dipaksa pak vian untuk bicara." kata ibu sisil

__ADS_1


" kirain saya ibu itu sudah biasa bicara di depan umum maklumkan istri pejabat." kata vian


" dia itu pemalu pak, tapi saya mengucapkan terimakasih sudah mengajarkan istri untuk bisa tampil." kata pak bambang tersenyum


" sama bu saya juga suka dijerumuskan untuk bicara depan umum, pernah diacara seminar di kampus, kemarin di penyuluhan di KBB." kata lily


" kalau gak dibegitukan kapan mamah mau, sama kedepannya dengan berkembangnya usaha ini mamah juga akan banyak menemui hal seperti itu, bahkan mungkin wartawan." kata vian


" betul itu pak, ibu harus banyak bergaul sama ibu lily, ibu astrid dan ibu dilla supaya banyak belajar tampil." kata pak bambang


" itu udah kita obrolkan ya bu." kata ibu sisil


" iya pak, mungkin nanti ibu akan sering ke kantor LCI di Ruko dekat rumah yang di jakarta." kata lily


" boleh itu, supaya ibu juga gak jenuh di rumah." kata pak bambang


" beneran pak boleh." kata ibu sisil


" tentu boleh yang penting mamah enjoy, lagiankan itu usaha ibu juga." kata pak bambang


" terimakasih ya pak." kata ibu sisil


" saya bersyukur bisa berteman sama pak vian ini, membuat istri saya bisa menemukan kegiatannya." kata pak bambang


" alhamdulillah saya juga senang pak, ini cara saya untuk bisa berkontribusi kepada negara ini. oh iya pak saya sudah meminta penanggung jawab PT. LA di KBB untuk mencari lahan buat pabrik minyak pak, jadi saya mau memastikan untuk kedepannya pasokan bahan baku minyaknya." kata vian


" bagus itu pak, saya juga sudah minta ke penaggungjawab perusahaan untuk mengevaluasi kontrak kerjasama dan kalau bisa tahun depan semua hasil perkebunan diberikan kepada pak vian, jadi harus cepat juga pembangunan pabriknya." kata pak bambang


" kira kira dari seluruh perkebunan bapak bisa menghasilkan berapa, biar saya bisa hitung kapasitas pabriknya juga." kata vian


" kayanya bisa di 30 ton perhari pak, nanti saya cari tahu detailnya. dan perlu diperhitungkan juga lama expedisinya pak." kata pak bambang


" kapan nih bapak ada waktu untuk bicara masalah ini. bapak jadikan gabung." kata vian


" nanti saya kabari pak, jadi lah pak, saya juga kan gak akan selamanya kepake jadi dewan." kata pak bambang

__ADS_1


mereka pun mengobrol, lily, astrid, dilla dan ibu sisil pergi ke kantor untuk membahas tindak lanjut produk.


__ADS_2