
vian menyuruh pak win untuk memanggil bram dan pram. bram dan pram datang menghampiri vian
" mas bram dan mas pram besok sudah bisa mulai bekerja disini, untuk waktu bukanya jam 10 pagi sampai jam 10 malam, bagaimana menurut mas bram dan mas pram." kata vian
" alhamdulillah kalau begitu mas, untuk hal lain saya manut aja." kata mas bram
" saya juga sama mas." kata mas pram
" baik kalau begitu, untuk pembelanjaan besok bisa di 30 porsian ya. lagian sudah ada lemari es juga, nangi uangnya minta ke dilla aja." kata vian
" iya mas saya minta no rekening saja." kata dilla
" baik mas, mbak." kata bram dan pram
" mungkin untuk sekarang cukup, mas bram dan mas pram bisa istirahat pulang." kata vian
" iya mas, terimakasih, kalau begitu kami pamit, sampai jumla besok." kata bram, mereka pun pergi pulang
" bel, kamu bantu design buat daftar menu ya." kata vian
" siap mas, nanti di rumah aku buat." kata bella
" pak win minta tolong nanti bereskan meja dan kursi yang ada diluar masukan ke dalam, setelah itu kunci dan kuncinya pak win yang pegang ya." kata vian
" iya mas." kata pak win
" kita langsung ke rumah aja, biar gak kemalaman, soalnya kita hatus ke hotel juga check out." ajak vian kepada keluarga barunya
" ibu sama kita aja, om bisa nitip ari di mobil om." kata astrid
" iya udah gak apa apa." kata pak wanto
" ini pak kartu akses masuknya." kata dilla sambil menyerahkan kartu akses masuk komplek
mereka pun pergi dari dilas cafe menuju rumah, vian yang menjadi sopir karena dia tau jalannya. 10 menit mereka telah sampai di rumah, astrid membuka rumahnya itu.
" silahkan masuk pak bu." kata vian, mereka pun masuk dan duduk di sofa yang sudah ada.
" ibu sama bella tidur dikamar ini, om sama tante di kamar atas, ari dan bimo juga dikamar atas ya. gak apa apa." kata astrid
__ADS_1
" yang penting bisa tidur nak." kata pak wanto
" wah mewah sekali rumahnya nak. ibu pengen lihat lihat boleh." kata bu sri
" silahkan bu, kalau ibu mau berenang juga boleh," jawab vian
" bu asti kita lihat lihat yu rumah anak kita ini." ajak bu sri
" ayo bu, saya juga ingin lihat lihat." kata bu asti
vian menurunkan tv dibantu astrid dan dilla menurunkan speaker dan mic. sedangkan pak wanto ikut lihat lihat rumah, vian memasangkan tv di kamar setelah itu memasang speaker aktif dan mic di ruang keluarga.
" kak boleh berenang gak." kata ari dan bimo
" iya udah sana berenang, as kasih mereka celana yang tadi di beli buat mereka berenang." kata vian, astrid pun mengambil celana pendek yang tadi di beli buat vian lalu menyerahkannya ke ari dan bimo. vian pun pergi kebelakang menyalakan lampu dan menyalakan filter air kolam renang lalu duduk di gazebo. setelah itu menyalakan rokoknya dan meminta diambilkan minuman ke astrid, sedangkan dilla menemani orang tua dan ibunya astrid.
tak lama ari dan bimo datang mereka sudah akrab satu sama lain karena hampir sepantaran.
" kak vian, kita boleh gak nanti berenang lagi disini." kata ari
" iya kak vian bolehkan kiya main kesini." kata bimo
" kak kalau libur sekolah aku sama ari bantuin kakak di cafe, kita pengen cari pengalaman." kata bimo
" iya daripada kita gak ada kerjaan dan nongkrong gak jelas." kata ari
" kalian ngomong aja ya sama kakak kalian. karena kakak kan gak selamanya juga tinggal disini jadi kakak kalian uang berkuasa" kata vian
" iya kak, kalau kak vian gak ada kita yang akan jagain kakak kita." kata ari
" terimakasih ya, jagain juga bapak sama ibu." kata vian
" bu nanti aku akan lebih sering tidur disini, karena dekat sama kampus dan aku juga bantuin mbak. boleh ya." kata bella
" iya boleh, tapi kamu hafus nurut sama mbak mu ya." kata bu asti
mereka melihat lihat rumah lalu berjalan ke gazebo
" nak kapan kamu akan kembali ke jakarta," kata pak wanto sambil duduk di sebelah vian
__ADS_1
" harusnya hari ni pak, tapi saya undur jadi besok siang pak." kata vian
" memangnya gak ada yang bisa gantiin kerjaannya ya." kata bu sri
" saya hanya memberikan intruksi saja bu, kalau gak ada inatruksi saya takutnya gak jalan sesuai rencana bu. saya juga maunya tinggal lebih lama lagi" kata vian
" ibu faham nak, semoga astrid dan dilla bisa mengerti kondisinya." kata bu asti
" iya bu, sebelumnya saya sudah sampaikan ke mereka akan situasi dan kondisi saya." kata vian
" kalian kan sedang bangun usaha, seharusnya nanti nanti saja beli rumahnya, rumah bagus lagi pasti mahal. udah gitu kamu lagi ngebangun sekolahan dan pabrik" kata bu sri
" gak apa apa ini tanggung jawab saya kepada astrid dan dilla, untuk masalah usaha dan rumah ini tidak berhubungan dengan uang buat membangun sekolah dan pabrik, saya buatkan usaha untuk astrid dan dilla supaya mereka bisa menghidupi kehidupannya, saya gak mau menghidupi mereka dari hasil usaha saya dengan istri pertama saya, dan apa yang dikeluarkan saat ini untuk astrid dan dilla itu hasil usaha saya sebelum saya menikah dengan istri pertama saya. saya gak mau kehidupan rumah tangga saya dengan istri pertama saya terutama dalam hal ekonomi berantakan." kata vian
" semoga istri pertama nak vian bisa menerima kehadiran astrid dan dilla." kata bu asti
" aamiin." kata orang yang ada disana
" kedepannya saya akan bicara sama dia, makanya saya minta ke astrid sama dilla bisa menunjukan kemampuan dia dalam mengelola dan mengembangkan usaha, jangan sampai nanti ada pemikirin bahwa kehadiran astrid sama dilla hanya ingin merongrong harta saya aja." kata vian
" iya mas aku dan dilla akan sekuat tenaga untuk bisa ngembangin usaha ini." kata astrid
" mas juga pasti akan bantu, saya mohon pengertian dari bapak dan ibu tentang kondisi saya." kata vian
" iya nak, bapak lihat walau kita baru 2 kali ini bertemu kamu pria tanggung jawab, bapak bahagia bisa melepas anak bapak kepada kamu." kata pak wanto
" awalnya ibu juga gak setuju karena kamu sudah beristri tapi setelah mendengar dari nak astrid dan dilla ibu merestui kalian. gak pernah dilla memohon untuk laki laki kepada kami. kamu anak yang bertanggungjawab pantas dilla keukeuh mau jadi istri kamu." kata bu sri
" ibu senang bisa berkumpul keluarga seperti ini." kata bu asti
" pak bu bukannya saya tidak ingin mengobrol panjang lebar tapi saya harus ganti pakaian, dan pakaian saya masih di hotel jadi saya harus kesana, setelah dari sana malam ini juga saya kesini lagi. karena ini juga diluar rencana." kata vian
" pak bu dilla antar mas vian ambil barang dulu ya." kata dilla
" astrid juga karena ada barang barang di hotwl yang harus dibawa." kata astrid
" iya sudah mumpung belum malam, dan cepat kesini lagi." kata pak wanto
vian, astrid dan dilla pun pamit pergi ke hotel dulu. dilla yang menjadi sopir pergi ke hotel.
__ADS_1