
astrid dan dilla melihat vian dan lily sedang bermesraan awalnya mau langsung ke kamar, akan tetapi lily menyuruh mereka untuk bersama disana.
" kalian mau kemana, sini gabung kita." kata lily
" iya mba." jawab astrid dan dilla, mereka pun mendekat ke sisi vian
" pah nanti kita photo ber empat ya, terus sama aa dan de qinar juga." kata lily
" iya boleh, siapin aja bajunya biar samaan." jawab vian
" iya pah. nanti kita ukur di butik ya." kata lily
tak lama opik membawa makanan untuk sarapan, vian pun mengajak mereka semua untuk sarapan. dari dalam villa terdengar tangisan devan
" lis kenapa aa." kata lily
" ini bu, dia gak mau mandi kalau gak sama mamah." jawab lilis
" ya sudah biar sama saya." kata lily lalu bangkit masuk ke dalam, tak lama dia keluar lagi
" kok gak jadi mandiin si aa nya." tanya vian
" katanya bukan sama mamah lily, tapi sama mamah astrid dan mamah dilla mau mandinya." kata lily cemberut
" iya udah mba biar kita mandiin si aa." kata astrid dan dilla, lalu mereka berdiri
" maaf ya, jadi ngerepotin kalian." kata lily
" gak apa apa mba, kita seneng kok." jawab astrid lalu berjalan masuk ke dalam untuk mandiin si aa.
" bagus pesona 2 anak itu bisa meluluhkan bapak dan anaknya." kata pak bowo sambil ketawa
" baru kali ini lho si aa kaya gitu." kata bu retno
" awas aja kalau diajari yang macam macam." kata lily sambil melirik vian
" kamu harus bisa jelasin ke si aa dan de qinar akan hubungan kamu sama astrid dan dilla." kata pak adi
" perasaan di keluarga kita gak ada yang punya iatri lebih dari satu. awas aja kalau kamu a nyakitin istri istri kamu terutama lily." kata bu ningsih. vian hanya mengangguk dan berkata " iya bu.".
" iya aku baru inget dulu tuh bu, vian banyak ceweknya di kantor investama, dia pacaran sama si elis, terus marketing, sama SPG swalayan." adu lily ke bu ningsih
" kenapa mamah nyesel nikah sama papah." kata vian
" gak nyesel, tapi awas aja nurunin ke si aa yang gak benar." kata lily sambil mencubit paha vian
" sakit mah, kok jadi galak sih sekarang." kata vian
" orang kaya papah gak bisa dikasih lembut, mamah harus galak mulai sekarang." kata lily
tak lama astrid dan dilla pun datang kembali lalu meneruskan makannya, devan mengikuti dari belakang dan duduk dekat astrid sambil membawa handphonenya.
" aa jangan main handphone, makan dulu ya, sini mamah suapin." kata lily
" iya mah." kata devan
__ADS_1
" gak sama mamah astrid atau mamah dilla disuapinnya a." kata pak bowo
" sama mamah lily aja kek." kata devan
" papah ke pabrik dulu ya, cek yang lagi merakit mesin." kata vian
" gak istirahat aja pah, papah kan belum tidur lho." kata lily
" iya mas, mas belum tidur." kata astrid
" cuma mau cek aja, gak lama kok, nanti aj di mobil tidurnya." kata vian sambil menyalakan rokoknya lalu pergi ke depan pabrik, di depan vian meminta dibuatkan kopi dan mengobrol sama opik dan pak dede sedangkan sopir L-Trans sudah pilang membawa mobil vian.
" gimana pik udah selesai perakitan mesinnya." kata vian
" sudah pak ini lagi di test." jawab opik
" kita lihat dulu yu, jam 11an saya akan pulang, karena besok harus ke jogja antar neneknya lily terus ke surabaya." kata vian
" pak dede nanti habis tiba di rumah, mobil di cek ya dan siapkan sopir cadangan pak dede. besok kita ke yogya terus surabaya." kata vian
" siap pak." jawab pak dede
mereka pun pergi ke pabrik melihat pengetesan mesin. setelah dirasa cukup untuk mengecek mereka kembali ke tempat tadi, vian melanjutkan minum kopi dan merokoknya. jam 11an vian kembali ke villa untuk siap siap pulang. pakaian vian sudah dirapihkan dan barang barang sudah diangkut lilis sama evi dibantu pak dede ke mobil. mereka pun pergi ke tempat parkir.
" ada yang mau dibeli gak." kata vian
" iya ada pah." kata lily lalu pergi ke toko mengajak astrid dan dilla
" jagung sudah di masukan ke mobil ya pak." kata opik
" jalurnya kita kemana saja ya pak." kata petugas patwal
" dari sini ke tempat makan biasa, setelah itu kita pulang kalian sampai pintu tol saja." kata vian
" siap pak." kata petugas
lily dan yang lainnya sudah selesai mereka pun naik ke dalam mobil. setelah berpamitan mobil pun meluncur ke restoran tempat biasa vian dan keluarga makan kalau pergi ke sana. sepanjang perjalanan lily menunjukan perumahan milik L-Pro.
15 menit perjalanan mereka sampai di restoran, vian dan keluarga pun memesan makanan, sambil menunggu makanan vian pergi ke tempat duduk lain untuk merokok bersama petugas patwal, pak dede, dan haris. tak lama handphone vian berbunyi, setelah melihat siapa penelepon vian mengangkatnya
" selamat siang pak." kata vian
" siang pak vian, sedang sibuk, lagi dimana nih." kata pak bupati
" gak pak ini lagi makan siang di tempat makan biasa di KBB. ada yang bisa saya bantu pak, bapak sedang dimana." kata vian
" saya lagi di kantor, tadinya saya sama keluarga ingin main ke rumah bapak." kata pak bupati
" iya sudah bareng saja, saya juga mau pulang sama keluarga nih." kata vian
" iya sudah kalau begitu, saya tunggu di rumah dinas aja ya." kata pak bupati.
" siap pak. setelah ini kita kesana." jawab vian, setelah telepon dimatikan, vian memberitahukan ke pada petugas patwal setelah ini ke rumah dinas pak bupati. lalu vian menyampaikan ke lily
" mah pak bupati mau ke rumah, sekarang kita disuruh ke rumah dinasnya dulu baru kita pulang ke rumah bersama pak bupati." kata vian
__ADS_1
" iya udah, mamah telepon catering deh dan nyuruh bi narsih beresin rumah." kata lily, lily pun telepon bi narsih lalu telepon catering
" papah kayanya gak bakalan bisa istirahat deh." kata vian
" nanti kita pijitin deh." kata lily menggoda
mereka pun makan makanan yang tadi dipesan, selesai makan vian pergi ke rumah dinas pak bupati. vian pun disambut pak bupati dan istrinya. lalu vian dan keluarga disuruh masuk terlebih dahulu.
" terimakasih pak sudah mengundang kita kesini." kata vian
" sama sama pak, saya yang gak enak sama bapak mengganggu waktunya." kata pak bupati
" untung aja bapak telepon." kata vian
" bapak kapan ke pabrik LA." kata pak bupati
" saya kemarin siang, kalau keluarga tadi malam," kata vian
" kok gak ngabarin saya pak." kata pak bupati
" takut mengganggu kegiatan bapak, dan saya hanya ngecek mesin, alhamdulillah mungkin besok sudah jalan pabrik barunya pak." kata vian
"selamat ya pak vian, ngomong ngomong berapa tambahan karyawannya." kata pak bupati antusias
" kurang lebih 100 orang karena kita mau jalan 24 jam pak." kata vian
" terimakasih pak, bapak telah membantu program saya mengurangi pengangguran di daerah ini." jawab pak bupati
" terus kenapa ibu dan yang lainnya malam datangnya dan ngomong ngomong ini siapa." kata pak bupati
" saya mau ngasih kejutan pak, vian hari ini ulang tahun, ini astrid dan ini dilla." kata lily sambil mengenalkan astrid dan dilla, mereka pun memberikan anggukan
" kalau begitu selamat pak vian semoga sehat dan tambah sukses." kata pak bupati
" terimakasih banyak pak atas doa doanya. saya juga lupa ulang tahun saya, eh istri istri saya ini ngasih kejutan
" wah astrid dan dilla ini istri pak vian." kata istri pak bupati kaget
" beneran pak vian." kata pak bupati kaget
" iya pak mereka istri saya." jawab vian
" dibalik suami yang sukses ada doa doa istri disana, semakin banyak yang ngedoain berarti semakin sukses kan." kata pak bupati sambil ketawa
" awas aja kamu pak." kata istri pak bupati
" bapak kan gak sehebat pak vian, tapi boleh lah pak vian kasih triknya biar saya juga bisa sukses." kata pak bupati
" saya takut nambah dosa untuk itu lebih baik saya menikahi mereka, triknya lakukan dulu baru minta maaf." kata vian sambil tersenyum
" khawatir tambah siang, kita jalan sekarang aja pak, kita bisa mengobrol di mobil, bapak dan ibu bisa naik mobil kita dulu, mobil bapak biar para ajudan bapak yang bawa." kata vian
" ide bagus tuh, oke kalau begitu kita berangkat sekarang." kata pak bupati.
mereka pun beranjak pergi lalu naik ke mobil, pak bupati memerintahkan ajudannya untuk membawa mobil, dan vian juga mengintruksi ke petugas patwal bahwa mereka sampai ke rumah untuk melakukan pengawalannya dan pak bupati menyetujuinya karena nanti pulang dia memerlukan pengawalan juga.
__ADS_1