Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Penentuan Lahan Panti Asuhan


__ADS_3

Setelah sholat jum'at mereka kembali ke rumah vian, vian dan keluarga mempersilahkan untuk makan siang karena tadi hanya makan ringan saja. Vian juga menjelaskan kepada para guru yayasan pendidikan Livi bahwa nanti dari anak anak panti asuhan ini akan menjadi anak didik mereka, vian juga menjelaskan kepada anak anak SPI dan LCI yang di undang bahwa kerja mereka itu akan berdampak terhadap anak anak panti asuhan juga.


" alhamdulillah pak transaksi pembelian lahan di karawang sudah selesai, jadi nanti kita akan urus urus perizinannya, kalau untuk pembangunan klinik di pabrik LNI minggu depan akan di mulai." kata pak daryat


" alhamdulillah, L-Pro bisa berkembang lagi, kenapa saya mengajak pak daryat dan yang lainnya untuk mengobrol disini karena selain kita bekerja untuk diri kita sendiri, kita juga bekerja untuk mereka itu, kebaikan sekecil apapun akan Allah catat dan insyaAllah berkat doa doa mereka itu kita bisa terus berkembang." kata vian. Tak lama opik juga mengabari bahwa proses negosiasi dan akhirnya terjadi transaksi jual beli pembelian lahan pesawahan sudah selesai.


" kenapa pah kelihatan senang banget." kata lily


" alhamdulillah berkah jum'at perusahaan LA juga sudah melakukan transaksi pembelian lahan pesawahan di Karawang." kata vian


" alhamdulillah." jawab mereka


" nanti siapa yang akan menggarap sawah itu a." kata pak adi


" seperti biasa pak kita akan menggunakan petani lokal sana, akan tetapi kita juga akan siapkan kantor disana untuk orang LA dan gudang sementara." kata vian


" memangnya berapa hektar a." kata pak adi


" kurang lebih 15 hektar pak." jawab vian


" pak ini saya dapat kabar yang mengenai lahan untuk panti asuhan, di samping yayasan livi yang waktu itu mau di jual tapi kita masih menunggu lahan yang di depannya, pemilik lahan katanya mengurangi lagi harga jualnya. Bagimana pak." kata pak daryat


" kalau akses jalannya gimana kan ketutup sama lahan di depan." kata vian


" sebenarnya bisa lewat lahan yayasan livi pak sebelum ke kampus itu dan kalau hanya jalan kaki atau motor masih bisa lewat depan kita tinggal bagusin aja jalan kampung itu." kata pak daryat


" oke kalau begitu beli saja itu luas lahannya berapa." kata vian


" kurang lebih hanya 1000 meter pak." kata pak daryat


" oke langsung saja transaksi nanti atasnama yayasan livi saja, nanti saya transfer uangnya." kata vian


" baik pak kalau begitu." kata pak daryat, dia pun langsung menelepon tim L-Pro untuk melakukan transaksi.


" jadi nanti tetap jalan kampung tersebut dibetulkan tapi buat juga gerbang untuk akses mobil kesana dari yayasan livi." kata vian

__ADS_1


" siap pak, kita tinggal bongkar saja pagarnya supaya bisa masuk mobil dan buat akses bahan bangunan juga." kata pak daryat


" jadi kita tentukan pembangun panti asuhan disana ya. Bangun juga mushola kalau begitu. Nanti tanah lebihnya buat taman bermain dan kebun." kata vian


" jum'at berkah nih kita patut mensyukurinya." kata pak adi


" hari ini benar benar penuh keberkahan." kata pak ustad


" oh iya pak, kita akan mendapatkan dana ganti untung katanya, itu uangnya gimana ya pak." kata pak ustad


" silahkan saja pak ustad pergunakan untuk kepentingan panti asuhan, disana kan ada dana umat ya untuk anak anak panti asuhan jadi manfaatkan untuk kebutuhan panti saja." kata vian


" nanti buat beli perlengkapan tidur, sekolah, dan belajar anak anak kalau begitu." kata pak ustad


" silahkan aja pak ustad lebih faham mengenai hal itu." jawab vian


" baik kalau begitu pak, oh iya ini perkenalkan anak anak yang sudah diatas 17 tahun pak, mereka kebetulan tidak melanjutlan sekolah, waktu itu kita memang kekurangan dana." kata pak ustad


" ini namanya Dina, Siti, Emmi, Susi, Bagas dan sulaeman pak. Selama ini mereka membantu mengasuh adik adiknya sedangkan bagas dia kerja di bangunan." kata pak ustad


" cita cita saya ingin jadi guru pak, saya suka membaca." kata Dina


" kalau saya ingin jadi pengusaha pak, supaya bisa membiayai adik adik sekolah dan bisa membantu pak ustad sama ibu, saya suka berjualan." kata Siti


" saya ingin jadi pengusaha juga pak." kata emmi " kalau saya ingin jadi perawat." kata susi


" saya ingin jadi tentara pak." kata bagas


" kalau saat ini kalian bekerja hanya sebagai tukang bersih bersih mau enggak." kata vian


" yang terpenting kita bisa menghasilkan uang buat bantu bantu panti dan tidak lagi menjadi beban enggak masalah pak." jawab mereka


" iya sudah kalian pulang ke panti asuhan ambil pakaian kalian dan kembali kesini, nanti bagas dan sulaeman ikut pak daryat ke lokasi pembangunan yayasan livi bantu bantu dulu disana, Dina, Siti, Emmi dan susi bisa bantu di rumah ini, di kantor SPI, LCI." kata vian


" benar ini pak." kata mereka

__ADS_1


" buat apa saya bohong." kata vian


" iya sudah kalian nanti siap siap, jangan bikin malu ustad, kalau ada yang enggak tau kalian tanyakan." kata pak ustad


" baik pak ustad." kata mereka


setelah itu pak ustad dan yang lainnya pamitan pulang, vian pun menyuruh pak dede untuk menjemput anak anak tadi ke panti asuhan.


" mereka sebagian suruh bantu kita di kantor yayasan saja vian." kata pak bowo


" boleh saja pak, tapi saat ini kita kan mau pergi umroh nanti disana enggak ada yang mengawasi, kecuali nanti ada kakek braja yang insyaAllah bisa." kata vian


" tapi mungkin bisa juga mereka tinggal di villa disana ada pak zainuri dan agus, suruh aja hilda dan orangtuanya mengawasi mereka." kata pak bowo


" bisa juga pak, tapi kita lihat dulu aja disini seperti apa mereka." kata vian


" iya sih, soalnya kita juga mau pergi jadi takut nanti terjadi apa apa sama mereka, dan kita juga belum tau karakter mereka." kata pak bowo


" kita juga harus tetap waspada, kalau memang mereka memiliki sifat yang jelek kita harus ada solusinya jangan sampai terus melakukan aifat jelek tersebut, mudah mudahan saja mereka benar benar anak yang baik." kata vian


" yang penting kita sudah ada niat baik untuk mereka jangan sampai kita terlebih dahulu menghakimi mereka sebelum benar benar mengetahui sifat meteka." kata lily


" nanti ibu akan bantu ngasih penjelasan dan pengertian ke mereka," kata bu retno


" jangan sampai niat baik kita ini dijadikan kesempatan yang tidak baik." kata bu ningsih


" tugas kita juga untuk saling memberi nasehat." kata astrid


" kasih mereka penjelasan bagaimana cara bekerja, dan kalau melakukan hal yang salah kita enggak akan segan segan untuk membawa mereka ke kantor polisi, kita bukan mau menakut nakuti mereka tapi supaya mereka berfikir tidak melakukan hal tersebut, karena apa yang kita lakukan ini untuk kebaikan mereka, kita ingin merubah nasib mereka, jadi apakah mereka juga mau merubah nasibnya tergantung pada diri mereka masing masing." kata vian


" iya benar pah, itu tergantung pada mereka, nanti kita juga bisa tau dan harus seperti apa cara mendidik mereka di panti asuhan kedepannya." kata lily


setelah mereka mengobrol mereka pun masuk terlebih dahulu ke kamar masing masing sambil menunggu anak anak panti asuhan datang, vian dan pak daryat masih ada di gazebo, vian menyalakan rokoknya dan membuat kopi.


 

__ADS_1


__ADS_2