Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Bertukar Fikiran, Ide dan Tindakan Nyata.


__ADS_3

Setelah mengantar pak bambang pulang, vian dan lily masuk ke kamar, vian berganti pakaian lalu duduk di sofa.


" pah berapa hari di bandung." kata lily


" besok papah mengisi di dinas, lusa berkunjung ke desa desa, kalau enggak cape papah pulang langsung tapi untuk persiapan 3 hari aja mah." kata vian


" pah boleh enggak, kita beli handphone baru, mamah mau bedain untuk urusan bisnis sama pribadi pah." kata lily


" iya tentu boleh dong sayank, mau beli kapan," kata vian


" kalau boleh besok kita mau beli, handphone baru buat nomor bisnis dan handphone lama tetap buat pribadi." kata lily


" kalian atur aja soal itu, uangnya ada enggak." kata vian


" mamah enggak tau di kartu yang biasa dipake belanja bulanan ada atau enggak." kata lily


" iya udah papah transfer ya." kata vian, lalu mentransfer uang ke rekening buat belanja bulanan.


" segitu cukup enggak." kata vian sambil memperlihatkan kepada lily


" cukup banget pah, makasih ya sayank, aku kasih bekel deh." kata lily lalu memeluk vian lalu memperlihatkan ke astrid dan dilla.


" papah mau beli juga enggak nanti mamah sekalian belikan nomornya dan dibuatkan kartu nama juga." lanjut lily


" boleh, tapi handphonenya yang seperti ini aja, terimakasih ya sayank." kata vian. Malam itu mereka pun melakukan permainan yang menguras keringat, setelah mereka mencapai puncaknya, vian mencium kening lily, astrid dan dilla. mereka pun tertidur dengan pulas. Di pagi hari vian pergi minum air putih lalu pergi mandi, selesai mandi vian berpakaian dan membangunkan lily, astrid dan dilla, mereka pun pergi mandi setelah itu mereka melakikan sholat shubuh berjamaah.


" pah mau dibuatkan susu atau kopi." kata astrid

__ADS_1


" udah lancar dia manggil papah." kata lily


" susu panas aja sayank, makasih ya." kata vian, astrid pun membuat susu panas, lalu memberikannya kepada vian


" pah aku istirahat dulu ya." kata astrid


" iya udah, kalian jangan cape cape, kalau begitu papah ke bawah ya mau cek pembangunan mess sama kamar tamu." kata vian


" iya udah, tapi kalau papah mau berangkat bangunkan kita loh." kata dilla yang habis merapihkan pakaian yang akan dibawa vian


" iya sayank." kata vian lalu beranjak pergi sambil membawa susu panas yang dibuat astrid, vian duduk sebentar di kursi halaman depan menyalakan rokoknya lalu jalan melihat kondisi bangunan, kamar untuk tamu sudah selesai finishing tinggal interior, sedangkan mess lantai 1 juga sudah selesai tinggal lantai 2. Setelah itu vian berencana membangun kantor Livi Group dan tempat meeting. Vian mempersiapkan kalau kedepannya dia tidak harus pergi terus ke perusahaan dan tinggal memanggil tim perusahaan untuk datang kesana. vian juga tidak harus membuat tempat kerja lagi di rumah.


di kantor Livi Group vian harus membuat tim IT jadi bisa mengontrol setiap perusahaan dari sana. jam 5.30 pak dede datang, dia mempersiapkan mobil yang akan dipakai ke bandung, vian menyuruh putra untuk siap siap ikut dan membawa pakaian untuk 3 harian. Vian kembali ke kamar lalu mengganti pakaiannya yang sudah disiapkan, lalu membangunkan lily, astrid dan dilla. Jam 6.17 menit vian pamitan, mereka pun mengantar vian, vian menggendong de qinar yang sudah bangun.


" papah pergi dulu ya sayank." kata vian, lily, astrid dan dilla pun memberikan salam, vian pun memeluk dan mencium kening mereka lalu menyerahkan de qinar ke lily.


" kita sarapan di rest area biasa aja ya." kata vian


" baik pak." kata mereka. Jam 8.17 menit mereka sudah sampai di rest area. Vian mengajak mereka untuk sarapan terlebih dahulu. Setelah memesan Vian pun menyalakan rokoknya, mereka pun makan makanan yang sudah dihidangkan. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan. Jam 9.47 menit mereka sampai di lokasi acara, vian disambut panitia penyelenggara. karena masih ada waktu vian izin untuk istirahat dulu di taman yang ada disana.


" bapak mau minum kopi dulu." kata shinta


" boleh, kamu minta saja ke panitia." kata vian


" baik pak." kata shinta lalu pergi ke panitia. Setelah itu dia kembali ke tempat vian sambil membawa kopi, setelah minum kopi vian menyalakan rokoknya.


" aa, ibu bilang si aa devan lucu, ganteng, pinter, sopan lagi." kata shinta

__ADS_1


" siapa dulu dong bapaknya." kata vian


" ibu juga bilang kapan aku bisa ngasih cucu katanya." kata shinta


" iya udah kamu nikah cari suaminya." kata vian


" ngapain cari kan udah ada, tinggal keberanian aa aja." kata shinta


" saya enggak bisa janjikan bisa menikahi kamu secepat itu, jadi kalau kamu benar benar mau ngasih ibu kamu cucu ya harus cari yang lain." kata vian


" kok aa ngomong gitu sih, aku udah enggak berarti buat aa lagi ya, aku ngomong gitu hanya menyampaikan apa kata ibu aja." kata shinta kesal


" iya kamu tau kan kondisi saya gimana." kata vian lalu menghisap rokoknya


" iya aku ngerti a, tapi jangan gitu dong ngomongnya, aku bersedia nunggu aa," kata shinta lalu dia menggenggam tangan vian


" iya udah kamu jangan cemberut ya." kata vian mengelus tangan shinta lalu pergi ke tempat acara. Tak lama pak gubernur pun datang, vian pun ikut menyambutnya


" wah pak vian sudah datang jam berapa dari rumah pak." kata pak gubernur


" jam 6 pak, gimana kabarnya pak." kata vian


" alhamdulillah baik pak." kata pak gubernur, acara pun dimulai. Pembawa acara menyerahkan waktu untuk pak gubernur memberikan sambutan.


" assalamualaikum, selamat pagi semuanya, yang saya hormati pak vian, yang saya hormati bapak ibu sekalian, terimakasih hari ini kita bisa berkumpul disini untuk membahas program kerja dari setiap dinas, dengan pertemuan ini saya harapkan akan ada suatu tindakan nyata dalam mengembangan daerah ini, mengapa saya mengundang pak vian untuk hadir disini, karena beliau sudah melakukan tindakan nyata jadi nanti setiap dinas bisa berkolaborasi dengan perusahaan pak vian, selagi tindakan tersebut tidak melanggar hukum, pak vian ini asli dari daerah ini makanya dia bersedia membantu kita dalam memajukan daerah ini, kita ambil contoh KBB disana dia sudah membangun pabrik untuk mengolah hasil pertanian, dia bekerjasama dengan kelompok tani yang ada, atas dasar itu kita harua mengadopsinya ke daerah lainnya. Saya harapkan dalam kesempatan ini kita bisa bertukar fikiran, ide dan nantinya tindakan nyata. Saya tidak akan panjang lebar lagi. Demikian dari saya, terimakasih." kata pak gubernur


Setelah pak gubernur memberikan sambutannya, pembawa acara memberikan waktu untuk vian sekaligus untuk forum diskusi.

__ADS_1


__ADS_2