
setelah dari Dilas cafe vian berangkat ke lokasi pabrik, 40 menit perjalanan mereka tiba di lokasi pabrik disambut sama pak Ato dan manajemen pabrik tersebut. Pak ato memperkenalkan manajemen pabrik kepada vian, pak bowo, astrid, lily, dan dilla. vian juga memperkenalkan dirinya dan yang lain termasuk bu gina. keluarga lain menunggu di dalam mobil, pak ato membawa vian dan yang lain ke ruangan meeting, vian meminta dokumen asli pabrik lalu menyerahkan kepada ibu Gina. selagi bu Gina melihat dokumen tersebut vian meminta untuk melihat pabrik, Pak ato membawa vian dan yang lain berkeliling pabrik serta menjelaskan apa saja yang ada. selesai berkeliling vian dan yang lain kembali ke ruangan meeting, bu gina sudah bisa memastikan bahwa dokumen tersebut sah dan asli.
" saya telah melihat kondisi fisik dan dokumennya, tidak ada sangkutan dengan pihak manapun kan pak?." tanya vian
" tidak ada pak saya menjaminnya, kenapa saya jual ini pabrik juga karena saya tidak ingin memiliki pinjaman." kata pak ato
" kalau begitu sesuai dengan pembicaraan semalam saya akan membeli pabrik ini dengan harga 21,5 milyar, saya bisa minta nomor rekening untuk melakukan transfer." kata vian
" ini pak atas nama perusahaan saya, Bank xxx atasnama PT. xxxxx nnnnnn nomor rekening nnnnnn nnnnnn, saya kan jual pabriknya saja bukan sama perusahaannya." kata pak ato sambil tersenyum
" iya betul pak tapi untuk perusahaan itu domisilinya dimana pak." tanya vian
" di tempat lainnya pak di ruko nnnn. jl.xxxxx.." kata pak ato lalu dia memperlihatkan akta notaris perusahaannya tersebut.
" sebentar pak saya akan hubungi bagian keuangan saya." kata vian, lalu menghubungi bu andriani untuk melakukan transfer, karena semalam vian juga sudah memberitahukan akan ada transaksi bu andriyani juga sudah menyiapkannya. tak lama ada komfirmasi dari pihak bank mengenai transaksi tersebut kepada vian.
setelah oke vian menerima bukti transfer dari bu andriyani, vian mengirimkan bukti tersebut kepada pak ato dan bu gina. pak ato pun menyuruh orang keuangannya untuk mengecek apakah benar uang tersebut telah masuk ke rekening perusahaannya.
" bagian keuangan kami telah mengkomfirmasi bahwa uang telah masuk pak, terimakasih banyak pak vian, semoga pabrik ini akan meraih kesuksesan di tangan bapak." kata pak ato, bu gina pun mepersiapkan dokumen jual beli.
" aamiin, terimakasih banyak pak, semoga kita masih bisa berteman dengan baik, saya berharap juga bapak bisa membantu kami kedepannya." kata vian
" insyaAllah selagi saya mampu, saya akan bantu." kata pak ato
mereka pun menandatangani surat jual beli, setelah selesai pak ato menyuruh bagian manajemen untuk masuk ke area tersebut. karena karyawan sudah dikeluarkan karena ketidak mampuan pabrik untik membayar, hanya tinggal manajemen level manager ke atas. setelah mereka masuk pak ato memberikan pengumuman, keluarga vian pun datang kesana karena sudah lama menunggu di mobil.
" seperti kalian ketahui kondisi pabrik seperti apa, mulai hari ini pabrik ini sudah sah menjadi milik Pak vian, jadi hari juga saya kan menyelesaikan kewajiban perusahaan kepada kalian. terimakasih banyak, mohon maaf yang sebesar besarnya, semoga kedepannya pabrik ini bisa jauh levih berkembang lagi di tangan pak vian dan kalian masih bisa bekerja disini." kata pak ato, pak ato memberikan kesempatan kepada vian
__ADS_1
" terimakasih pak atas waktu di berikan kepada saya, jujur saya juga tidak ada persiapan apa apa karena proses ini pun memang mendadak, saya betemu pak ato saja baru kemarin malam, mungkin ini adalah jodoh dan rezeki buat saya dan keluarga karena memang sebelumnya istri istri saya ingin membuka usaha dibidang kosmetik, jodohnya saya dipertemukan dengan pak ato melalui ayah mertua saya. ini takdir yang mempertemukan kita hari ini dan semoga bapak ibu masih mau bekerja disini, karena saya juga gak mungkin memaksa bapak ibu untuk bekerja, saya selalu mengedepankan kerjasama baik kerjasama dengan partner usaha ataupun karyawan harus mau sama mau, bapak ibu ingin bekerja disini tapi saya gak mau kan gak bisa, dan sebaliknya. saya dengar pabrik ini dulunya hanya menerima makloon saja, kedepannya saya ingin pabrik ini menghasilkan produk untuk brand perusahaan sendiri. brandnya sedang di proses patentnya menunggu sertifikat saja. perusahaannya kalau bisa bu gina membantu membuatnya hari ini, tadinya kedudukannya mau di jakarta tapi mengingat pabrik ini harus segera berjalan saya tetapkan akan disini. bagaimana bapak ibu masih ingin bekerja disini dengan perusahaan baru." kata vian
" kami ingin tetap bekerja pak kalau memang kami masih dibutuhkan." kata orang orang manajemen
" terimakasih banyak atas kesediaan bapak ibu untuk gabung di perusahaan kami, bapak ibu besok mulai bekerja di perushaan saya dengan mengerjakan pembuat sample, uji klinis dan yang lainnya menunggu surat surat izin lainnya ada, untuk karyawan yang sudah di PHK nanti bagian HRD untuk menayakan kepada mereka apa masih mau bekerja disini atau tidak dan mulai efektif kerjanya bulan depan, saya rasa 2 minggu cukup untuk mengurus perizinan. ya bu gina biasa bantu kami kan." kata vian
" insyaAllah bisa pak, kalau tandatangan pendieian perusahaanya bagaimana pak kalau hari ini paling sore hari." kata bu gina
" gak apa apa bu, nanyi ketemu di dilas cafe saja ya." kata vian
" baik pak, saya minta kartu identitas pemiliknya pak, komposisi saham, sama kedudukannya." kata bu gina
" nanti saya kirimkan komposisi sahamnya dan kedudukannya." kata vian lalu meminta kargu identitas pak bowo, lily, astrid dan dilla
" baik kalau begitu pak, saya pamit dulu mau ke kantor menyiapkan akta perusahaan." kata bu gina
" bisa aja nih pak vian, saya yang terimakasih." kata bu gina lalu pergi
" kalau begitu saya juga permisi pak vian selamat ya semoga sukses." kata pak ato lalu pergi
" sebelumnya saya mohon maaf perkenalkan nama saya vian, ini pak bowo mertua saya, ini ibu lily, ibu astrid, ibu dilla istri saya." kata vian
" kok dilla doang yang di aku istri papah." kaya lily gak terima
" ibu lili, ibu astrid, dan ibu dilla adalah istri saya yang akan memegang perusahaan ini." kata vian
" itu orang tua saya, yang disana ibu dan bapak mertua saya juga," lanjut vian sambil menunjuk mereka
__ADS_1
" bell kamu bawa laptop dan design merk LAD's ada." kata vian
" ada mas di mobil. aku ambil dulu ya." kata bella lalu pergi ke mobil
" biar efektif saya akan jelaskan kedepannya mau seperti apa. nah kalian sekarang lagi menherjakan apa." kata vian
" kita masih menyelesaikan pesanan pak hari ini selesai. karena pak ato memintanya." kata pak suryo bagian produksi
" menurut kalian apa yang harus di produksi pertama sama kita dan banhak dicari konsumen." kata vian
" pelembab, pemutih pak." kata pak suryo
" apakah dari komposisi, bahan kalian sudah menguasainya, dan apakah bisa dengan pelembab dan pemutih yang akan memakai brand LAD's ini berberda dengan yang sudah ada di pasaran." kata vian
" menurut saya bisa pak tapi akan sedikit lebih mahal ongkos produksinya." jawab pak suryo
" saya percaya kepada kalain, untuk masalah penghasilan kalian jangan khawatir nanti saya akan minta data dari HRD dan keuangan." kata vian
" terimakasih banyak pak." kata mereka, tak lama bella datang membawa laptop, vian pun menunjukannya ke para manajemen.
" kalian tau jugu kan supply bahan baku, kemasan dan yang lainnya." kata vian lagi
" Tau pak kita tinggal menghubungi mereka saja." jawab pak suryo
" Besok saya kesini lagi untuk bahas teknisnya ya, silahkan selesaikan kewajiban kalian untuk pak ato." kata vian
vian meminta ketemu sama bagian keamanan dan yang berhak memegang kunci pabrik ini. Pak rudi bagian operasional dan umum memanggil kepala keamanan dan petugas yang memegang kunci pabrik, keluarga lainnya pamit ke mobil duluan.
__ADS_1