
Jam 2 lewat pesawat mendarat selamat di bandara jakarta, karena tidak membawa barang bawaan banyak vian langsung ke luar bandara, lalu telepon pak dede, sambil menunggu pak dede vian memberikan kabar ke astrid
" sayang, mas udah sampai jakarta ya, kalian hati hati dan jaga kesehatan disana, mas sayang kalian." kata vian
" alhamdulillah, iya mas, mas juga ya, salam sama mbak dan anak anak." kata astrid
pak dede pun datang, vian memasukan barang bawaannya ke dalam bagasi mobil. lalu pak dede melaju pulang ke rumah.
" mah, lagi dimana, maaf ya papah baru kasih kabar, kemarin papah gak enak badan jadi istirahat." kata vian
" mamah masih di butik pah, terus sekarang papah gimana." kata lily khawatir
" papah gak apa apa sudah mendingan, iya udah sampai ketemu ya sayank." kata vian
" papah ini dimana." kata lily
" papah lagi menuju bandara." kata vian berbohong, dia mau kasih kejutan sama lily
" iya udah kalau begitu mamah jemput ya ke bandara, lalu kita ke dokter." kata lily
" papah udah sehat kok mah, apalagi udah ketemu mamah, papah udah minta pak dede jemput pake mobil L-Trans" kata vian
" papah udah makan siang belum." kata lily
" belum nanti aja kalau udah sampai." kata vian
" iya papah hati hati ya." kata lily
" papah udah sampai bandara nih." kata vian, padahal vian sebentar lagi sampai ke ruko dimana butik lily berada.
sampai di ruko vian melihat pak edi masih disana, vian memindahkan tas dan oleh oleh ke mobil lily, dan menyuruh pak dede kembali ke L-Trans. lalu vian pergi ke butik dan mengagetkan lily yang sedang melihat lihat design baju baru dari designer.
" selamat sore bu apa ada yang bisa saya bantu, mungkin ibu mau minum teh atau kopi." kata vian
" gak terimakasih." jawab lily yang belum menyadari kedatangan vian, tapi setelah mendengar ucapan tadi lily merasa tidak asing didengar, lalu dia menengok ke arah vian.
" papah....... katanya masih di bandara." kata lily lalu dia berdiri dan memeluk vian, vian pun membalas pelukan lily dan mencium kening sang istri
" jadi papah gak boleh pulang nih. ya udah papah pergi lagi aja kalau begitu." kata vian
" mamah kaget aja papah kok udah ada disini. mamah dan anak anak kangen papah." jawab lily
" iya sayank, maafin papah ya." kata vian
" papah kok kaya cape banget, udah makan belum." kata lily
" belum papah tadi langsung naik pesawat tadi, gak sempat makan." kata vian
" papah mau makan apa, atau mau ke rumah makan mana." kata lily
" papah makan di cafe aja ya, mamah terusin aja kerjanya dulu." kata vian
" gak apa apa pah, ini bisa besok lagi." kata lily
" mamah udah makan belum." kata vian
__ADS_1
" udah pah tadi las zduhur." kata lily
" iya udah kalau begitu papah makan di cafe aja ya, mamah selesaikan aja kerjaannya." kata vian
" beneran gak apa apa pah, makan di cafe." kata lily
" iya gak apa apa sayank, papah sambil ngopi." kata vian lalu pamit dan pergi ke cafe. sampai di cafe vian memesan nasi goreng dan jus
sambil menunggu pesanan datang vian menyalakan rokoknya lalu mengirim kabar ke astrid
" sayang, mas udah sampai rumah ya." kata vian
" alhamdulillah kalau mas udah sampai. mas udah makan tadi kan belum makan." kata astrid
" ini lagi makan di cafe sambil nunggu istri pulang, kalian udah makan." kata vian
" udah mas tadi pulang nganterin mas, aku sama dilla makan siang dulu sebelum ke dilas cafe." kata astrid
" gimana kondisi cafe sekarang udah ada yang datang gak." kata vian
" alhamdulillah mas udah ada 10 orangan lah." kata astrid
" syukur kalau begitu, jangan lupa bahan bakunya ya." kata vian
" iya mas ini juga berkat bantuan bella dan teman temannya jadi ada yang datang." kata astrid
" kalian jangan cape cape ya, dilla dimana." kata vian
" iya mas, mas juga. dilla di bawah mas lagi nunggu kasir. aku lagi di atas buat iklan di sosmed." kata astrid
" iya udah, mas mau makan dulu ya." kata vian
vian pun memakan nasi goreng yang sudah datang. lalu mengirim pesan ke dilla
" sayang, mas udah sampai rumah ya, kamu lagi apa." kata vian
" alhamdulillah, aku lagi nunggu kasir, ini ada beberapa pengunjung, aku nungguin kabar dari mas karena astrid juga bilang belum ada kabar." kata dilla
" maaf ya, mas juga baru makan tadi bak sempat, jadi baru bisa ngabarin kalian, kalian udah makan." kata vian
" kita tadi makan habis ngantar mas baru ke dilas cafe." kata dilla
" kalian jangan cape cape juga ya, udah dulu ya mas mau makan." kata vian
" iya sayang, mas juga jangan cape cape. muuuuuuaaach." kata dilla
vian pun menghabiskan makanannya, lalu merokok lagi. setelah 15 menit lily pun datang dan mengajak pulang kerumah, hanya 10 menit perjalanan akhirnya vian dan lily pun sampai di rumah. " akhirnya aku kembali ke rumah ini." kata vian dalam hatinya
vian membawa tasnya masuk ke rumah lalu ke kamar, pak edi membawa oleh oleh dan menyimpannya di meja makan. didalam kamar lily langsung memeluk vian.
" pah mamah kangen," kata lily
" sama papah juga kangen sayank." jawab vian lalu mengecup kening lily
" kok badan papah anget gini, ke dokter ya." kata lily
__ADS_1
" gak usah mah, papah hanya kecapean aja, papah udah minta dipijit sama pak riki habis magrib." kata vian
" papah mau mandi sendiri, atau mau dimandiin." goda lily
" pengen dimandiin sama mamah." jawab vian, lalu mereka pun pergi ke kamar mandi. karena sudah beberapa hari gak ketemu lily mencurahkan kasih sayangnya disana, sehinga terjadi hubungan suami istri, karena badannya cape vian pun mempercepat permainan itu dan gak ingin mengecewakan sang istri, akhirnya mereka mendapatkan puncaknya bersama. setelah itu mereka bersih bersih lalu memakai pakaian. vian pun mengambil kotak dari dalam tasnya dan menyerahkannya kepada lily.
" mah kemarin papah lihat itu, jadi papah beli buat mamah, mamah suka gak." kata vian
" mamah suka banget pah, tolong bantu mamah pasangin di kalungnya." kata lily. vian pun membantu memasangkan gantungan kalung tersebut
" makasih ya sayank." kata lily lagi lalu mencium bibir vian.
" ini buat de qinar, kalau udah besar baru kita kasih ya." kata vian
" iya pah, bagus baget dan susah dapat huruf itu." kata lily
vian pun selonjoran di atas kasur, lily yang melihat vian kecapean pun memeriksa tubuh vian kalau kalau badannya panas.
" papah gak apa apa sayank. apalagi habis dikasih vitamin sama mamah." kata vian
" nanti mamah kasih vitamin lagi." kata lily sambil memeluk vian. tak lama devan pun masuk ke kamar
" papah udah pulang, aa kangen papah, papah beli apa buat aa." kata devan
" maaf ya aa, papah gak sempet beli mainan buat aa, besok aja kita beli ya." kata vian
" bener ya pah,." kata devan
" iya sayang, masa papah bohong sama aa." kata vian
" papah kenapa janji sama aa, besok dia nagih lho." kata lily
" kita besok jalan ke mall ya, ingetin papah." kata vian
" beneran pah besok jalan ke mall." kata lily
" iya sayank, lagian kan papah beberapa hari gak main sama mamah, aa, dan de qinar." kata vian
" makasih ya pah, mamah tambah sayank." kata lily lalu mencium pipi vian.
vian pun tiduran di kasur ditemani lily sambil menunggu magrib. tak lama magrib pun datang vian dan lily sholat berjamaah setelah itu pergi ke ruang makan, disana orang tua dan mertua vian sudah menunggu.
" kamu udah pulang, kapan kok kita gak tau kamu datang." kata pak bowo
" tadi sore pak, vian nunggu dulu di cafe batu pulang ke rumah bareng lily." jawab vian
" pantesan ini ada oleh oleh, terimakasih ya." kata bu retno
" sama sama bu." kata vian
" aa lagi sakit, pucat gitu mukanya." kata bu ningsih
" gak bu, aa cuma kecapean aja, sebentar lagi juga riki datang mau minta di pijit sama dia." kata vian
" kamu terlalu diporsir kerjanya, kamu harus jaga kesehatan juga." kata bu retno
__ADS_1
" terimakasih bu perhatiannya." jawab vian
setelah makan vian pamit ke teras depan untuk merokok sambil nunggu riki.