
Sedang ngobrol vian dan pak dede lily datang dengan membawa tas. "pah, mah sudah selesai, papah udah belum ngobrolnya." tanya lily
" udah mah, ayo kita pulang. pak de saya pulang ya, besok saya kesana." jawab vian. mereka pun pulang ke rumah. sesampainya di rumah langsung mandi dan siap siap sholat magrib. selesai sholat vian ke meja makan untuk makan malam bersama. " yank, maaf papah baru ngomong sekarang tadi papah beli sembako buat warga sekitar proyek perumahan 400 packan dan buat dapur umum pekerja proyek. karena setidaknya mereka bisa menjaga juga proyek tersebut. itu sedekah papah aja." kata vian
" ya gak apa apa pah, apalagi niatnya sedekah, selagi kita ada." jawab lily
"tadi dari obrolan sama warga mengusulkan membuat sekolah, karena sekolah disana jaraknya jauh. , jadi kefikiran buat livi islamic school dari TK sampai SMP aja dulu. tadi juga vian bilang ke warga kalo ada tanah daerah sana vian mau beli buat SMA, SMK, dan perguruan tingginya.gimana menurut bapak sama ibu dan kamu yank." kata vian
" ya boleh dicoba aja pah, toh lahan buat sekolah itu ada, kenapa gak." jawab lily
" memang lahannya masih ada banyak." tanya pak bowo
" kemarin yang dibeli itu 10 hektar, peruntukan perumahan dan fasilatas umumnya 5 hektaran, vian untuk area komersil di depan buat supermarket, butik, dan restoran, serta mesjid setengah hektar, vian mau ambil 1,5 hektar buat danau buatan dan villa kalo kita mau kesana karena rencana vian mau bikin kandang kuda, nah masih ada 3 hektar buat sekolah, nanti bisa diatur atur lagi sih." kata vian
" wah asyik tuh, bapa setuju, kamu bisa aja ambil kesempatan. kamu bener luar biasa" kata pak bowo
" mumpung ada kesempatan pak, dan vian berusaha untuk bisa mengintegrasikan semua usaha, kaya villa keingetan karena mau bikin kandang kuda, jalo memungkinkan vian juga mau lihat kondisi disana bikin peternakan ayam, sapi, kambing. villa itu buat kita nginep disana atau buat istirahat aja, jadi kalo devan mau berkuda bisa kesana." jawab vian.
" ya udah bapak mau beliin devan kuda aja ya ultah kali ini." kata pak bowo
" o iya lusa, akan ada pembukaan L-Trans, itu perusahaan expedisi di tempat itu ada bengkel, cucian mobil dan motor, tempat pool bus jemputan karyawan. expedisi pengambilan dan pengiriman barang LNI. penanggung jawab L-Trans pak dede." kata vian
" lokasinya dimana, kamu sewa atau gimana lahannya." kata pak adi
" itu pak di jalan besar seblum mau masuk komplek ini bekas bengkel. alhamdulillah kemaren ada yang jual butuh luas tanahnya 1000 m2." kata vian
" syukur kalo begitu. bapak cuma bisa doain kalian aja." jawab pak adi
__ADS_1
" ya dengan doa bapak ibu, itu udah luar biasa, vian dan lily bisa kaya gini berkat doa doa bapak ibu." jawab vian
"tapi bener bapak gak nyangka kamu bisa secepat ini bangun usaha, bapak aja kalah." kata pak bowo
" ada kesempatan dan peluang pak, o iya mah untuk acara devan gimana? papah baru bisa santai 3 harian lagi kayanya." kata vian
"iya gak apa apa pah, toh kita juga gak ngerayain dengan meriah." jawab lily.
"iya vian, kalian fokus aja kerja, biar urusan ini kami kakek neneknya yang ngurus." jawab bu retno dan bu ningsih
setelah ngobrol mereka kembali ke kamar masing masing.
******************
keesokan harinya vian dan lily pergi ke ruko, setelah nganter lily vian pamit ke L-Trans. di L-Trans Vian ngobrol sama pak dede sambil ngopi dan ngerokok. vian menyarankan untuk pembukaan besok panggil saja anak yatim, kita bikin tumpeng dan nasi box aja. tak lama orang dari perusahaan pemasangan alat pencucian datang memberitahukan bahwa pemasangan sudah selesai, mereka menjelaskan cara pemakaiannya, dan vian membayar sisa pembayaran. "coba tuh mobil saya cuci." kata vian
"pak de, buat warung kopi aja buat yang nunggu kendaraannya di bengkel atau dicuci, kelola sama karyawan nyuruh aja yang nunggunya." kata vian
" iya pak, nanti saya atur." jawab dede
vian telepon lily " yank mau makan siang dimana." kata vian
" kerjaan disana sudah, kalo sudah kita makan keluar." jawab lily
"iya sudah papah jemput kesana." kata vian
vian pamit ke pak dede, dan menyuruh pak dede untuk mempersiapkan segalanya. vian menjemput lily di LS, lalu pergi ke restoran C pavorit mereka. sambil menunggu makanan datang vian dan lily mengobrol masalah devan dan kerjaan, "pah kuta kasih hadiah apa ya devan." kata lily.
__ADS_1
" ya kita kasih adik aja." jawab vian
" ih papah ini orang serius." kata lily samvil celingukan takut ada yang denger
" papah serius kok, masa bohongan. papah mau buatkan kandang kuda sekalian sama beli kudanya" jawab vian sambil menggoda lily.
"gimana kalo beli mobil mainan pah.." kata lily
" ya sudah nanti kita beli. kapan mau carinya." jawab vian
" lusa aja, papah juga belum ada rencana kan." jawab lily.
sehabis makan vian dan lily pergi ke LS, lily menyelesaikan kerjaannya. vian nongkrong di cafe sambil browsing contoh contoh kandang kuda, sapi, ayam, dan sekolah.
sore hari vian dan lily pulang ke rumah lalu mandi dan pergi ke mushola. setelah sholat makan malam bersama dan tidur.
***************
dipagi hari vian dan lily membiasakan untuk bersama devan bermain. setelah sarapan vian dan lily pergi ke LS, " mah mau ikut ke pembukaan L-Trans" kata vian
"iya ikut dong, mamah beresin kerja dulu sebentar ya." jawab lily
vian menunggu di cafe dan memesan kopi. sambil ngerokok dan ngopi vian menghubungi beberapa penjual kuda. tak lupa menghubungi pak dede menanyakan persiapan pembukaan L-Trans. jam 10 vian dan lily pergi ke L-Trans disana sudah kumpul karyawan dan ustadz serta anak anak yatim.
Acara pembukaan kantor L-Trans dimulai denhan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, sambutan vian, ceramah, ditutup dengan doa, selanjutnya membagikan bingkisan dan nasi box ke anak anak panti asuhan. vian memberikan amplop. setelah anak anak yatim pulang. vian memberikan penjelasan mengenai cara kerja di L-Trans sementara ini. yang kedepannya mungkin ada banyak perubahan, vian meminta pak dede fokus mejalankan operasional perusahaan. karena vian menyadari kalo kedepannya dia juga gak akan banyak datang kesana. apalagi kalo rencana Livi islamic school dijalankan.
setelah vian menjelaskan, acara potong tumpeng pun dimulai. mereka makan bersama diselingi canda tawa diantara mereka. vian selalu mengedepankan rasa kekeluargaan dalam setiap perusahaannya.
__ADS_1