Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Tanah Wakaf


__ADS_3

Lily pun datang kesana dan langsung ikut mengobrol, lily dibantu shinta untuk mengklasifikasikan orang orang di kamar hotel supaya teratur. Dari pihak travel pun menurunkan tas dan perlengkapan umroh, vian meminta haris dan putra untuk membantu memindahkannya ke pavilion. tim dari travel pun memberikan catatan apa saja yang harus dibawa dan yang enggak boleh dibawa dan maximum beratnya. Untuk pulangnya lily menanyakan apakah bisa tambahan bagasi.


" kenapa kamu pesan untuk tambahan bagasi, memangnya mau belanja disana." kata ibu retno


" iya kalau ibu enggak mau enggak usah." kata lily


" enak aja, ibu pasti belanja lah buat oleh oleh." kata bu retno


" apa kita ada manasik dulu." kata pak bowo


" kita adakan saja 1 hari sebelumnya hanya pembekalan pak, kuta berangkat malam penerbangannya." kata ustd. Ogi


" kalau begitu titik pemberangkatannya dari sini aja pak, nanti kita adakan sore hari disini. Nanti saya siapkan bis untuk kebandaranya dari sini." kata vian


" baik kalau begitu pak, kami permisi dulu, kalau ada apa apa bapak kabari kami saja" kata ustd. ogi


" baik pak ustadz, terimakasih." kata vian. Ustadz ogi dan timnya pun pergi, setelah itu vian menyuruh shinta untuk memberitahukan ke tim LNI, dia pun mengirimkan informasi, ke pak Gubernur B, Pak Gubernur D, Pak Gubernur L, pak Bupati, dan ke Nadhine supaya menyampaikan ke keluarganya dan keluarga temannya dan apa saja yang harus dibawa untuk dipersiapkan.


" oh iya bu nenek sama keluarga bi rina kapan akan datang." kata vian


" Besok mereka akan naik kereta, ibu akan menjemputnya ke stasiun." kata ibu retno


" iya sudah kalau begitu, maaf saya enggak bisa ikut jemput karena ada acara di kota B." kata vian


" enggak apa apa, terus kapan mau beli perlengkapan kita nih ly." kata bi retno


" rencana minggu depan bu," kata lily


" besok minggu saja jadi kalau ada yang kurang masih bisa cari ke tempat lain." kata bu retno


" iya udah, lily ikut apa kata ibu saja." kata lily


" nanti kita pesan catering aja ya mah dati 1 minggu sebelum berangkat karena pasti banyak tamu yang datang." kata vian


" iya sudah, kita juga perlu tenda kalau begitu." kata lily


" untuk di belakang kan sudah ada tinggal buat disini saja nanti pas acara sebelum berangkat." kata vian


" terus kapan orang tua dan teman temannya bella datang." kata lily


" papah suruh 2 hari sebelum berangkat." kata vian


" untung aja ya mess sudah jadi, jadi kita enggak begitu repot ngatur penginapannya." kata lily

__ADS_1


" kalau pun enggak cukup bisa di villa livi residence." kata vian


" bro kamu mau bawa sekarang tas dan perlengkapan lainnya." kata vian


" boleh biar bisa packing dan melihat apa saja kekurangannya." kata endris


vian pun menyuruh putra dan haris mengambil 7 tas sesuai dengan daftar karena dari pihak travel sudah memberikan tanda untuk memudahkan.


Setelah menerima tas dan memasukannya ke bagasi mobil, endris dan keluarganya pamitan, ika dan bella bersama teman temannya pun pamitan ke kantor SPI, tak lama pak daryat datang bersama tim L-Pro yang akan memasang perlengkapan mess dan kamar tamu.


" siang pak, bagaimana kabarnya." kata pak daryat


" alhamdulillah pak daryat, oh iya pak ada tambahan lagi nih supaya merombak ruang keluarga menjadi ruang makan." kata vian


" baik pak biar kita lihat dan nanti tim L-Pro membuat designnya." kata pak daryat


" sama itu buat kamar kita jadi enggak pah." kata lily


" jadi... Ini designnya." kata vian sambil menunjukan design kamar.


" bagus gitu, kasurnya harus muat 6 orangan ya, soalnya takut anak anak pengen tidur sama kita." kata lily


" iya, bagusnya mamah aja." kata vian


" di rumah enggak apa apa, besok papah kan pergi bisa bawa dia." kata vian


" maaf pak ganggu, saya dapat info dari tim L-Pro katanya ada tanah dekat lokasi sekolah mau ada yang di jual tapi dekat dengan TPU, saya mau minta pendapat bapak karena TPU dan si pak agus bilang warga perlu perluasan untuk tanah pemakaman." kata pak daryat


" iya sudah beli saja untuk wakaf, luasnya berapa.?" tanya vian


" 1 hektar pak minta 500 juta." kata pak daryat


" iya udah beli, yang 8 ribu meter untuk wakaf pemakaman umum, yang 2 ribu meter untuk pemakaman keluarga pak daryat negosiasi saja, nanti saya transfer uangnya, nah yang seribu meter untuk pemakaman likasinya harus bagus ya, atas nama sertifikatnya livi group aja.." kata vian


" baik pak kalau begitu. Nanti saya suruh tim L-Pro untuk negosiasi." kata pak daryat


" nanti di pagar saja untuk batasnya yang 2 ribu meter itu." kata vian


" baik pak." jawab pak daryat


" oh iya pak daryat nanti bawa tas ya, yang buat umroh, sama kabari pak hendri dan pak opik juga." kata vian


" baik pak." kata pak daryat

__ADS_1


" pak de suruh anak L-Trans drop tas ke LNI ya." kata vian


" baik pak." kata pak dede


" shin kamu siapkan daftarnya ya supaya enggak salah kirim ke distributor." kata vian


" baik pak, saya copy dulu daftarnya." kata shinta


" di paviliun ada printer yang bisa copy dokumen." kata vian


" baik pak terimakasih." kata shinta, dia pun pergi ke paviliun bersama pak dede, putra dan haris untuk menyiapkan barang yang akan di angkut ke LNI.


mobil yang akan mengirim ke LNI pun datang, tas tas yang sudah disiapkan sebelumnya di masukan. Setelah selesai tim L-Trans pun pergi ke kantor LNI. Tak lama mobil yang mengangkut perlengkapan untuk mess dan kamar tamu datang, pak daryat mengaturnya.


" pah kita belanja yu buat perlengkapan kamar mandi, sama kayanya kita perlu mesin cuci yang besar deh, kalau untuk perlengkapan tidur udah ada kan pak." kata lily


" sudah bu, sesuai dengan standar hotel." kata pak daryat


" iya udah kalau begitu, tapi kita perlu untuk gantinya pak untuk jaga jaga minimal 2 buah." kata lily


" saya bisa orderkan lagi bu kalau itu." kata pak daryat


" iya udah orderkan lagi aja, terus kaya anak anak cewek mau nambah bantal dan perlengkapan lainnya suruh mereka beli sendiri aja ya pah." kata lily


" iya lah, mereka mau nambah apa apa biar mereka beli sendiri." kata vian. Pak daryat, vian dan lily pun melihat proses pemasangan perlengkapan kamar tamu, kursi dan meja di balkon, sofa, televisi, lampu tidur, sedangkan AC, lampu lampu dan peralatan kamar mandi sudah di pasang telebih dahulu.


" saya sedang menunggu pemasangan meteran listriknya pak, kemungkinan sore ini, saya sudah buat disamping pos untuk sentralnya dan nanti kalau diperlukan sudah disiapkan juga jalur untuk generator." kata pak daryat


" sip kalau begitu, atur saja yang terbaik pak, sama nanti ke rumah juga atur saja listriknya kalau perlu beli 2 generatornya atau yang besar kekuatannya." kata vian


" ini juga kan sedang di pasang panel tenaga surya pak, jadi cadangan listrik ada." kata pak daryat


" pokoknya bapak atur saja, jangan sampai pas ada tamu penting listrik padam." kata vian


" pah kita belanja ya, kita jalan jalan." kata lily


" iya sudah nanti siang ya." kata vian


" iya udah kalau begitu mamah ke kantor LCI dulu ya." kata lily


" astrid sama dilla ikut ke kantor enggak." kata vian


" ikut." kata lily. Liky, astrid dan dilla pun pamitan, mereka diantar pak edi ke kantor LCI.

__ADS_1


__ADS_2