
Makanan yang dipesan pun sudah diantarkan kepada bella dan teman temannya, teman teman bella pun mencicipi masakan dan minuman dari Dilas Cafe. teman teman bella merasa puas akan makanan dan minuman yang disajikan.
" minta tolong ya makanan dan minuman kalian tadi di post di akun sosmed kalian dan follow akun Dilas cafe." kata bella
" tenang aja bell, kita akan bantu promosiin, lagian makanan dan minuman disini enak, tempatnya juga nyaman." kata sella teman bella
" iya nih makananan enak, pas di kantong kita juga." kata erni bella yang lainnya
" terimakasih ya atas bantuan kalian, kalian nanti akan di kasih member Dilas Cafe, tentunya akan ada potongan harga kalau memakai kartu tersebut." kata astrid
" terimakasih kak astrid." kata teman bella
" selain itu juga kami menawarkan kepada kalian uang ingin mendapatkan tambahan uang jajan bisa gabung sama Dilas Cafe." kata dilla
" iya mbak nanti kami sampaikan ke bella kalau kalau kita mau gabung disini." kata sella
" mas kapan mau ke bandara, mau aku yang antar." kata bella
" kamu kuliah aja sana yang benar, mbak yang akan antar." kata astrid
" kan mobilnya aku pake mbak, biar aku sama mas vian bisa berdua, bolos kuliah gak apa apa lah."
" mbak ada mobil kok. tuh." kata astrid sambil menunjuk mobil putih yang terparkir
" wah mobil baru nih. kapan mbak belinya." kata bella
" tadi pagi, mas vian yang beliin buat istrinya." kata astrid
" sayang cek berapa tagihan yang bella dan teman temannya makan, biar mas bayarin." kata vian
" gak usah mas kan itu promosi." kata astrid
" gak apa apa, biar jadi penglaris." kata vian, astrid pun tidak banyak membantah, dia pergi ke dalam ke meja kasir, lalu menyuruh dilla untuk membuatkan bill
" ini mas totalnya Rp. xxx ribu." kata astrid
" iya udah ini, ambil kembaliannya untuk kamu aja, habis kamu melayaninya dengan cinta, tapi awas aja kalau ke orang lain kaya gitu." kata vian lalu menyerahkan uang. astrid pun menerimanya lalu memberikannya ke dilla. astrid dan dilla pun datang menghampiri vian
" mas mau sekarang ke bandaranya ini udah mau jam 11 lho, dan kita harus balik ke rumah dulu ambil tas mas." kata dilla
__ADS_1
" iya udah sekarang aja, kalian bilang dulu sama pram dan bram sana." kata vian
" iya mas." kata mereka berdua
" bell mas pulang ya. tolong bantuin disini." kata vian
" baik mas, aku pasti bantuin." kata bella lalu dia berdiri menghampiri vian, lalu mencium tangan lalu pipi vian. seperti gak mau melepaskan bella pun memeluk vian
" udah ah, gak enak dilihat sama yang lain." kata vian, tak lama astrid dan dilla pun datang
" kamu ya peluk peluk suami mbak." kata astrid
" biarin aja weee, mas vian juga suami aku." kata bella
" iya udah mas nanti telat lho." kata dilla
" iya kak, aku disini dulu aja, nanti jam 1an baru masuk kuliah lagi." kata bella
" makasih ya, kalau begitu kami pamit." kata vian, lalu masuk ke mobil dan meninggalkan cafe menuju rumah, setelah vian, astrid dan dilla pergi, teman teman bella mulai bergosip
" bell, mas vian itu siapa, kok kamu sampai peluk dan cium dia." kata sella
" itu kakak ipar aku, nanti aku juga jadi istrinya." kata bella sambil senyum
" gak diambil tapi aku jadi pelengkap istrinya mas vian." kata bella
" terus mbak dilla itu siapa." kata sella lagi
" itu istrinya mas vian lah, mereka kemarin menikah barengan sama mbak aku." kata bella
" kok bisa gitu sih," kata sella penasaran
" kak dilla teman mbak ku, pas kemarin mas vian kesini dan mau buka ini cafe kak dilla di ajak sama kakak ku kenalan sama mas vian, eh dia tertarik dan mau jadi istri mas vian, mbak setuju aja karena udah lama juga berteman sama kak dilla, dan mas vian juga setuju aja, kalau aku udah lulus kuliah juga mungkin kemarin aku sekalian nikah sama mas vian." kata bella
" kok kamu bisa suka sama dia, apalagi kamu mau jafi istri ke 3nya." kata sella
" bukan istri ke 3 tapi ke 4, istri mas vian yang pertama di jakarta. mas vian udah bantu ibu berobat, ganteng, pengusaha, tapi yang penting dia pengertian, penyayang, baik, dan banyak lah, kalian juga kalau kenal mungkin akan ngantri, ini usaha juga diberikan mas vian buat mbak sama kak dilla buat kehidupan mereka, kemarin mbak sama kak dilla baru dibeliin rumah di perumahan B, hari ini mereka dibeliin mobil. coba mana ada laki laki baik dan bertanggung jawab kaya gitu." kata bella
" iya juga sih, apalagi di punya duit kalau dia gak bertanggung jawab dan bukan orang baik baik ngapain nikah, mendingan jajan aja diluar sana." kata sella
__ADS_1
" nah itu dia yang aku suka." kata bella
" terus kamu mau tinggal sama kakak mu dong, kan dekat sama kampus." kata erni
" iya mas vian udah ngijinin aku juga kok." kata bella
" boleh dong nanti kita main kesana," kata sella
" boleh nanti kita bisa berenang bareng, tapi aku izin sama mbak dulu ya. dan kalau mas vian gak ada, bahaya aku jadi banyak saingan lagi nanti" kata bella
" emang usaha mas vian apa." kata erni
" yang aku tau ada perusahan perlengkapan bayi dan anak, peternakan, pertanian, dan pabrik pengolahannya, bank, expedisi, property, dan sekarang lagi bangun sekolah dari TK sampai Universitas. makanya dia buru buru pulang. merk dagangnya LIVI itu buat istri pertamanya, nah perusahan Dilas buat mbak sama kak dilla." kata bella
" hebat ya," kata erni
" aku tambah auka sama vian, dia gak mau ngasih kehidupan mbak sama kak dilla dari hasil usahanya sama istei pertamanya itu, uang yang di pake buat bangun usaha, rumah dan mobil itu uang mas vian waktu sebelum nikah sama iatri pertamanya itu. dia gak dengan menikahi mbak dan kak dilla menghancurkan kehidupannya dengan istri pertamanya itu, mas vian juga ngasih usaha ini supaya mbak sama kak dilla gak malas malasan. hebatkan dia." kata bella
" iya hebat." kata sella
vian, astrid dan dilla telah sampai di rumah, astrid dan dilla gak mau berpisah.
" mas aku masih kangen." kata dilla
" iya mas, kembi ke rumah sana nanti lagi ya." kata astrid
" sayang maaf ya, mas banyak kerjaan yang hatua mas kerjakan disana. nanti mas juga akan kembali ke rumah ini kok." kata vian lalu mencium mereka.
" masih ada waktu kan aku pengen ngasih bekal sama mas." kata astrid, astrid pun melancarkan serangannya dengan mencium bibir lalu membuka pakaian vian, dilla pun gak mau tinggal diam langsung membuka celananya vian lalu pakaiannya begitu juga astrid. permainan pun dilakukan dengan cepat, sehingga mencapai puncakpun segera mereka dapatkan, setelah itu mereka bersih bersih dan berpakain lagi. setelah siap mereka pergi menuju bandara dengan sedikit terburu buru, khawatir ketinggalan pesawat.
jam 12 lewat mereka tiba di bandara, setelah memarkirkan mobil astrid dan dilla menemani sampai pintu keberangkatan
" mas makasih ya, mas jaga kesehatan, aku sayang mas." kata astrid
" iya mas, aku juga sayang sama mas, kabari kalau udah sampai ya. salam sama mbak." kata dilla
"iya sayang kalain juga ya." kata vian, lalu mengecup kening mereka, astrid dan dilla pun mencium tangan vian
" mas pergi ya, sudah telat nih." kata vian lalu beranjak pergi
__ADS_1
" iya mas. hati hati kabari kita. kita sayang mas." kata astrid dan dilla lalu memberikan lambaian tangan, mereka baru beranjak pergi setelah tidak melihat vian lagi
vian berjalan cepat untuk melakukan check in untungnya masih keburu, lalu pergi ke tempat menunggu pesawat dan membeli dulu oleh oleh di toko yang ada disana. jam 1 lewat vian menaiki pesawat, tak lama pesawat pun terbang menuju jakarta.