Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Serasa di Hotel Bintang 5


__ADS_3

" itulah perlunya ke hati hatian, kalau memang nanti hal itu ada yang mempertanyakan kita jarus bisa memberikan bukti kuat." kata pak bambang


" betul pak, tapi saya dapat telepon dari pak bupati PA bahwa dia mendapatkan laporan dari para penambak yang kerjasama sama perusahaan pak vian mereka mengucapkan terimakasih, karena perusahaan pak vian tidak menekan harga beli dan sesuai dengan harga pasaran serta pembayarannya pun bagus, uang lainnya malahan ingin bekerjasama juga dan daerah lain juga menanyakan apakah bisa melakukan hal yang sama." kata pak gubernur D


" hal itu pun harus bisa diantisipasi pak jangan sampai pihak pemerintahan setempat memanfaatkan hal itu untuk mendapatkan uang dari para petani, kalau kontribusinya melalui pembangunan insprastruktur dan pendapatan daerah enggak masalah, yang akan menjadi masalah jika itu masuk ke kantong pribadi." kata vian


" makanya saya lebih suka langsung ke petaninya langsung karena takut itu akan menjadi ajang pemanfaatan pihak pihak lainnya." lanjut vian


" makanya kita perlu melakukan controling dan pemberitahuan kepada petani supaya tidak mememberikan uang kepada pihak pemerintahan terkecuali ada surat resmi dan hal itu legal." kata pak bambang


" bicara masalah pabrik, saya belum setor lagi pak, mudah mudahan minggu besok ada dana masuk lagi." lanjut pak bambang


" apa bapak tidak takut nanti di periksa." kata pak gubernur B


" saya sudah membuatkan laporan bukti bukti sumber dananya dari mana, keterlibatan saya disana sebagai apa, jadi kalau ada audit saya bisa menjelaskannya." kata pak bambang


" berapa sih yang kita dapatkan dari gaji sebagai pejabat publik, kalau kita takut untuk melakukan investasi, yang paling penting kita tidak melakukan hal yang merugikan negara," lanjut pak bambang


" kita yang ada disini juga tau, apakah perusahaan pak vian telah melakukan aogokan kepada kita dan apakah beliau meminta kita untuk meminta proyek atau produknya dipermudah dipasaran." kata pak bupati


" betul itu pak bupati, yang jelas itu malahan kita yang memanfaatkan beliau ya." kata pak gubernur L, mereka pun ketawa


" saya merasa belum bisa memberikan kontribusi yang besar, itu yang bisa saya lakukan saat ini." kata vian


" itu sudah aangat membantu pak, kenapa saya mau bekerjasama sama pak vian, seperti kita tau beliau enggak pernah merengek minta kerjaan, minta dipermudah masalah perizinan, jadi saya juga lebih tenang." kata pak bambang


" betul pak, saya diperiksa waktu pembangunan rusun, mereka mengira saya mendapatkan uang dan menyalahi peraturan, saya serahkan pengajuan anggaran untuk pembangunan rusun mereka pun akhirnya tertawa dan saya bilang silahkan cek livi group dalam melakukan usahanya seperti apa, dari proses perizinan perusahaannya sampai ke operasionalnya, dan apakah ada yang menyalahi disana, berapa kontribusi livi group untuk pemasukan pajaknya. kita jangan sampai terjebak melihat kekurangan orang lain padahal kelebihannya lebih banyak lagi." kata pak gubernur B


" saya kemarin ditanya dari pihak kementrian UMKM, kenapa pertumbuhan pengusaha UMKM disini meningkat, saya bilang ada perusahaan Bank yang memberikan penyaluran permodalan dan melakukan pendampingan, silahkan bapak ibu tanya sama pengusahanya saja supaya tidak terjadi salah penafsiran saya bilang." lanjut pak gubernur B

__ADS_1


" saya juga kemarin sudah bicara sama pak menterinya, kok malahan pihak swasta yang lebih bergerak dibanding pemerintah, coba kolaborasi saya bilang, katanya beliau mau bertemu dengan pemilik BLS." kata pak bambang


" bapak enggak kasih tau," kata pak gubernur B


" biar dia cari dulu pak, ke enakan dia dong." kata pak bambang sambil ketawa


obrolan pun berlanjut, tapi karena waktu sudah malam mereka pun bubar dan masuk ke kamar masing masing, vian pun pergi ke kamarnya bersama lily, astrid dan dilla. Sampai dikamar mereka berganti pakaian lalu tiduran di kasur, lily langsung menyerbu vian.


" mamah kenapa ini." kata vian


" mamah perlu kehangatan." kata lily yang langsung menciumi bibir vian, astrid dan dilla pun tidak mau kalah mereka meraih pusaka vian lalu memainkannya, lily sudah sangat bergairah lalu mengarahkan mahkotanya ke pusaka vian. Astrid dan dilla menciumi vian dan memberikan bukitnya untuk dimainkan. Setelah lily, astrid mengambil alih setelah itu dilla, Mereka akhirnya mencapai puncaknya, vian menciumi kening lily, astrid, dan dilla, setelah itu dia pergi bersih bersih dan pergi istirahat, mereka berpelukan di bawah selimut.


Di pagi hari vian bangun lalu mandi setelah itu membangunkan lily, astrid dan dilla, setelah melaksanakan sholat vian pamit pergi ke gazebo, di gazebo vian membuat teh lalu menyalakan rokoknya, setelah itu mengecek laporan perusahaan. Setelah mengecek vian pun meminum teh dan menghisap rokoknya, tak lama datang pak gubernur B dan pak Gubernur L.


" beneran kalau pengusaha itu ya, tidak bisa santai." kata pak gubernur B


" udah biasa pak, saya biasa jam segini duduk disini sambil melihat laporan." kata vian


" enggak ada, palingan kalu mau kita ke pembangunan sekolah, sambil bawa anak anak main kuda disana." kata vian


" boleh pak, sekalian bawa anak main." kata pak gubernur B.


" boleh pak, sekalian mau lihat lahan untuk wakaf pemakaman umum." kata vian


" bapak mau membeli lahan wakaf." kata pak gubernur B


" iya pak, sekalian buat pemakaman keluarga." jawab vian


tak lama datang pak gubernur D dan pak Bupati

__ADS_1


" wah sudah kumpul aja nih." kata pak gubernur D


" iya pak, dikira saya duluan, eh pak vian sudah disini." kata pak gubernur L


" mau bikin teh, kopi, atau susu." kata vian


" biar kami buat sendiri aja pak." kata pak gubernur B


" kita kan bukan tamu ya." kata pak gubernur D


" gimana tidurnya nyenyak enggak nih." kata vian


" alhamdulillah pak, serasa di hotel bintang 5." kata pak gubernur L


" alhamdulillah kalau memang ke pake." kata vian. Vian pun menelepon pak dede supaya membawa minibus karena mau ke livi residence.


jam 6 para isteri pak gubernur dan pak bupati datang, mereka melihat ke kebun hidroponik bersama bu ningsih dan bu retno, mereka memetik strowbery.


" enak banget suasananya," kat pak gubernur L


" apalagi di lokasi sekolah pak, sejuk," kata vian


" kalau yang pengen sejuk lagi ya di KBB itu." kata pak gubernur B


" bapak sudah pernah kesana." kata pak gubernur L


" sudah sekali saya kesana." kata pak gubernur B


" kalau pak Gub. Mau main kesana ayo aja." Kata vian

__ADS_1


" boleh juga, tapi haris tanya isteri dulu." Kata pak Gubernur L


jam 7 lily, astrid dan dilla datang memberitahukan bahwa sarapan sudah siap, vian pun mengajak pak gubernur dan pak bupayi untuk sarapan, di ruang makan sudah ada pak bambang sedang sarapan, vian pun menyuruh marni untuk memanggil ika, bella dan yang lainnya yang tidur di mess, dan menyuruh memanggil sopir serta ajudan pak gubernur dan pak bupati.


__ADS_2