Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Menambah Armada


__ADS_3

Karena sudah siang vian menelepon lily menanyakan mau makan siang dimana.


" sayank mau makan dimana." kata vian


" mamah pengen makan di restoran yang biasa mamah gak apa apa." kata lily


" iya sudah gak apa apa dong," jawab vian


" mamah kesana sekarang ya." kata lily


lalu vian juga telepon ika, mau makan sama sama atau mau sendiri.


" ika, aa sama kakak mu mau makan di restoran yang biasa dia kunjungi, kalian mau ikut sekalian atau mau makan di tempat lain." kata vian


" ikut aa sama kak lily aja deh, ika juga pengen ngerasain makanan disana." kata ika


" iya sudah kalian kesini." kata vian


" iya aa, ika sama yang lainnya kesana." jawab ika


lily dan ika sama yang lainnya datang ke cafe.


"kalian mau ikut makan bareng kita." kata lily


" iya kak, boleh kan." kata ika


" iya boleh, nama restorannya xxxxx di jalan nnnnnnn." kata lily


" oke kak." jawab ika.


mereka pun pergi menuju restoran yang lily mau. 35 menit perjalanan mereka pun sampai disana. mereka pun langsung memesan makanan, tak lama makanan pun sudah dihidangkan, sesekali mereka pun mengobrol.


" pah teman teman aku mau datang, katanya mau ada yang di obrolin." kata lily


" iya sudah suruh datang aja, ini juga tim yang menangani rumah sakit juga mau datang." kata vian


" kalau begitu mamah pesan makanan aja ya biar buat makan malam." kata lily


" atur aja sama mamah." kata vian


" papah ke ruko lagi atau mau kemana." tanya lily


" papah ke L-Trans ada yang mau dibahas sama pak dede mengenai expedisi buat LCI dan SPI." kata vian


" kalau besok papah kemana." tanya lily


" papah mau ke lokasi pembangunan sekolah." kata vian


" oh iya ika, lusi dan mitha kalian selesaikan aja kewajiban kalian di BLS ya dan bilang sama bu murti bahwa bulan depan kalian sudah gak kerja disana lagi." kata vian

__ADS_1


" iya aa, gak enak juga banyak bolos." kata ika


" terus aku gimana mas." kata bella


" kamu ikut mas aja ke pembangunan sekolah sambil ajak devan juga biar dia bisa main sama thunder." kata vian


" iya udah kalau begitu biar aa juga gak bosen di rumah." kata lily


" minggu depan kita juga kan mau ke kampung papah, awal bulan kita ke surabaya pembukaan operasional LCI." kata vian


makan pun selesai mereka lalu pulang, ika dan yang lainnya pamit mau ajak bella jalan jalan. vian di turunkan di Kantor L-Trans sedangkan lily lanjut ke butik.


di L-Trans vian mengobrol dengan pak dede, pak dede menyuruh karyawan untuk membuatkan kopi, vian pun menyalakan rokoknya.


" pak de cari informasi untuk pengiriman kosmetik apakah perlu perlakuan khusus terutama kendaraannya." kata vian


" sepertinya harus pak, tetapi saya akan cari tau lagi." jawab pak dede


" gimana armada L-trans sekarang apa kurang." kata vian


" iya pak, saya sedang cari kendaraan lagi untuk Menambah Armada, apalagi kalau LCI dan SPI jalan atau mereka mau pakai expedisi lain." kata pak dede


" untuk partai besar tetap pakai expedisi L-Trans, tapi kalau online pakai aja expedisi lain dan yang sudah ditentukan marketplace. atur aja sama pak dede untuk tambah armada." kata vian


" iya pak alhamdulillah LNI sama LA juga mengalami peningkatan setelah distributor gathering." jawab pak dede


" jadi omzet L-Trans juga naik dong." kata vian


" bagus tuh pemikirannya, jadi untuk operasional dan penambahan armada gak ada masalah." kata vian


" alhamdulillah pak, setiap lini usaha sudah bisa nutup operasionalnya masing masing." kata pak dede


" pak de kalau tiket tiket pesawat saya dan keluarga berapa yang harus saya bayar." kata vian, dia baru sadar


" setiap bulan kita potong pak dari gaji bapak." kata pak dede


" emang saya sudah dapat gaji dari L-Trans." tanya vian


" sudah pak, semenjak kita sudah ada keuntungan, kita langsung transfer ke rekening bapak." kata pak dede lalu masuk ke dalam meminta bukti transfer ke bagian keuangan lalu menyerahkan ke vian


" terimaksih banyak pak de, saya gak pernah cek soalnya." kata vian


" wajar pak, apalagi bapak harus banyak yang di urus." kata pak dede


" besok saya minta antar ya ke pembangunan sekolah pakai mobil saya aja. minggu depan ke KBB sama ke kampung saya pakai minibus soalnya keluarga dari surabaya juga mau datang dan mau ikut kesana, sama jum'at malam jemput ke bandara. sama pesan tiketnya ya." kata vian


" siap pak, saya minta kartu identitasnya saja siapa aja." kata pak dede


" 7 orang nanti saya kirimkan ke pak dede." kata vian

__ADS_1


" siap pak," kata pak dede


"alhamdulillah semua lini usaha livi group bisa saling menguntungkan, coba kita dulu gak bangun expedisi pasti yang nikmatin perusahaan lain." kata vian


" iya pak, saya juga gak nyangka L-Trans bisa berjalan seperti ini. saya salut pemikiran bapak." jawab pak dede


" ini juga kan ide pak dede, gimana ada keluhan karyawan gak pak de." kata vian


" gak ada pak, mereka malahan bersyukur bisa kerja sama kita, bahkan teman teman saya ingin kerja disini." kata pak dede


" kalau pak dede membutuhkan mereka kenapa gak, yang penting mereka keluar dari perusahaan sebelumnya harus baik baik." kata vian


" saya sudah bilang ke mereka kalau disini perlu akan saya tawarkan ke mereka karena saya juga bisa tenang karena saya sudah kenal mereka." kata pak dede


" bagus kalau begitu, apalagi kalau supply barang dari surabaya jalan kita pasti perlu armada lagi." kata vian


" iya si pak wahyudi juga tanya itu pak." kata pak dede


" menurut pak dede pak yudi gimana orangnya." tanya vian


" dia jujur, pekerja keras dan tanggung jawab." kata pak dede


" gimana kalau dia yang akan urus expedisi di surabaya, biar dia yang atur dari petani kirim ke LA, atau dari pabrik LCI, dia sebagai kepala cabang disana." kata vian


" bagus pak, saya setuju," kata pak dede


" biar dia kolaborasi dengan mertua saya." kata vian


" apa perlu saya panggil dia pak." kata pak dede


" nanti aja, tapi ingetin saya akhir bulan ini ya." kata vian lalu menyalakan lagi rokok


" baik pak." kata pak dede


" minggu depan saya juga perlu mobil buat aktivitas saya di KBB karena harus ngisi acara, jadi bawa mobil saya suruh aja pak yudi yang bawa kesana. nanti saya ngobrol sama dia." kata vian


" iya sudah kalau begitu, saya akan kondisikan." kata pak dede


tak lama telepon vian berbunyi, lily yang telepon


" pah dimana, masih di L-Trans, mau mamah jemput atau bagaimana." tanya lily


" gak usah mah, papah minta antar pak dede aja." jawab vian


" iya sudah kalau begitu, mamah pulang ya sudah sore." kata lily


" iya mah, papah sebentar lagi pulang." kata vian


" iya sudah sampai ketemu di rumah ya pah." kata lily, lalu menutup teleponnya

__ADS_1


vian lanjut mengobrol dengan pak dede, lalu meminta diantar pulang ke rumah naik motor.


__ADS_2