
Setelah opik pergi mereka juga bubar dan berkeumpul kembali dengan yang lainnya. Vian juga memberitahukan yang lainnya bahwa pulang ke jakarta sehabis ashar. vian membuat kopi lalu pergi ke samping kolam dan duduk disana sambil menyalakan rokoknya.
Pak bambang, pak gubernur B, pak bupati, pak adi dan pak bowo mereka memancing kembali. Tak lama opik datang bersama 2 orang anak buah endris.
" selamat siang pak, saya diperintahkan komandan untuk mengambil kambing." kata prajurit itu
" siang, silahkan ikut sama pak opik saja." kata vian
" kasih berapa ekor pak." kata opik
" kasih 4 ekor aja, supaya kebagian semua." kata vian. Opik pun membawa kedua prajurit tersebut ke kandang kambing. Setelah itu mereka kembali sambil membawa 4 ekor kambing.
" terimakasih pak, kalau begitu kami pamit." kata prajurit tersebut
" siap, kalian bisa membawanya kan." kata vian
" siap bisa." kata prajurit, mereka pun pergi
" memangnya kambing kambing disini untuk dijual pak." kata pak bambang
" iya pak, kita jual ke tukang sate dan rumah makan Arab." kata vian
" kirain saya sengaja buat kalau ada acara saja." kata pak bambang
" memang sih penjualannya tidak sebagus ayam dan sapi, tapi alhamdulillah ada aja setiap harinya yang keluar." kata vian
" memang luar biasa cara berfikir pak vian ini." kata pak bambang
" saya jadi betah tinggal disini, saya akan sering sering nih kesini untuk menghilanhkan penat." kata pak gubernur B
" silahkan aja pak tanpa ada saya juga, nanti hubungi opik saja kalau kesini." jawab vian
" oh iya pak vian, nanti saya juga akan mengundang dinas dinas untuk membahas masalah pemberdayaan warga, saya mohon kesediaan bapak untuk memberikan masukan masukannya." kata pak gubernur B
" siap pak, kabari saja kapan waktunya, yang jelas minggu depan saya ke surabaya." kata vian
" baik nanti saya koordinasikan dulu dengan mereka." jawab pak gubernur B.
tak lama handphone vian berbunyi, setelah melihat yang meneleponnya vian mengangkatnya.
" selamat sore pak, maaf mengganggu waktunya, saya mau menanyakan apa bapak besok jadi ke surabaya. Soalnya dari pihak dinas ketenagakerjaan dan walikota menanyakan kepada saya. dari dinas ketenagakerjaan mereka berencana datang ke pabrik hari selasa pagi. sedangkan walikota mengundang bapak siangnya." kata pak rudi
" InsyaAllah jadi pak. Bilang saja saya bisa menemui mereka." kata vian
" baik kalau begitu pak saya akan komformasi ke mereka." kata pak rudi
opik datang kesana dengan membawa 1 plastik sample SPI.
" apa itu pik." tanya vian
" ini sample yang kemarin diminta SPI." jawab opik.
__ADS_1
" iya udah kasih ke adik saya. Ika ini sample dari pabrik, kalian cek." kata vian
" iya aa." kata ika lalu dia membukanya bersama bella dan silvy
" wah cepat juga ya pembuatan samplenya." kata silvy
vian mengajak pak bambang, pak gubernur, pak bupati, untuk melihat pertanian LA, pak adi dan pak bowo juga ikut. eh ibu ibu dan yang lainnya juga pengen ikut melihat pertanian juga.
mereka melihat lihat lahan pertanian, vian juga memperbolehkan mereka untuk memetik buah strawbery, jeruk, melon, dan semangka yang ada disana, Mereka pun antusias memetiknya. Setelah selesai melihat lihat dan memetik buah buahan mereka kembali ke villa dan siap siap untuk kembali ke jakarta.
30 menit berikutnya setelah mereka melakukan sholat ashar mereka berkumpil kembali dan memasukan barang bawaan ke dalam mobil. vian memberikan oleh oleh kepada mereka, pak bupati pamit duluan lalu vian dan yang lainnya berangkat pulang. Vian meminta berhenti di toko oleh oleh khas daerah sana. Mereka semua turun dan membeli oleh oleh, setelah itu mereka melanjutkan perjalanan lagi.
" terimakasih pak vian, udah mengajak kita ke tempat yang membuat saya rilexs." kata pak gubernur
" kalau ada waktu nanti kita main ke kampung saya pak." kata vian
" boleh tuh pak, kita agendakan nanti." kata pak gubernur
Di mobil devan dan azka sudah akrab jadi mereka anteng main bersama.
" papah berani banget tadi." kata lily sambil melihatkan photo
" tadi pas mau loncat ada khawatir juga." kata vian
" aku aja sampai degdegan, apalagi mas." kata astrid
" memang mas dulu pernah latihan." kata dilla
" alhamdulillah baik baik saja." kata astrid
" aku sedikit lemas aja." kata dilla
" oh iya bell, besok kuta berangkat ke surabaya siang ya dari rumah habis Dzuhur." kata vian
" iya mas gak apa apa, aku sidangnya hari selasa kok." jawab bella
" sama ini bell, coba kamu pilih siapa yang bisa di ajak kerja di jakarta untuk mengurus design LCI untuk iklan dan yang lainnya." kata vian
" berapa orang mas, yang kelihatan mau kerja dan bisa jauh itu sella dan selly." kata bella
" iya sudah mereka berdua kamu hubungi, bilang aja ke mereka, untuk tinggal bisa di rumah sama kamu." kata vian
" iya mas bella kasih tau." jawab bella
" kalau selvy dan silvia kapan kembali kuliahnya." kata vian
" kita bulan depan om kuliahnya, aku mau mengajukan untuk skripsi, jadi kalau sudah di acc , aku bisa pulang." kata silvy
" aku juga sama, mau mengajukan praktek di rumah sakit livi aja." kata silvia
" iya kalian atur saja, kalau sivia nanti hubungi dr. Chandra aja ya, kalau besok pagi om kenalin ke dr. Chandra." kata vian
__ADS_1
" boleh om, biar lebih enak kayanya sama om dulu kesananya." kata silvia
" iya sudah besok pagi kita kesana." kata vian
" terimakasih banyak iya om." kata silvia
" sama sama, kaya kesiapa aja." jawab vian
" iya adek, pak vian sudah membantu kita, jadi kalian pun harus sunguh sungguh." kata ibu sisil
" iya buk." jawab silvy dan silvia
" yang penting kalian selesaikan dulu pendidikan kalian dulu, lalu implementasikan apa yang kamu dapat, jangan cuma mengejar ijazah atau nilai bagus saja." kata vian
" baik om, kita akan serius." jawab silvy dan silvia
" kalian juga kalau suka mengajar nanti bisa menjadi guru atau dosen di sekolah dan kampus Livi." kata vian
" om juga punya sekolah dan kampus." kata silvy
" belum. Sekarang lagi proses pengerjaan, mungkin 1,5 tahun lagi untuk memulai beroperasi." kata vian
" sekolah apa aja om." kata silvia
" TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan Universitas. TK dan SD kemungkinan tahun ajaran ini sudah mulai beroperasi." kata vian
" jurusannya apa aja om di universitasnya." kata silvia
" ini lagi di susun dulu, kemungkinan besar yang berhubungan dengan Livi Group, misal kedokteran, keperawatan, pertanian, ekonomi, arsitektur," kata vian
" wah om luar biasa." kata silvy
" siapa dulu isterinya." kata lily
" tante bisa aja nih." kata silvy dan silvia
" coba dari dulu ya keluarga kita bisa berkenalan dengan keluarga ibu lily." kata ibu sisil
" mungkin ini jalan kehidupan kita bertemu baru sekarang, kita bisa bersilaturahmi, syareatnya pembangunan rusun saya kenal sama bapak." kata vian
" oh iya bu, kapan kapan kita liburan bareng lagi," kata ibu sisil
" kalau ibu mau ikut 2 bulanan lagi kita mau umroh bu." kata vian
" oh iya pah ngomong ngomong astrid dan dilla kan lagi hamil, apa mereka kita tinggal aja ya." canda lily
" ih mbak enak aja, kita kuat kok." kata astrid dan dilla
" tinggalin aja pah," ledek lily lagi
" kalian tuh benar benar kaya kembar, kalau kalian ikut berarti harus cari dokter pendamping." kata vian, mereka pun tertawan dengan kelakuan lily, astrid dan dilla.
__ADS_1
3 jam perjalanan mereka pun tiba di rumah vian, jam 7 lewat 17 menit. Mereka turun dari mobil lalu vian mengajak mereka untuk istirahat dulu sebelum pulang. Mereka pun mengobrol kembali di rumah.