
Di kamar lily dan yang lain sedang menyiapkan barang yang akan dibawa ke kampung.
" papah ada acara apa nanti, supaya disiapkan pakaiannya." kata lily
" bawa aja baju formal 2, untuk menemani pak menteri dan rapat di LA, selebihnya baju santai aja, kalau enggak salah di villa disana ada beberapa pakaian papah yang di tinggal." kata vian
" pah ada mesin cuci kan disana, biar enggak banyak juga bawa pakaiannya." kata lily
" ada, kalaupun enggak beli aja nanti suruh opik, terus yang lainnya enghak masalah pergi lagi, bawa bi narsih atau marni aja jangan semuanya ikut karena disini juga kan masih ada anak anak." kata vian
" enggak apa apa pah, mereka asyik aja malahan senang bisa jalan jalan katanya." kata lily
" kalau kalian cape, enggak ikut juga enggak apa apa di rumah." kata vian
" enggak mau, harus ikut pokoknya," kata astrid, dilla dan shinta
" ibu juga mau pada ikut." kata vian
" iya, makanya itu kita harus ikut, di rumah enggak ada siapa siapa." kata astrid
" minggu depan kita ke surabaya loh, apa enggak cape." kata vian
" enggak, lagian dekat juga dan kita juga pakai kendaraan yang nyaman." kata dilla
" oh iya papah lupa ngabarin opik," kata vian lalu dia mengambil handphonenya dan pergi ke balkon kamar lalu menghubungi opik
" pik maaf ganggu malam malam, besok saya dan keluarga mau ke kampung, mungkin terlebih dahulu ke pabrik, tolong bereskan saja ya villa dan kalau ada yang mau kita bahas bisa sebelum saya ke kampung." kata vian
" enggak masalah pak, siap untuk villa selalu dirapihkan palingan membuka ventilasinya saja supaya enggak bau apek karena sudah lama juga enggak di tempati. " kata opik
" iya sudah kalau begitu, sampai ketemu besok." kata vian. Setelah menghubungi opik, vian pun pergi istirahat. Di pagi hari setelah sholat shubuh berjamaah vian pamitan untuk olahraga, pak gubernur B dan pak menteri UMKM sedang melakukan pemanasan ringan. Mereka pun pergi joging mengelilingi komplek. Selesai joging vian duduk di teras dan meminta dibuatkan susu panas. Tak lama pak dede datang kesana pakai motor.
" oh iya pak, jadi berangkat ke kampung, jadi mau pakai bus atau minibus pak." kata pak dede
" pakai minibus aja supaya bisa langsung parkir di kampung, nah hari besok ika dan yang lain juga mau pergi ke pabrik SPI dan katanya mau ke kampung, di L-Trans masih ada minibus lainnya kan jadi pakai itu." kata vian
" ada pak 1 minibus biasa tapinya, kalau begitu saya siapkan dulu dan besok suruh pak heri atau tim lain yang akan membawa minibus itu." kata pak dede
__ADS_1
" iya udah, jam 7an sudah disini aja, kita sarapan dulu baru berangkat, enggak usah buru buru." kata vian
" siap pak, mobil sih selalu siap kapan saja berangkat." kata pak dede lalu pergi mengambil mobil. Jam 6.17 vian mengajak mereka semua untuk sarapan, selesai sarapan pak menteri UMKM, Pak menteri pendidikan, pak menteri sosial dan pak gubernur B serta isterinya pamitan pulang karena mau bekerja.
" sampai ketemu nangi disana pak." kata pak menteri pendidikan
" siap pak, kabari saja, biar saya bisa mempersiapkannya." kata vian
" iya pak menteri supaya saya juga bisa mempersiapkan penyambutan di sekolah, dan nanti kita bisa bareng dari tempat saya ke lokasi." kata pak bupati KBB
" siap nanti saya kabari pak bupati." kata pak menteri pendidikan.
" oh iya pak vian, saya izin duluan ya karena ada rapat, tapi isteri sama ibu katanya mau ikut ke kampung bapak gimana." kata pak gubernur D
" oh enggak masalah, masih kosong kok mobilnya." kata vian
" terimakasih banyak, maaf merepotkan." kata pak gubernur D
" sama saya juga pak mau duluan karena ada rapat, tapi si akbar enggak mau pulang tuh." kata pak bupati KBB
" saya juga pamitan pak ya, terimakasih banyak atas segalanya, mudah mudahan saya bisa ke pabrik LA nanti." kata pak bupati P
" sama sama pak, semoga kita masih bisa silaturahmi." jawab vian. Mereka pun pergi menuju daerah masing masing.
" kak, aa udah bilang ke pak dede, besok kalian bisa pakai minibus liannya supaya bisa barengan enggak berpencar di jalan." kata vian
" iya a, ika besok berangkatnya, suruh aja jam segini udah disini." kata ika
" iya nanti kamu bilang aja ke pak dede, sebentar lagi dia datang." kata vian
" iya a, nanti ika bilang." jawab ika
" palingan kalian nanti ditemani putra di minibus itu." kata vian
" iya a, makasih." kata ika
" oh iya bu, sekarang kita ke pabrik LA dulu, aa ada rapat sebentar, setelah selesai baru ke kampung ya." kata vian
__ADS_1
" iya a enggak apa apa, toh enggak terburu buru juga." kata bu ningsih. Vian pun pergi ke teras dan meminta haris membantu menaikan barang bawaan ke minibus, ika pun melakukan koordinasi sama pak dede, setelah selesai semua jam 7.27 menit mereka pun berangkat.
" ibu pernahkan ke kampung." kata bu retno
" pernah satu kali bu, waktu habis nikahan shinta." jawab bu anita
" saya juga baru 1 kali bu." kata bu asti dan bu sri. lily, astrid, dilla dan shinta pun bernyanyi, vian bermain bersama de qinar dan devan, mereka pun tertawa bersama
" sayank tawari ibu ibu minum atau snack." kata vian
" iya pah, biar mirna aja yang ngasih." kata lily lalu menyuruh mirna untuk menanyakan kepada ibu ibu mau minum apa.
" pah aku mau makan di tempat yang biasa itu, bolehkan." kata shinta
" iya boleh, nanti sebelum kita ke kampung kita makan disana dulu." kata vian, de qinar pun terus minta dipangku sama vian
" de, gantian dong mamah yang dipangku papah." kata lily menggoda de qinar
" enggak... Mamah sana...sana." kata de qinar yang masih belum lancar bicaranya
" kalau gitu mamah shinta ya.." kata shinta. De qinar geleng geleng kepalanya, dia pun mengeratkan pelukannya ke vian supaya enggak direbut papahnya.
jam 10.17 menit mereka pun tiba di pabrik LA, vian menyuruh yang lain untuk istirahat di villa, pak bowo, pak adi dan pak wanto langsung mengambil pancingan dan meminta dibuatkan kopi.
" gimana pik, operasional lancar, ada kendala tidak." kata vian
" alhamdulillah pak lancar, kita perlu masukan dari bapak saja untuk masalah kemasan produk snack, karena ada masukan kemasan yang sekarang kurang menarik apalagi kalau masuk ke supermarket." kata opik
" iya sudah nanti kita bahas sama sama, bagaimana solusinya, ajak orang dari bagian design dan suruh dia menyiapkan contoh contoh yang sudah di buat." kata vian
" nanti saya juga akan jelaskan mengenai apa itu kemasan, apa saja yang harus ada dalam kemasan tersebut." lanjut vian
" baik pak, saya akan suruh tim untuk berkumpul 30 menit lagi, bapak istirahat saja dulu." kata opik
" iya sudah, saya mau ngopi dulu, kamu siapkan segalanya sama contoh yang design, lebih bagus kalau sudah ada yang jadinya." kata vian
" baik pak." kata opik, lalu dia pergi ke pabrik untuk menyiapkan rapat.
__ADS_1