
sore harinya vian dan lily mengajak devan, lilis, evi pergi ke mall untuk belanja kebutuhan acara family gathering di daerah C, karena tujuannya pegunungan, lily beli pakaian hangat buat dia, dan mencari buat devan dan vian juga. "lis, evi kamu cari sendiri aja, dan buat bi narsih juga ya dia juga kan ikut. nanti bayarnya sekalian." kata lily. habis beli pakaian lily pergi ke supermarket. " pah kabari bapak sama ibu, ika juga kita makan malam di luar aja ya." kata lily
" iya sayank, kita makan di luar aja." jawab vian
mereka pun telepon orangtuanya sama ika. janjian ketemu di restoran C.
setelah berbelanja mereka pun pergi ke restoran C, disana sudah ada bu ningsih, bu retno, pak bowo, pak adi, dan ika. "tinggal kalian yang belum pesan makanan dan minumannya." kata bu retno. "iya bu, lilis, evi, haris, edi kaian pesan juga." kata lily.
"aa kemarin bapak dengar, di ruko ada masalah." kata pak adi
" iya pak sedikit, biasa anak anak minta uang keamanan katanya. kemaren udah diselesaikan. ketua mereka si rezas teman aa, aa rencana mau bikin pelatihan buat anak anak itu." jawab vian
"pemikiran itu bagus, tapi apakah gak akan membuat masalah buat kamu kedepannya." jawab pak adi
" bapak setuju apa yang di ucapakan bapak kamu vian." kata pak bowo
"pak terimakasih masukannya, tapi kalo kita hanya bisa menyalahkan mereka, bukannya kita sama aja dengan mereka, sekarang vian punya sedikit kemampuan untuk itu, setidaknya kita sudah bisa berusaha untuk merubah. dan ini menjadi amal baik. vian pengen dikenang bukan karena harta vian aja, tapi bisa menularkan kebaikan. apapun penilaian orang terhadap kita, vian hanya butuh penilaian dari sang maha pencipta." jawab vian
"bapak setuju, apapun itu kami mendukung kamu." jawab pak adi dan pak bowo.
" terima kasih pak." jawab vian
makan malam pun selesai mereka pergi pulang ke rumah. di perjalan vian meminta pergi ke ATM dulu, karena pengalaman dia juga mau memberikan sedikit uang ke karyawan BLS. sesampainya di rumah mereka menyiapkan perlengkapan buat besok.
didalam kamar lily ngobrol berdua karena devan sudah tidur.
" papah mau ngasih uang lagi ke karyawan BLS." tanya lily.
__ADS_1
"kenapa, mamah keberatan." jawab vian
"gak keberatan, mamah malah bersyukur punya suami kaya papah." jawab lily lirih
"memang dari perusahaan mereka juga sudah mendapatkan bonus, tapi ini bentuk terimakasih kita ke mereka, kalo bukan karena mereka kita juga gak akan dapat apa apa. papah pengen dikenang dan di doakan sebanyak mungkin orang. kita gak tau hidup sampai kapan," jawab vian
"kok papah ngomong gitu, apa papah mau ninggalin aku sama devan, mah gak tau sanggup atau tidak kalo di tinggalin papah," jawab lily samvil mengusap air mata yang merembes dari matanya.
"papah gak punya niatan ninggalin kalian, pah berusah yang terbaik buat kalian, tapi takdir kita gak tau." jawab vian sambil mengelus ramput panjang lily dan mencium kening dia. mereka pun tidur sambil berpelukan.
di pagi hari mereka sekeluarga sarapan dengan bahagia karena mau berangkat liburan lagi. " ika lusi sama mita pergi sama siapa." tanya vian
"pergi sama orang tuanya a, mereka naik bis bareng bareng sama karyawan BLS." jawab ika
setelah sholat jum'at vian dan keluarga yang lain bergegas pergi ke daerah C, sebelum vian menyarankan untuk makan siang di perjalanan saja. mereka berhenti di restoran untuk makan siang. vian telepon ke bu murti
" kita sudah berangkat pak, mungkin 1 jam an lagi sampai lokasi, untuk makan siang tadi beli nasi box." jawab murti
" oke kalo begitu bagus, saya dan keluarga sebentar lagi sampai." kata vian
setelah makan selesai vian dan keluarga berangkat kembali menuju tempat acara. untuk vian dan keluarga disediakan resort 5 kamar, sedangkan karyawan di resort resort 1 kamar.
vian dan keluarganya sudah sampai disana dan melakukan ckeck in, barang barang dibawa masuk oleh evi, narsih, lilis, dan dibantu pak haris dan putra. tak lama rombongan karyawan BLS tiba, dibantu check in oleh murti, lusi, dan mita, para karyawan dan keluarganya masuk ke kamar masing masing.
"bu gimana ada masalah buat penginapan karyawan, kalo sudah kamu, lusi, dan mita kesini ke restoran, saya tunggu disana ya." kata vian
" baik pak, saya mau nganter orangtua saya dulu ke kamar." jawab murti.
__ADS_1
setelah telepon di tutup, vian mengajak lily dan ika pergi ke restoran. " pak bu, kita ke restoran dulu, kalo bapak dan ibu mau kesana kita tunggu." kata vian. " baik." jawab orangtua mereka.
sampai di restoran vian pesan kopi capucino, lalu menyalakan rokok, tak lama murti, lusi, dan mita datang.
"maaf kalo saya ganggu istirahat kalian. gimana karyawan peginapannya." kat vian
" sudah pak, kalo karyawan yang bawa keluarganya dan anaknya 1, kita tempatkan di resort 1 kamar, tapi kalo yang lebih yang 2 kamar, sama kaya yang bawa orang tuanya." jawab murti.
"kegiatan apa sore ini, dan ada berapa total karyawan yang ikut." tanya vian
"sore ini karyawan istirahat pak kalo mau jalan jalan itu masing masing, nanti habis isya baru kita kumpul di aula, karyawan yang ikut 40 orang pak. untuk permainan baru besok pagi." jawab murti.
"bagus kalo begitu, seperti kemarin di LNI ada pemberian penghargaan bagi karyawan teladan, dan pencapaian target, apa di BLS juga akan ada, atau ada tambahan kategori." kata vian "mungkin mamah ada yang mau di tambahkan." tanya vian ke lily.
" selain yang tadi disebutkan ada juga kategori karyawan yang memberikan pelayanan bagus, itu bisa dari resepsionis, CS, marketing." jawab lily.
" iya itu udah kami fikirkan juga." kata murti
" ya sudah kamu cek kandidat kandidatnya, dan jangan sampai penilaiannya subjektif ya."kata vian
tak lama orangtua mereka datang. "o iya murti, lusi, dan murti, ajak orang tua kalian kesini atau adik kalian, takut mereka lapar."kata vian.
"baik pak," jawab mereka. mereka pun pergi ke kamar memanggil orang tuanya. vian lanjut ngopi dan ngerokok sama pak adi dan pak bowo, sedangkan ibu ibunya ditemani lily dan ika. tak lama orang tua murti, lusi, dan mita datang. "ayo pak bu, murti, lusi, mita silahkan duduk dan pesan makanan dan minumannya." kata lily.
tak lama lilis datang, " bu maaf devan mau naik delman apa boleh.?" " ya sudah, ini bawa uangnya." kata lily dan menyerahkan beberapa lembar uang ke lilis.
"kalo bapa mau ngopi dan merokok, suami dan orangtua saya disana." kata lily
__ADS_1
" iya bu terimakasih." kata orang tua lusi, murti, dan mita