Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Ada teror di Pabrik 2


__ADS_3

mereka pun akhirnya membicarakan bagaimana untuk penangkapan orang orang tersebut. pak siswandi menelepon anak buahnya untuk siap siaga dan mengirimkan intel ke desa yang disebutkan tadi. endris pun mengirimkan anak buahnya untuk membantu pihak kepolisian. bukan karena faktor kedekatan vian akan tetapi karena ini menyangkut ketertiban dan kenyamanan warga. sambil menunggu informasi dari orang orang yang dikirim opik mempersilahkan yang hadir disana untuk makan siang bersama.


" bapak bapak tidak ada kegiatan lain kan." kata vian


" ada, tapi saya sudah memberikan kabar bahwa saya ada hal yang lebih urgent untuk diselesaikan mengenai masalah ketertiban dan kenyaman warga." kata pak siswandi


" tenang aja bro, saya juga udah ngasih kabar." jawab endris


setelah makan, mereka pun sholat berjamaah dan meninjau area peternakan.


" wah bro ada kambing, bisa buat kambing guling nih." kata endris


" ngomong aja kalo lw mau." jawab vian


" boleh gw minta 3 ekor buat nanti malam, sekalian pesta anak anak habis latihan." kata endris


" boleh lah, ambil. bawa sendiri tapi" jawab vian


" iya gw suruh anak anak bawa kesini. thanks bro" kata endris


" pak sis juga mau bawa." kata vian


" ya kalo dikasih kita gak nolak pak," jawab pak siswandi


tak lama pak siswandi mendapat kabar bahwa orang yang jadi target sedang ada di rumah baru balik. dan meminta perintah selanjutnya. setelah koordinasi dengan endris. penangkapan preman dan anak buahnya dilakukan. pak siswandi memerintahkan supaya anak buahnya setelah menangkap si agus juga menangkap anak buahnya. penangkapan itu di temani dari pihak tentara supaya memberikan efek jera. dari hasil penyergapan itu si agus dan beberapa anak buahnya langsung dibawa di amankan ke polsek. setelah tau bahwa yang membuat onar sudah diamankan pak siswandi dan endris pamit pulang. vian menyuruh opik untuk memberikan 3 ekor kambing ke endris dan 3 ekor ke pak siswandi serta memberikan produk hasil dari pabrik. vian menyuruh di buatkan kopi, sambil menikmati kopi dan rokok vian ngobrol sama opik dan masih ada beberapa polisi serta patwal yang diauruh pak siswandi untuk tinggal disana

__ADS_1


" pik tolong nanti kamu follow up untuk tanah tadi ke pak wanto ya." kata vian


" baik pak, besok saya akan tanyakan kembali." jawab opik


" nanti kalo sudah ada kepastian tim dari L-Pro saya suruh kesini." kata vian


sedang mengobrol dan minum kopi ada benda yang di lemparkan ke dalam kawasan pabrik. para polisi dan security pabrik mengerjar orang yang melemparkan benda tersebut menggunakan motor patroli. polisi yang ada memeriksa benda yang dikirim tersebut dan melaporkan ke polsek. dari benda tersebut ada kertas ancaman. pas polisi mau membuka bungkusan benda setelah kertas ancaman tadi. vian melarang pak polisi itu membukanya.


" pak jangan dibuka dulu." kata vian


para polisi itu terdiam. "pik tolong ambilkan air putih dan garam ya." kata vian


opik pun bergegas mengambil air dan garam, setelah menerima air dan garam vian mencampurkannya dan menyiram benda tadi. benda tadi mengepul kan asap dan mengeluarkan bau yang gak enak.


preman itu mengangkat golok dan mengancam siapapun yang berani melawan akan dibunuh.


" siapa pemimpin disini keluar, kalo tidak pabrik akan dibakar." kata cungkring ketua preman yang nerobos masuk. vian pun berdiri dan nyamperin para preman itu. walaupun sudah dihalangi sama haris, opik dan yang lainnya vian tetap pergi menuju mereka. haris pun mendampingi vian. vian menyuruh supaya polisi mengawasi dulu. jika mendesak maka boleh bertindak.


" saya, ada apa ini." jawab vian lantang


" berani juga anda. jika anda tidak mau terluka bebaskan teman teman kami." kata cungkring


" kalian sudah bikin onar, kenapa harus dilepaskan." kata vian lantang


" oh jadi anda mau kami bunuh yaaaa." kata cungkring

__ADS_1


" kalo kalian berani maju, jangan banyak koar koar." tantang vian


" serang mereka..." kata cungkring... 4 orang maju menyerang vian dan haris. buuuk.. preek.. suara retakan tulang terdengar. 4 orang preman itu babak belur terjatuh ke tanah. 6 orang lainnya maju bersama sama menyerang dengan amarah... vian yang seperti kesetanan terus melancarkan tinju dan tendangan kemereka. disaat itu si cungkring maju mengayunkan goloknya... " paaĆ ak awaaaaas," kata opik teriak. karena vian fokus ke 6 preman, golok itu mengenai tangan kanan vian, untungnya vian sempat melihat dan menghindar jadi tebasan golok gak membuat luka serius. vian menendang cungkring dan golok terlepas. vian terus mengamuk hingga semuanya tersungkur termasuk cungkring. melihat para preman itu sudah tersungkur di tanah vian masih mengamuk dan dihentikan oleh para polisi dan mengikat mereka dengan tambang. darah yang bercucuran dari tangan vian membuat pakaiannya basah oleh darah. haris juga terkena beberapa pukulan di mukanya hingga lebam.


opik langsung mencari kotak P3K, vian membuka baju dan meminta air untuk membersihkan lukanya. vian meminta untuk mengambilkan getah pelepah pisang " pak mau ke rumah sakit." kata opik


" gak usah pik. sebentar lagi juga sembuh." jawab vian.


vian mengambil pelepah pisang tersebut dan meneteskan getahnya ke luka dibantu pak dede. vian meringis kesakitan. setelah tetesan getah pisang menutup semua luka darah pun berhenti keluar. vian menutup lukanya dengan kain kasa. haris di obati oleh opik.


vian menyuruh pak dede mengambil kaos yang ada di mobil. setelah memakai kaos vian minum air putih, lalu kopi dan menghisap rokok. tak lama pak siswandi dan tim dari polsek dan endris datang sam timnya datang.


" tangan lw kenapa bro dan pipi lw sampai kaya gitu.. masih mempan golok dan tonjokan." kata endris


" iya.. bangsat tuh preman." jawab vian


" kamu kenapa tidak pake senjata. tembak saja sudah tau mereka pake senjata sampai pak vian kena begitu." pak siswandi marah


" saya yang menyuruh mereka untuk diam dulu." jawab vian menjelaskan


" tapi pak, bapak sampai luka gitu." kata pak siswandi


" saya gak apa apa. sudah diobati juga." jawab vian menjelaskan.


" introgasi saja sekarang para preman itu apa masih ada anggota lain. kalo masih ada tangkap semuanya biar mereka gak berulah atau supaya mereka ketakutan." kata vian

__ADS_1


__ADS_2