
Karena sudah pama enggak makan jagung bakar vian meminta indra untuk menyiapkan pembakaran jagung. Vian juga meminta dibuatkan susu panas kepada marni.
" papah aku mau jagung bakarnya, udah lama enggak makan." kata lily
" iya pah aku juga mau." kata astrid dan dilla
" iya sudah kesini aja, ajak yang lain barangkali mereka mau.
" om aku juga mau ya, aku kangen jagung bakarnya." kata silvy
" iya boleh, masih banyak kok." kata vian, akhirnya mereka pun berkumpul di taman.
" benar benar ya, jagung ini bukan hanya bisa mengumpulkan merpati tapi bisa mengumpulkan manusia juga." kata pak bowo
" biasanya rame sekarang sepi disini." kata silvy
" biasanya juga enggak suka keramaian." kata pak bambang
" beda pak, kalau disini ramenya asyik." kata silvy
" minggu depan juga rame, mereka kan pasti kesini lagi." kata vian
" iya sih om, mungkin kemarin kemarin kita berkumpul banyak orang sekarang hanya segini." kata silvy
" gimana kemarin perjalanan umrohnya, kamu berdoa apa, jangan jangan minta doa supaya cepat dapat pendamping ya." kata vian
" enggaklah om, kalau itu biarkan waktu yang bicara, aku mohon supaya aku cepat lulus dan segera pulang kesini dan usaha SPI supaya berkembang lagi." kata silvy
" tapi kalian harus ingat juga jangan terlalu fokus usaha, kalau tetlalu fokus nanti lupa jodohnya tau tau kalian sudah tua." kata vian
" enggak segitunya juga om." kata silvy
" jangan lupa ibadahnya juga jangan sampai waktu di tanah suci rajin pas pulang kalian lalai." kata vian
" insyaAllah enggak om, kita suka saling mengingatkan kalau hal itu." kata silvy
" kalau begitu bagus, saling mengingatkan untuk hal kebaikan." kata vian. Jagung bakar pun sudah matang, lily, astrid dan dilla yang makan pertama. Vian menyalakan lagi rokoknya dan meminum susu panas.
" oh iya, silvia giman perkembangan rumah sakit." kata vian
" alhamdulillah om, setiap hari selalu penuh, terkadang kita pakai ruang rapat untuk menjadi ruangan darurat untik pemeriksaan pasien yang tidak parah." kata silvia
__ADS_1
" kamu udah pernah periksa pasien enggak." kata pak bambang
" sudah dong pak walaupun masih didampingi dokter." kata silvia bangga bisa menunjukan kemampuan kepada orangtuanya
" alhamdulillah, kalau begitu, terus untuk laporannya bagaimana ke kampus." kata pak bambang
" enggak masalah pak, karena aku juga di dampingi dr. Chandra." kata silvia
" oh iya om nanti aku minta bimbingannya membuat laporan akhir." kata silvy
" iya sudah, kalau memang kamu perlu langsung saja ya bilang, karena kalau kamu enggak bilang om enggak bakalan tau," kata vian
" baik om kalau begitu." kata silvy
" oh iya nih ada banyak yang berubah tampilannya, selamat ya semoga kalian istiqomah." kata vian
" iya om, aku malu, Allah telah banyak memberikan aku nikmat apalagi sekarang aku menjual produk itu, bagaimana nanti kalau orang tau bahwa yang jualnya aja enggak pake." kata silvy
" iya bapak baru sadar, kamu tambah cantik aja, kelihatan lebih bercahaya." kata pak bambang
" doakan saja semoga aku istiqomah ya." kata silvy
" aamiin." kata mereka. Mereka pun menikmati jagung bakar. Setelah menikmati jagung bakar dan karena sudah malam mereka pun masuk ke kamar masing masing, begitu pula vuan, lily, astrid dan dilla, di dalam kamar mereka pun mengobrol lagi.
" sudah papah sayang, udah disiapkan semuanya." kata lily
" terimakasih ya sayank." kata vian, dia pun mencium lily, lily pun mengambil inisiatif untuk memulai permainan dan terjadilah pertempuran disana, setelah semuanya mencapai kepuasan vian mencium kening lily, astrid dan dilla, lalu mereka pun tidur berhimpitan.
Vian bangun pagi lalu minum air putih terus dia pergi mandi, vian juga membangunkan isterinya untuk mandi dan sholat berjamaah. Vian pamitan untuk olah raga bersepeda sedangkan lily, astrid dan dilla istirahat kembali, selesai bersepeda vian membuat susu panas lalu duduk di kursi teras depan, menyalakan rokoknya lalu melihat laporan dari perusahaan perusahaannya.
Jam 7 mereka pun sarapan bersama, selesai sarapan mereka siap siap untuk pergi ke rumah shinta, pak dede sudah siap dengan minibusnya. Jam 8.07 menit mereka pun berangkat ke rumah shinta. jam 8.47 menit mereka tiba disana, disana audah rame orang baik saudara, teman atau tetangga shinta, vian memakai jas berjalan didampingi pak adi dan bu ningsih, di belakangnya pak bambang, pak bowo dan pak wanto serta keluarga besarnya. Vian pun disambut ibu anita dan pamannya shinta pak sapto wijaya yang akan menikahkan vian dan yang kemarin memberikan wali kepada ustad ogi.
Jam 9.07 menit pak menteri datang bersama isteri dan anaknya, tak lama pak gubernur B dan istri datang kesana, kehebohan pun muncul dengan kedatang 2 pejabat negara tersebut, jam 9.17 menit penghulu dari KUA datang, setelah melakukan pengecekan data secara administrasi dan menanyakan siapa yang akan menjadi saksi, pak menteri saksi dari vian dan pak gubernur saksi dari shinta. Acara pun segera dilaksankan.
" saya nikahkan dan kawinkan keponakan saya Shinta Shafira wijaya binti Adi Wijaya kepada vian permana dengan mas kawin sebesar Rp.7.777.000 dibayar tunai." kata pak sapyo wijaya
" saya terima nikah dan kawinnya Shinta Shafira wijaya binti Adi Wijaya dengan maskawin Rp. 7.777.000 dibayar tunai." jawab vian
" gimana para saksi SAH." Kata penghulu
" SAH.." kata pak menteri dan pak gubernur. Diikuti oleh yang hadir disana, shinta pun dihadirkan disana, pak penghulu pun membacakan isi dari surat nikah, vian dan shinta menandatangani surat nikah tersebut lalu saksi. Vian dan shinta pun sudah Sah secara Agama dan Hukum. Vian dan shinta sungkem kepada orang tua dan mertua serta pamannya yang menikahkan. Vian pun salam kepada mertuanya yang lain, lalu kepada lily, astrid dan dilla.
__ADS_1
" asyiiik mamah shinta bisa terus temani aa main." kata devan
" iya aa sayang mamah." jawab shinta
" mbak makasih ya audah mengijinkan saya untuk menjadi bagian dalam kehidupan mbak." kata shinta, dia pun memeluk lily, astrid dan dilla.
" awas aja ya kalau kamu hamil sekarang sekarang ini." kata lily
" iya biarin aja dong ly, supaya di rumah rame." kata bu retno
" jangan dulu lah bu, nunggu astrid dan dilla lahiran, tapi enggak apa juga sih jadi aku bisa bebas beduaan." kata lily
" pasti akan kita ganggu weeee." kata astrid dan dilla
" dasar si kembar." kata bu retno.
Acara pun dilanjutkan dengan makan, pak menteri dan pak gubernur pamitan terlebih dahulu, mereka pun menitipkan isterinya karena enggak mau pulang, mereka mau ikut ke rumah vian. Ibu anita pun menyuruh para tamu untuk menikmati hidangan. Penghulu dari KUA pun pamitan karena dia ada tugas lainnya.
" nek, aku mau ice cream." kata devan
" boleh anak pinter, nanti suruh om deni ambilkan aja ya." kata ibu anita
" iya nek, terimakasih." kata devan
" nanti aja aa, kita beli di supermarket ya, neneknya kan lagi repot
" enggak ah, aa mau yang di nenek." kata devan
" kok gitu anak pinter, nenek suruh om deni untuk ambilkan sekarang." kata ibu anita, dia pun menyuruh deni ambil ice cream di toko.
" sama aja kan aa ice creamnya." kata lily
" beda mah, kalau di supermarket aa harus beli, kalau di nenek gratis tau." kata devan
" katanya aa banyak uangnya kok pelit sih." kata lily
" enggak apa apa, uang biat beli ice cream bisa aa biat beli mainan." kata devan, semua yang ada disana ketawa atas kelucuan devan. Tak lama deni pun datang membawa beberapa ice cream.
" terimakasih om deni." kata devan
" sama sama aa, om boleh minta enggak." kata deni
__ADS_1
" boleh dong," kata devan
mereka pun mengobrol sambil mebikmati hidangan yang sudah disediakan.