
Vian dan yang lainnya pun menikmati makan siang. Saudara saudara astrid dan dilla pun menikmati hidangan makan siang tersebut dengan lahapnya. Vian juga memberitahukan endris bahwa dia ada di pabrik LA.
" suasananya sangat enak, makanannya pun nikmat." kata pak dani
" iya nih, nikmat banget makanannya ditambah suasananya indah." kata yang lainnya
" terimakasih ya nak sudah membawa kita ke temoat seperti ini." kata pak dani
" sama sama pakde, alhamdulillah kalau memang cocok makanannya." kata vian
selesai makan vian pergi lagi untuk merokok, lily betgangian dengan lilis dan evi makannya dibantu oleh shinta. Selesai makan vian dan yang lainnya pergi ke pabrik PBN diperjalanan vian menunjukan kepada saudara saudara astrid dan dilla perumahan livi regency. Tak berselang lama mereka pun sampai di pabrik PBN, vian mengajak mereka untuk melihat lihat proses produksi disana. dimata saudara saudara astrid dan dilla, vian menjadi kebanggan untuk mereka bahwa suami saudara itu memiliki perusahaan yang besar. Disana vian juga membriefing tim marketing dan memberitahukan bahwa untuk diatributor wilayah jawa Timur, jawa Tengah distributornya akan dikelola oleh Dillas.
" bagaimana perkembangan produksi dan pemasaran." tanya vian
" produksi lancar pak, dan untuk pemasaran sudah mulai meningkat bahkan grosir grosir dan toko toko sudah melakukan repeat order." kata pak andi
" bagus kalau begitu, terus tingkatkan ya performanya." kata vian. Setelah puas berkeliling dan membriefing tim PBN, vian dan yang lainnya kembali ke pabrik LA., vian duduk santai di saung sambil merokok, dan mempersilahkan saudara saudara astrid dan dilla untuk istirahat di villa. Lily dan shinta pun istirahat aambil menemani devan dan de qinar tidur.
" saya bangga memiliki saudara seperti nak vian, memiliki perusahaan yang mempekerjakan ratusan orang, beruntung astrid memiliki suami yang hebat ini." kata pak dani
" awalnya saya tidak begitu setuju dengan rencana dilla menikah dengan suami yang sudah bersuami dan waktu menikah sama dengan temannya juga, ternyata pilihan mereka tepat sekali, tidak seperti dugaan awal saya." kata pak purwanto
" biasa saja pak, saya hanya petani yang ngurus kebun dan ternak aja." kata vian
" bisa aja kamu tuh ya, selalu merendah." kata pak dani
" kenyataannya memang begitu pak, saya mengurus pertanian dan peternakan." kata vian, lalu minum kopi dan menghisap rokoknya. Kebersamaan seperti itu akan sulit didapatkan.
" terimakasih ya nak, kamu udah mau menerima saudara saudara ibu dan menjamunya dengan sangat luar biasa." kata ibu asti
" iya nak, ibu berterimakasih banyak, saudara saudara jadi senang dan bahagia berada disini." kata ibu sri
__ADS_1
" sama sama bu, mereka juga kan saudara saya, lagian sudah sewajarnya saya melakukan itu, ibu juga kalau ada apa apa, pengen sesuatu bilang saja ke saya jangan segan segan, kalau enggak bilang ke astrid atau dilla." kata vian
" iya nak terimakasih banyak, ibu akan bilang kalau memang ada yang ibu inginkan atau ada srsuatu yang ingin disampaikan." kata ibu asti
" iya nak pasti ibu juga akan bilang kok, jujur saja ibu merasa enggak enak sama kamu, kita jadinya merepotkan, srgala sesuatunya kalian yang mengurus kita." kata ibu sri
" itu sudah kewajiban kita sebagai anak bu, apa yang kita miliki itu juga milik ibu, untuk apa banyak harta kalau orangtua tidak menikmatinya, udah saatnya ibu tenang menikmati kehidupan, main sama cucu, tapi maaf kalau kita juga merepotkan ibu untuk menjaga anak anak kita." kata vian
" enggak merepotkan kok nak, kami malahan bahagia bisa mengasuh cucu cucu kita." kata ibu asti
" iya nak enggak merepotkan kok, ibu bahagia bisa mengasuh cucu." kata ibu sri
" kalau ibu mau jalan jalan juga bilang saja, nanti bisa diantar sopir." kata vian
" iya nak terimakasih, kamu sudah memberikan kebahagiaan kepada keluarga ibu." kata ibu asti dan ibu sri.
Tak lama shinta datang bersama bu ningsih, bu anita dan bu retno, mereka pun mengajak bu asti dan bu sri untuk pergi ke kebun strowbery.
" iya sudah sana, tapi hati hati ya." kata vian
" iya pah." kata shinta, mereka pun pergi ke kebun. Vian pergi ke villa disana liky sedang santai menonton televisi. Vian pun duduk disebelah lily.
" papah enggak ikut ke kebun temani shinta dan ibu." kata lily
" enggak ah, papah mau istirahat aja, aa pergi kemana mah." kata vian
" si aa lagi main sama lilis ke kandang kuda," kata lily, dia pun tiduran di pangkuan vian, suasana seperti itu juga jarang mereka dapatkan akhir akhir ini.
" apalagi yang akan papah kerjakan setelah PBN." tanya lily
" paling papah mau mengembangkan usaha yang sudah berjalan aja mah, sambil berjalan saja difikirkannya." kata vian
__ADS_1
" iya jangan terlalu banyak juga, nanti malahan keteteran apalagi usaha yang sudah berjalan ini menjadi ancur." kata lily
" iya mah, palingan papah akan perkuat di IT saja supaya lebih mudah dalam.melakukan pengontrolan." kata vian.
" pah aku pengen liburan lagi, kapan ya." kata lily
" memangnya mamah mau pergi kemana sayank." kata vian
" kita kaya waktu itu aja juga enggak apa apa." kata lily
" iya sudah nunggu de avin sama de alea 1 bulanan ya, biar kita bisa sama sama liburannya." kata vian
" atau enggak kita ke singapura aja pah, rencana kesana belum keaampaian kan." kata lily
" mamah atur aja dulu ya, kita mau kemana." kata vian
" oke kalau begitu." kata lily, dia pun langsung mencium pipi dan bibir vian. Lalu lily mengajak vian ke kamar, lily ingin melakukan pertempuran, vian pun menuruti keinginan lily dan akhirnya pertempuran pun dimulai, dengan gelora yang membara lily sampai mendapaykan puncaknya lebih dari 2 kali. setelah mereka mendapatkan puncaknya vian dan lily pun berpelukan sambil beristirahat.
" makasih ya pah, papah udah buat mamah bahagia." kata lily
" sama sama sayank, makasih untuk semuanya." kata vian lalu mencium kening lily. Setelah beristirahat mereka pun mandi bersama. Vian membuat kopi lalu pergi ke depan, dia menyalakan rokoknya. Tak lama shinta dan ibu serta ibu mertuanya datang, shinta mencuci biah strowbery lalu memakannya.
" mbak kemana pah." tanya shinta
" lagi nemani de qinar di kamar sayang." kata vian
" kita pulang mau jam berapa." kata shinta
" terserah aja, habis magrib juga enggak masalah." kata vian
" iya sudah kalau begitu aku mau istirahat dulu ya, kok aku mudah lemas sekarang ini." kata shinta
__ADS_1
" iya udah sana bareng sama lily di kamar." kata vian, shinta pun pergi masuk. Tak lama datang opik memberitahukan bahwa dia ingin mengobrol bersama tim LA ingin membicarakan strategi perusahaan kedepannya.